Friday, 3 Apr 2020

Pemkab Siapkan Rp5 Miliar Untuk Peremajaan Kelapa di Pangandaran

Baca Juga

Kasus Ayah Hamili Anak di Garut, KAMMI Minta P2TP2A Fokus Penanganan di Daerah

GARUT, ruber -- Pengurus Daerah KAMMI Kabupaten Garut mengecam tindakan UR, 42, yang melakukan tindakan asusila terhadap anak kandungnya sendiri. Kepala Bidang Badan Pemberdayaan Perempuan...

Merasa Dirugikan, Aceng Fikri Bersiap Somasi Satpol PP Bandung

GARUT, ruber.id – Aceng Fikri, mantan Bupati Garut yang digerebek Satpol PP Kota Bandung saat sedang bersama istrinya pada Kamis (22/8/2019), merasa dirugikan. Melansir dari...

7 Kontainer Surat Suara Tercoblos Dipastikan Hoax, KPU Akan Laporkan Penyebarnya ke Polisi

JAKARTA, ruber -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan melaporkan ke polisi penyebar informasi bohong (hoax) 7 kontainer surat suara yang disebut sudah tercoblos. Hal itu...

KPPN Awards 2019, Polres Sumedang Raih 2 Pengharaan

SUMEDANG, ruber -- Polres Sumedang meraih penghargaan peringkat ke 2 nilai Indikator Kinerja Pemerintahan (Ikpa) semester ke 1 tahun 2019. Selain itu, Polres Sumedang juga...

Pemkab Siapkan Rp5 Miliar Untuk Peremajaan Kelapa di Pangandaran

PANGANDARAN, ruber.id — Pemerintah Kabupaten Pangandaran akan mencanangkan peremajaan pohon kelapa di tahun 2021 mendatang.

Bupati Kabupaten Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan, pihaknya merencanakan peremajaan pohon kelapa itu guna meningkatkan produksi kelapa yang rendah akibat banyak tanaman berumur tua.

Peremajaan juga, kata Jeje, akan menggunakan bibit yang cepat besar, tidak terlalu tinggi, tapi dapat memproduksi air nira dengan maksimal.

Terlebih, di Kabupaten Pangandaran saat ini banyak usia pohon kelapa yang sudah tua dan perlu peremajaan.

Tak hanya itu, profesi menjadi penderas gula kelapa juga semakin kurang diminati oleh kalangan anak muda.

Walaupun ada, kata Jeje, itu seperti pilihan terakhir lantaran tidak adanya profesi lain.

Jeje menuturkan, hasil pertemuan pihaknya dengan beberapa tokoh gula kelapa beberapa waktu lalu, yakni perlu dikembangkannya pohon kelapa yang tidak terlalu tinggi, tapi mampu dan maksimal dalam memproduksi air nira.

Maka dari itu, dirinya akan datang ke balai penelitian kelapa guna memastikan apakah kelapa tersebut produktif untuk disadap atau tidak.

Rencana peremajaan, kata Jeje, akan dibawa ke dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang), termasuk anggarannya.

Bahkan, peremajaan kelapa ini akan dilaksanakan di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Pangandaran.

Jeje meminta, rencana tersebut ingin menjadi pola kebijakan Pemkab Pangandaran di tahun 2021, sekaligus biayanya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Dirinya menilai dengan anggaran sebesar Rp5 miliar akan mendapatkan bibit pohon kelapa yang banyak.

Jeje menyebutkan, pihaknya akan kembali berkomunikasi dengan Asosiasi Gula Kelapa Priangan (AGKP).

Hal tersebut, kata Jeje, dilakukan untuk lebih intensif mengakomodasi para penderas agar mendapat jaminan asuransi saat mengalami kecelakaan kerja. (R002/dede ihsan)

Loading...

Komentar

loading...
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Sejak Corona Merebak, Miliarder Terkaya di Dunia Ini Tambah Kaya Raya

INTERNASIONAL, ruber.id - Sejak virus corona merebak dan mengancam umat manusia, orang terkaya di dunia, Jeff Bezos makin tambah kaya.

Lagi, Dua Pasien Dalam Pengawasan Corona di Garut Meninggal Dunia

GARUT, ruber.id - Dua Pasien Dalam Pengawasan COVID-19 di Kabupaten Garut, Jawa Barat meninggal dunia, Kamis (2/4/2020). Pusat Informasi...

Hujan Deras Terjang Ciamis: Pohon Tumbang di Rumdin Wabup, Longsor dan Petir Menyambar Rumah Warga

CIAMIS, ruber.id - Hujan deras menerjang Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Kamis (2/4/2020) sore. Akibatnya, bencana alam terjadi di sejumlah titik wilayah di...

Total Positif Hasil Rapid Test Jadi 11 Orang, Warga Terdampak Corona di Sumedang Dapat Bantuan Sosial

SUMEDANG, ruber.id - Hasil rapid test sebelas warga Kabupaten Sumedang positif COVID-19, Kamis (2/4/2020) jam 16.00 WIB. Bupati Sumedang...

FMKKS Sumedang: Dana BOS Bisa Digunakan untuk Pencegahan Corona

SUMEDANG, ruber.id - Pandemi corona membuat berbagai kegiatan dan penyelenggaraan pendidikan yang bersumber dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tidak dapat dilaksanakan.