29.4 C
Indonesia
Selasa, September 28, 2021
spot_img

Pantai Barat Pangandaran Dilengkapi Lifeguard Berkompetensi

BERITA PANGANDARAN, ruber.id – Sepanjang Pantai Barat Pangandaran terdapat 5 Pos Balawista yang dilengkapi 6 orang Lifeguard atau penjaga pantai di setiap pos. Mereka bertugas mulai dari jam 06.00 hingga 17.00 WIB.

Salah satu instruktur Lifeguard di Pangandaran Koko Gaspar, 50, mengatakan, para penyelamat wisata pantai memiliki peran setiap waktu melakukan pertolongan kepada wisatawan yang mengalami kecelakaan laut.

“Kecelakaan saat berenang di pantai itu dilatarbelakangi berbagai faktor. Di antaranya korban tidak mengetahui area berbahaya atau tidak mengindahkan imbauan dari petugas jaga,” kata Koko, Minggu (4/4/2021).

Koko menuturkan, untuk menjadi seorang penyelamat wisata pantai atau lifeguard harus mengikuti pelatihan terlebih dahulu. Dan dinyatakan lulus dengan pembuktian sertifikat.

BACA JUGA:  Warga Indramayu Belum Ditemukan, Tim SAR Maksimalkan Pencarian Hari Ini
BACA JUGA:  Nelayan Jaring Apung Hilang di Waduk Cirata Bandung Barat

“Tidak sembarangan dong, mereka harus ikut pelatihan. Mulai dari materi teori hingga simulasi praktik cara menolong. Bahkan kami juga selalu melakukan simulasi kecil dengan petugas yang berjaga,” tuturnya.

Seorang petugas Lifeguard Uyung, 30, mengaku, dirinya baru 6 tahun menjalani profesi sebagai penyelamat wisata pantai. Diakuinya, dalam melakukan pertolongan harus memiliki ketenangan.

“Orang yang nyaris tenggelam di laut biasanya panik. Sering terjadi korban yang meronta saat hendak ditolong. Di situ komunikasi menjadi kunci utama agar mereka tahu tujuan Lifeguard itu apa,” ucapnya.

Biasanya, kata Uyung, yang pertama kali disampaikan kepada korban adalah dengan berkata ‘anda jangan panik; saya akan menolong; ikuti apa yang saya perintahkan.’

BACA JUGA:  Jatuh dari Perahu, Jumadi Hilang Tenggelam di Perairan Laut Cirebon
BACA JUGA:  Hilang Tenggelam di Irigasi Dawuan Karawang, Amin Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

“Setelah korban mengerti bahwa kita akan menolong dia, maka kami melakukan beberapa tahapapn sesuai standar prosedur baku yang sudah ditentukan,” terangnya.

Uyung menyebutkan, ada beberapa perlengkapan peralatan yang biasa digunakan untuk menolong. Dan disesuaikan dengan kondisi obak yang terjadi. Antara rescue tub atau rescue can dan rescue malibu.

“Kalau kondisi ombak paluh biasanya menggunakan rescue malibu, itu menjadi pilihan yang tepat dalam kondisi darurat. Lokasi yang rawan terjadi kecelakaan laut rata-rata di Pos 3 sampai 5,” sebutnya. (R001/smf)

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles