19.4 C
Indonesia
Minggu, September 19, 2021
spot_img

Pandemi, Warga Pedesaan di Sumedang Makin Ketergantungan Bank Keliling

BERITA SUMEDANG, ruber.id – Selama Pandemi, warga dan pedagang kecil di wilayah pedesaan di Kabupaten Sumedang, merasakan ketergantungan pada bank keliling.

Ketergantungan warga pada pinjaman instan dari rentenir di wilayah Kecamatan Jatinunggal dan sekitarnya ini makin terasa dengan makin terpuruknya ekonomi mereka selama masa Pandemi Covid-19 ini.

Pinjam ke Bank Keliling karena Desakan Ekonomi

Warga mengaku terpaksa meminjam ke rentenir. Karena terdesak untuk menutupi kebutuhan modal usaha, atau hanya sekadar menutupi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Di waktu normal saja, biasa pinjam uang ke rentenir. Apalagi sekarang, modal makin sulit didapat,” ujar salah seorang pedagang kecil di Jatinunggal, Ade Aisah.

Ade mengaku lebih memilih pinjam uang ke rentenir karena praktis. Cukup dengan fotokopi KTP saja, pinjaman dalam waktu menit bisa cair. Berbeda halnya dengan harus meminjam ke bank konvensional dengan persyaratan riber. Selain itu, juga memerlukan waktu yang lama.

BACA JUGA:  Marak Isu Soal Begal di Media Sosial, Kapolres Tegaskan Sumedang Aman
BACA JUGA:  BPJamsostek Sumedang Lakukan Gerakan Berkurban

“Pinjam ke bank keliling itu juga kan tidak banyak. Cuma Rp1 juta ke bawah,” aku Ade.

Akan tetapi, kata dia, saat Pandemi dengan segala aturan pemerintah, membuat pedagang kecil kesulitan. Karena, pembeli atau konsumen warungnya jauh berkurang. Kondisi ini, berdampak pada sulitnya menyicil pengembalian pinjaman kepada rentenir.

“Tapi, untungnya pihak rentenir juga mungkin ngerti, jadi tidak terlalu menekan,” jelasnya.

Pemerintah Desa Akui Warga Makin Tergantung pada Bank Keliling

Sementara itu, Pemerintah Desa Sirnasari, Kecamatan Jatinunggal mengakui indikasi naiknya ketergantungan warga terhadap rentenir ini.

Sekretaris Desa Sirnasari Khoer Nur Ilman menjelaskan, sebelum Pandemi saja, warga sudah banyak yang tergantung pada rentenir. Selian mudah mendapatkan pinjaman, juga bisa meminjam dengan jumlah kecil. Misalnya hanya Rp200.000.

BACA JUGA:  Santri di Sumedang Dapat Bansos Covid-19
BACA JUGA:  Sekolah di Sumedang Bisa PTM Terbatas Jika Siap Prokes dan Ada Izin Orang Tua Siswa

Sejauh ini, kata Ilman, pernah ada warga yang meminta surat ke pemerintah desa. Tujuannya, supaya mendapatkan penangguhan cicilan terhadap rentenir karena kondisi Pandemi.

“Surat yang diminta warga dari desa tidak lain agar ada keringanan dari bank keliling,” ucap Ilman.

Ilman menyatakan, meski pada masa Pandemi, ada sejumlah bantuan dari pemerintah untuk warga. Akan tetapi, fenomena rentenir ini memang tetap ada. Bahkan, cenderung meningkat.

“Mungkin karena ekonomi bertambah makin sulit di masa pandemi sekarang ini. Jadinya, warga ketergantungan pada bank keliling,” jelas Ilman.

Ilman menambahkan, pemerintah desa sendiri pernah mengeluarkan imbauan agar warga tidak bertransaksi dengan rentenir.

“Semoga ke depannya jangan sampai warga kesulitan lagi. Jadi tidak mengalami ketergantungan pada bank keliling,” harap Ilman. (R003)

BACA JUGA:  Keren! Dua Pelajar Sumedang Juarai Festival Pop Sunda Virtual 2021

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles