Muara Karangtirta di Pangandaran Bakal Jadi Hutan Mangrove

Muara Karangtirta
TAGANA Pangandaran sedang berada di kawasan Muara Karangtirta. Hutan mangrove bakal jadi objek wisata baru di Pangandaran. doc tagana/ruber.id

BERITA PANGANDARAN, ruber.id – Muara Karangtirta akan dijadikan hutan mangrove. Jika terwujud, tak menutup kemungkinan kawasan tersebut jadi objek wisata baru di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Lokasinya berada di Desa Sukaresik, Kecamatan Sidamulih. Gagasan itu diimplementasikan oleh Taruna Siaga Bencana (Tagana) Pangandaran.

Ketua Tagana Pangandaran Nana Suryana mengatakan, pihaknya tengah melakukan penanaman sebanyak 25 ribu bibit pohon mangrove di kawasan tersebut.

“Penanaman kami lakukan bersama warga yang cinta lingkungan. Kami menanam di sepanjang Muara Karangtirta. Targetnya 100 ribu pohon,” kata Nana, Rabu (15/9/2021).

Ke depan, kata Nana, hutan mangrove atau yang biasa disebut hutan bakau ini bisa melindungi ancaman potensi abrasi dan tsunami di kawasan itu.

Baca juga:  Pemekaran Pangandaran Tak Lepas dari Jasa Presidium

“Keberadaan mangrove juga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. Jika terwujud, bakal jadi objek wisata baru di Pangandaran,” tuturnya.

Nana menerangkan, kawasan hutan mangrove ini bakal dihuni oleh biota laut dan perkembangbiakan kepiting maupun udang.

“Kalau habitat mangrove bagus maka penghasilan nelayan di sekitar Muara Karangtirta akan meningkat,” terangnya.

Dilansir dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, manfaat hutan mangrove bagi lingkungan dan kehidupan sangat penting.

Berikut Penjelasannya

Habitat Hewan Kecil
Mangrove atau hutan bakau merupakan habitat bagi banyak jenis ikan, udang, dan moluska. Tempat ini juga menyediakan tempat untuk bertelur, pembesaran dan tempat mencari makan berbagai hewan laut yang kecil.

Sebagai Rantai Makanan
Tidak hanya menjadi habitat bagi hewan kecil. Tumbuhan mangrove juga menjadi produsen dalam rantai makanan di pesisir. Banyak ikan kecil dan kepiting yang hidup memakan daun tumbuhan bakau.

Baca juga:  Hasil Pengawasan, Tempat Wisata di Pangandaran Dinilai Siap Dibuka

Pelindung Kawasan Pesisir
Hutan mangrove mampu menahan dan memperlambat arus dan ombak yang datang. Ini akan mengurangi risiko erosi dan dampak lainnya dari ombak yang datang.

Melindungi Laut dari Lumpur dan Air Lebih Jernih
Ketika daratan banjir, air akan menuju ke laut membawa lumpur. Lumpur bisa berbahaya bagi kehidupan ekosistem laut.

Namun dengan adanya tumbuhan mangrove, ekosistem laut akan terlindungi, sehingga tidak tercampur lumpur. Ini disebabkan karena tumbuhan mangrove memiliki kemampuan untuk mengendapkan lumpur.

Ini juga penyebab air di sekitar kawasan mangrove lebih jernih.

Fungsi Ekonomis
Hutan bakau memiliki pesona tersendiri dan bisa dijadikan sebagai tempat wisata. Oleh karena itu, terdapat beberapa wisata hutan bakau yang tersebar di pesisir Indonesia.

Baca juga:  Larungan Agung di Pantai Pangandaran yang Dibubarkan, Begini Penjelasan Panitia

Tempat Berlabuh Kapal
Banyak penduduk yang hidup di kawasan pesisir menggantungkan hidupnya sebagai nelayan. Nelayan ini menggunakan perahu-perahu kecil yang biasanya ditambatkan di tumbuhan bakau.

Sebagai Kayu Bakar
Masyarakat sekitar bisa memanfaatkan tanaman bakau sebagai kayu bakar. Kayu bakar ini umumnya digunakan untuk memasak.

Uniknya, kayu tanaman bakau bisa menghasilkan api yang besar tanpa menghasilkan banyak asap. Artinya, kayu bakar dari tumbuhan bakau ini lebih ramah lingkungan. (R001/smf)