NEWS, ruber.id – Miryam Wedyasari, mencatat sejarah sebagai lulusan pertama program doktor Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran melalui skema Joint Doctoral Degree Program bersama Dalhousie University, Kanada.
Miryam Wedyasari, berhasil meraih gelar doktor dengan predikat cumlaude dalam sidang promosi yang digelar di Unpad Kampus Jatinangor, Selasa (7/4/2026).
Miryam menyusun disertasi yang berjudul “Explaining Multisystem Resilience in Undergraduate Students: A Mixed Method Research of Academic Stressors, Multi-Protective Factors, Cultural Systems, and Student Engagement”.
Disertasinya tersebut, mengkaji secara mendalam konsep resiliensi mahasiswa dalam menghadapi tekanan akademik.
“Saya meneliti bagaimana mahasiswa tetap tangguh, dan mampu berprestasi meskipun menghadapi berbagai tekanan dan kesulitan,” ujar Miryam.
Dalam riset tersebut, ia menemukan bahwa mahasiswa sarjana tidak terlepas dari berbagai stresor akademik.
Namun, kemampuan untuk bertahan dan berkembang sangat dipengaruhi oleh beragam faktor. Mulai dari kondisi individu, hingga konteks budaya yang melingkupinya.
Melalui program joint degree ini, Miryam menjalani masa studi dan penelitian secara terintegrasi selama empat tahun. Masing-masing dua tahun di Unpad, dan Dalhousie University.
Pengalaman tersebut, memberinya kesempatan memperoleh pembimbingan lintas negara, pertukaran perspektif keilmuan, hingga akses terhadap riset internasional.
Tak hanya itu, Miryam juga mendapatkan dukungan pembiayaan ganda, yakni beasiswa dari Dalhousie University serta hibah Riset Disertasi Doktor Unpad (RDDU).
“Program ini, sangat membantu. Saya bisa merasakan pengalaman studi internasional tanpa harus berada di luar negeri dalam waktu lama.”
“Selain itu, memperoleh dua gelar, yaitu PhD in Health dari Dalhousie University dan Doktor Psikologi dari Unpad,” jelasnya.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad, Zahrotur Rusyida menyebutkan, program ini memberikan banyak pembelajaran, terutama dalam hal sistem pembimbingan dan evaluasi akademik.
“Kami melihat pendekatan berbeda dari luar negeri, khususnya dalam memberikan dukungan kepada mahasiswa. Hal ini menjadi perspektif baru yang sangat berharga bagi kami,” ujarnya.
Skema joint degree mampu memperkaya wawasan keilmuan mahasiswa
Sementara itu, Dekan Fakultas Psikologi Unpad, Retno Hanggarani Ninin menilai, skema joint degree mampu memperkaya wawasan keilmuan mahasiswa. Terutama, dalam memahami penerapan psikologi di berbagai konteks budaya.
“Mahasiswa tidak hanya mendapatkan kurikulum internasional. Tetapi, pengalaman berinteraksi dengan komunitas global yang memperkaya perspektif akademik,” katanya.
Dari pihak Dalhousie University, Michael Ungar yang menjadi salah satu anggota promotor, menilai kolaborasi ini berjalan sangat baik.
Ia juga mengapresiasi, kualitas riset Miryam yang dinilai memberikan kontribusi penting dalam memahami fenomena stres di kalangan mahasiswa.
“Penelitian ini berpotensi menjadi rujukan dalam membantu mahasiswa mengelola tekanan dan berkembang di lingkungan perguruan tinggi,” ungkapnya.
Keberhasilan Miryam diharapkan menjadi inspirasi bagi sivitas akademika Unpad untuk menempuh pendidikan kolaboratif bertaraf internasional.
Selain meningkatkan kualitas akademik, program ini juga diyakini mampu mendorong lahirnya riset inovatif dan berdampak luas bagi masyarakat. ***







