21.4 C
Indonesia
Rabu, September 22, 2021
spot_img

Maksimalkan Pelayanan Perizinan Berbasis OSS, BKPM Sosialisasi di Pangandaran

SOSIALISASI pelayanan perizinan terintegrasi secara elektronik Online Single Submission (OSS) di Pangandaran, Jumat (22/3/2019). dede/ruang berita

PANGANDARAN, ruber — Dalam rangka percepatan pelaksanaan berusaha, BKPM terus memaksimalkan pelayanan perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik atau Online Single Submission (OSS) di tiap daerah.

BACA JUGA: Pemasaran Hasil Pertanian Masih Mentok, Pemkab Pangandaran Diminta Jangan Hanya Lakukan Penyuluhan Saja

Kassubdit Pemantauan Pemenuhan Komitmen Sektor Primer dan Tersier BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) Pusat Benny Markustiono mengatakan, pihaknya telah memberikan akun login ke tiap daerah untuk melakukan proses verifikasi izin yang menjadi kewenangannya.

“Mengenai sistem tersebut, pemahaman pengusaha maupun aparatur instansi di tiap daerah saat ini masih kurang,” katanya kepada ruber usai Sosialisasi Pelayanan Perizinan Terintegrasi Secara Elektronik Online Single Submission (OSS) di Pangandaran, Jumat (22/3/2019).

BACA JUGA:  Asyik, Masyarakat Berpenghasilan Rendah di Pangandaran Dapat Rp17.5 Juta dari Pemerintah
BACA JUGA:  Guru TK Non-PNS di Pangandaran Minta Disejahterakan

Untuk Kabupaten Pangandaran sendiri, kata Benny, termasuk daerah yang sudah siap melaksanakan sistem tersebut.

“Dalam penerapan sistem ini juga masih ada yang kesulitan sekitar 500 daerah,” ujarnya.

Benny menuturkan, sistem OSS harus dipahami oleh aparatur di daerah guna memfasilitasi dunia usaha.

Hal itu untuk meminimalisasi terjadinya kendala perusahaan jika mendatangi instansi terkait yang hendak berkonsultasi mengenai usahanya.

“Nanti orientasi mereka (dinas terkait) itu memfasilitasi dan pengawalan, beda dengan sebelumnya yang hanya melakukan pelayanan perizinan saja, jadi paradigma mereka harus ada perubahan,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pangandaran Sobirin mengatakan, pihaknya berharap masyarakat dapat memahami masalah perizinan setelah adanya sosialisasi OSS ini.

BACA JUGA:  Selama Tahun 2018, Pemkab Pangandaran Salurkan 752 Alat Pertanian kepada Kelompok Tani
BACA JUGA:  Komoditas Kopi Digemari Warga Pangandaran

“Nanti akan ada pendampingan bagi warga yang hendak mendaftarkan usahanya agar tidak mengalami kesulitan.”

“Ini upaya kami mempercepat pelayanan dan terwujudnya kemudahan bagi para investor untuk menanamkan investasinya,” katanya.

Terlebih, pihaknya akan turun langsung ke lokasi untuk mengecek keberadaan usaha yang dijalankan oleh masyarakat. dede ihsan

loading…


Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles