26.4 C
Indonesia
Senin, September 20, 2021
spot_img

Krisis Akibat Corona, Ribuan Buruh di Boyolali Jawa Tengah Di-PHK dan Dirumahkan

BOYOLALI, ruber.id – Akibat mewabahnya virus corona, ribuan buruh/karyawan perusahaan industri di Boyolali, Jawa Tengah Di-PHK dan dirumahkan.

Kepala Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Boyolali M Syawalludin menyebutkan, sedikitnya ada 19 perusahaan di Boyolali yang mengurangi tenaga kerjanya akibat krisis pandemi corona.

“Ada perusahaan yang karyawannya dirumahkan hingga kondisi kembali membaik. Tapi juga ada yang langsung melakukan PHK,” sebutnya, Jumat (10/4/2020).

Pihaknya, kata dia, telah melakukan advokasi kedua belah pihak, perusahaan dan pekerja.

Akan tetapi, kata dia, perusahaan yang tidak kuat menghadapi kondisi sulit sekarang ini memang terpaksa harus mengurangi tenaga kerja.

BACA JUGA:  PPDB Online di Kebumen Terkendala Jaringan dan Sejumlah Masalah

“Total karyawan dari 19 perusahaan ini ada sekitar 4.788 orang yang terdampak,” katanya.

BACA JUGA:  PPDB Online di Kebumen Terkendala Jaringan dan Sejumlah Masalah

Dari 4.788 karyawan yang terdampak itu, kata dia, sebanyak 1.364 pekerja terpaksa di-PHK oleh perusahaan masing-masing.

Sedangkan untuk 3.424 pekerja lainnya dirumahkan.

Jumlah ini, lanjut dia, diperkirakan akan bertambah seiring banyaknya perusahaan terdampak pandemi COVID-19 ini.

“Meskipun ribuan karyawan telah kehilangan pekerjaan merek, tapi pemerintah tidak tinggal diam.”

“Ada kartu prakerja yang disediakan pemerintah untuk membantu mereka yang kehilangan pekerjaan ini,” ujarnya.

Semua karyawan, kata dia, baik itu yang di-PHK maupun dirumahkan, telah diusulkan kepada Kementerian Ketenagakerjaan agar mendapatkan Kartu Prakerja.

“Kami berupaya mengusulkan 4.788 karyawan ini. By name, by address, by Nomor Induk Kependudukan (NIK), dan nomor kontak (handphone) yang bersangkutan,” jelasnya.

BACA JUGA:  Warga Klaten Heboh! Ular Piton Sepangang 8 Meter Kabur, yang 3 Meter Berhasil Ditangkap
BACA JUGA:  Mobil Pengangkut Miras Tabrakan di Jalan Semarang-Solo Jawa Tengah

Dia menambahkan, untuk penerbitan Kartu Prakerja ini melalui beberapa tahapan.

Antara lain pembuatan akun, entry data ID, dan pemberian notifikasi langsung oleh Koordinator Kementerian Perekonomian, Kemenaker, dan Komite Kemenaker.

“Pemberian Kartu Prakerja ini untuk sementara diprioritaskan hanya bagi pekerja di sektor formal yang dirumahkan dan PHK saja.”

“Sementara, untuk pencari kerja baru, baik yang sudah mencari AK1 atau belum, kami tetap melakukan pendataan,” sebutnya. (R008/Jolar)

BACA JUGA: Satu Warganya Positif Corona, Pemkab Klaten Tetapkan Status KLB

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles