oleh

Kolaborasi Gamelan Sarioneng Parakansalak-Musik Debussy, Sekda Sumedang: Ini Pertama Dalam Sejarah Indonesia

Ayo gunakan hak pilihmu!
SEKDA Sumedang Herman Suryatman (kanan) jumpa pers di IPP Sumedang, Kamis (9/5/2019). bay/ruang berita

SUMEDANG, ruber — Gamelan Sarioneng Parakansalak (Koleksi Museum Prabu Geusan Ulun Sumedang) dalam waktu dekat akan didentingkan untuk mengiringi Musik Debussy.

Kolaborasi ini akan digelar pada malam gala Impression Universelles di Aula Simfonia Jakarta, Sabtu (11/5/2019) nanti.

Sekda Sumedang Herman Suryatman mengatakan, kolaborasi antara Musik Debussy dengan Gamelan Sarioneng merupakan pertama kalinya dalam sejarah Indonesia.

“Nanti itu akan disertai dengan tarian tradisional Jawa. Kami akan bangkitkan kembali keterpukauan pengunjung Pameran Dunia setelah 130 tahun,” ujarnya kepada sejumlah media, Kamis (9/5/2019).

Herman menjelaskan, malam gala Impressions Universelles bukan hanya merupakan perayaan hari jadi ke 441 Sumedang saja.

Tetapi, sebuah acara bergengsi yang mengedepankan hubungan bersejarah yang berkesinambungan antara Prancis dan Indonesia.

“Pada tahun 1889, Jawa pernah ada di Paris. Dan kini 2019, Paris akan hadir di Jakarta. Pameran universal ini telah meninggalkan kesan yang tidak dapat dilupakan di dunia kesenian, industri dan ekonomi,” terangnya.

Selain itu, lanjut Herman, acara tersebut juga sekaligus merayakan hari jadi si Wanita Besi atau Menara Eiffel yang merupakan simbol teknologi dan kemajuan.

“Menara Eiffel juga merupakan simbol pembangunan, industri, energi baru, produksi yang sedemikian banyak, globalisasi, universalisme, budaya dan pariwisata,” ucapnya.

Sementara itu untuk persiapan acara tersebut, Pemda Sumedang telah mengirimkan sekitar 28 orang musisi dan official.

“Untuk akomodasi pulang pergi, Jakarta-Sumedang bawa gamelan dan krunya didanai pemda sekitar Rp54 juta. Sedangkan operasional selama di sana ditanggung oleh pihak Prancis,” tuturnya. bay

loading…


loading...

Komentar