29.4 C
Indonesia
Minggu, September 26, 2021
spot_img

Kemenkes Beberkan 13 Penyakit Penyebab Meninggalnya Anggota KPPS, Apa Saja?

ruber — Kementerian Kesehatan membeberkan 13 jenis penyakit pemicu meninggalnya petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di 15 provinsi.

Dilansir antaranews.com, Kementerian Kesehatan telah melakukan siaran pers di Jakarta, Ahad (13/5/2019).

Ke-13 penyakit tersebut adalah infarct myocard, gagal jantung, koma hepatikum, stroke, respiratory failure, hipertensi emergency, meningitis, sepsis, asma, diabetes melitus, gagal ginjal, TBC, dan kegagalan multiorgan.

Selain dipicu 13 jenis penyakit itu, ada pula petugas KPPS yang meninggal karena kecelakaan.

Sebelumnya, pihak Kemenkes pun telah melakukan investigasi atas kasus kecelakaan tersebut.

BACA JUGA:  Balita Penderita Hidrosefalus asal Garut Ini Butuh Uluran Tangan Dermawan

Sementara itu, Dinas Kesehatan di 15 provinsi melaporkan bahwa anggota KPPS yang meninggal ada pada rentang usia 50-59 tahun.

BACA JUGA:  Santunan Pemilu, KPU: Meninggal Dunia Rp36 Juta, Sakit Rp8 Juta-Rp30 Juta

Korban terbanyak terdapat di Jawa Barat, yakni 131 jiwa. Sedangkan paling sedikit, dari 15 provinsi ini, yakni di Bali dan Sulawesi Utara, sebanyak 2 jiwa. Sedangkan di Gorontalo tak ada anggota KPPS yang meninggal.

Secara rinci, jumlah korban meninggal di DKI Jakarta sebanyak 22 jiwa, Jawa Tengah 44 jiwa, Jawa Timur 60 jiwa, Banten 16 jiwa, Bengkulu 7 jiwa, Kepulauan Riau 3 jiwa, Bali 2 jiwa, Kalimantan Selatan 8 jiwa, Kalimantan Tengah 3 jiwa, Kalimantan Timur 7 jiwa, Sulawesi Tenggara 6 jiwa, dan Kalimantan Selatan 66 jiwa.

BACA JUGA:  Bertambah, Jamaah Haji Asal Pangandaran Ini Wafat di RS An Noor Makkah

Untuk perbaikan penyelenggaraan di masa mendatang, Sekretaris Jenderal Kemenkes Oscar Primadi menyebutkan, tingginya intensitas kerja petugas KPPS perlu dikaji ulang.

“Hal ini nanti akan kita bahas bersama KPU,” sebut dia.

BACA JUGA:  Baznas Serahkan Santunan Ke Ahli Waris KPPS yang Meninggal

Ke depannya, tambah Oscar, penyelenggara pemilu yang dipekerjakan harus memiliki kondisi kesehatan yang baik, dengan lingkungan kerja yang sehat.

“Ritme kerja KPPS juga harus diatur secara tepat, sehingga tidak berdampak buruk pada kesehatan,” tandasnya. red

 

SUMBER: antaranews.com

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles