27.4 C
Indonesia
Selasa, September 28, 2021
spot_img

Kebakaran Pesantren di Sumedang: Pakaian, Buku, Uang Tunai dan Kitab Milik Ratusan Santri Ikut Terbakar

SUMEDANG, ruber.id – Selain menghanguskan tiga kobong, kebakaran yang melanda Pondok Pesantren Al Hikamussalafiyah juga membuat seluruh barang berharga milik ratusan santri ludes terbakar, tak tersisa.

Diketahui, kebakaran hebat di Pesantren Al Hikamussalafiyah di Desa Sukamantri, Kecamatan Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat ini terjadi pada Senin (14/10/2019) pagi.

Diduga, kebakaran terjadi akibat korsleting listrik. Percikan api kemudian membesar dan menghabiskan tiga kobong santri.

Pimpinan Ponpes Al Hikamussalafiyyah KH Sa’dulloh menyebutkan, kebakaran besar yang melalap tiga ruang kobong santri ini diduga sumber api dari lampu pecah di salah satu ruang kobong atau kamar santri.

“Awalnya itu listrik padam, saat menyala terjadi korsleting. Menurut saksi dari anak-anak santri, ada lampu pecah, lalu tiba-tiba terbakar.”

BACA JUGA:  Dishub Sumedang Akan Pasang PJU Baru, Ini Titik Lokasinya
BACA JUGA:  Polsek Cibugel Terus Disiplinkan Warga Patuhi Prokes Selama PPKM Darurat di Sumedang

“Sumber api muncul dari atas, setelah itu jatuh menimpa kasur dan akhirnya menyala ke mana-mana,” ujar Sa’dulloh.

Sa’dulloh menerangkan, tidak ada satu barang berharga pun yang berhasil diselamatkan.

Dan semua kebutuhan santri seperti pakaian, buku, uang tunai, hingga kitab yang selama ini telah digunakan untuk belajar hangus terbakar.

Sa’dulloh menambahkan, bangunan yang terbakar merupakan tiga ruangan asrama santri laki laki, dengan luas bangunan yang terbakar 7×8 meter persegi dan dihuni lebih dari 100 santri.

“Saat kejadian, sebagian besar santri sedang mengikuti kegiatan belajar di bangunan lain.”

“Ada dua orang lagi tidur karena sakit tapi berhasil diselamatkan temannya. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” ucap Sa’dulloh.

BACA JUGA:  Ini Data Lima Korban Terjebak, Sepulang dari Nangorak Camp

Sementara itu, Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir bersama Dinsos P3A, BPBD, Satpol PP dan Tagana Sumedang langsung meninjau lokasi kebakaran dan memberikan bantuan kepada pesantren.

BACA JUGA:  Warga: Belum Ada yang Datang untuk Sosialisasi, KPU Sumedang Bantah Tak Maksimal

Dony menyampaikan keprihatinannya atas musibah kebakaran yang terjadi di Pondok Pesantren Al Hikamusalafiyah, yang dikenal sebagai pesantren pencetak tahfiz Alquran ini.

Dony memastikan, pemerintah akan segera memberikan bantuan rehabilitasi bangunan pesantren dan melakukan tindakan trauma healing kepada para santri.

Selain itu, kata Dony, dalam rangka kesiapan menghadapi bencana, ke depan, pemerintah juga akan melakukan program Tagana masuk pesantren.

Tujuannya, kata Dony, untuk memberikan informasi atau sosialisasi dalam menghadapi kejadian bencana alam.

“Ini tentunya menjadi pelajaran bersamaz agar lebih hati hati.”

BACA JUGA:  Total Positif Hasil Rapid Test Jadi 11 Orang, Warga Terdampak Corona di Sumedang Dapat Bantuan Sosial

“Dan dalam rangka kesiapan menghadapi bencana, tidak hanya pemerintah, ke depan masyarakat juga harus bisa memahami bagaimana me-manage ketika bencana terjadi.”

“Terinspirasi hal itu, ke depan akan ada program Tagana masuk pesantren untuk memberikan informasi atau sosialisasi bagaimana menghadapi bencana alam seperti kebakaran, gempa bumi, longsor, dan lainnya,” ujar Dony. luvi

Related Articles

1 KOMENTAR

Comments are closed.

- Advertisement -

Latest Articles