Kartu Keluarga Bermasalah, SMAN 3 Kota Bandung Coret 5 Siswa Zonasi PPDB

  • Bagikan
Img
ORANG tua siswa yang lolos seleksi zonasi PPDB di SMAN 3 Bandung mendaftar ulang, Senin. roska/ruang berita

KOTA BANDUNG, ruber — SMAN 3 Kota Bandung mendiskualifikasi 5 calon siswa yang mendaftar melalui sistem zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019.

Kelima siswa tersebut dicoret karena diketahui menggunakan Kartu keluarga (KK) yang memiliki sejumlah masalah.

BACA JUGA: Ombudsman Terima 86 Aduan PPDB di Wilayah Jawa Barat

Hal ini ditemukan oleh tim iinvestigasi PPDB 2019 Dinas Pendidikan Kota Bandung.

Tim investigasi PPDB 2019 menemukan banyak pelanggaran terkait kartu keluarga bermasalah ini.

Ketua Panitia PPDB SMAN 3 Bandung Aan Hendrawati mengatakan, dari 606 pendaftar, pihaknya menerima sebanyak 335 siswa.

“Harusnya 340 siswa, namun lima calon siswa itu bermasalah pada kartu keluarga sehingga harus kami diskualifikasi.”

“Alasannya, karena hasil temuan tim investigasi PPDB Dinas Pendidikan Kota Bandung, yang menentukan jika lima calon siswa tersebut bermasalah pada kartu keluarganya,” ucapnya kepada ruber, Senin (1/7/2019).

Menurut Ketua Panitia PPDB SMAN 3 Kota Bandung Aan Hendrawati, total keseluruhan pendaftar di SMAN 3 Bandung sendiri sebanyak 606 orang.

Setelah melalui tahap penyeleksian dan pengecekan data, akhirnya hanya 335 siswa yang berhasil lulus dan diterima di SMAN 3 Bandung.

“Untuk siswa yang sudah dipastikan lulus seleksi, hari ini dan besok mulai melakukan daftar ulang,” tuturnya.

Sementara itu, sistem penerimaan peserta didik baru untuk tingkat SMA di Kota Bandung secara umum berjalan lancar.

Meski, diwarnai oleh aksi berdesakan dan riuh para orang tua calon siswa, saat proses pendaftaran.

Namun, belakangan ditemukan berbagai pelanggaran administratif yang berhasil terungkap oleh tim investigasi PPDB 2019 Disdik Kota Bandung. roska

Foto: ORANG tua siswa yang lolos seleksi zonasi PPDB di SMAN 3 Bandung mendaftar ulang, Senin. roska/ruang berita
loading…


  • Bagikan