Minggu, 20 Sep 2020

Kang Rinso Ajak Warga Sumedang Pahami 4 Pilar Kebangsaan

Baca Juga

Pencarian 3 Korban Logsor di Bogor Dihentikan, Basarnas Siaga Pemantauan

BOGOR, ruber.id -- Memasuki hari kesebelas, Basarnas Bandung resmi menghentikan pencarian 3 korban tertimbun longsor di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Ahad (12/1/2020). Kepala Basarnas Bandung...

Kerawanan Pilkada Meningkat, Ini Rekomendasi Bawaslu Kebumen

KEBUMEN, ruber.id - Adanya pandemi COVID-19 dinilai akan berdampak pada meningkatnya kerawanan pelaksanaan Pilkada Serentak 2020. Bawaslu Kebumen,...

Cara Ampuh Pemkot Depok Tingkatkan PAD, Mudahkan Wajib Pajak Pula

Cara Ampuh Pemkot Depok Tingkatkan PAD, Mudahkan Wajib Pajak Pula KOTA DEPOK, ruber.id -- Pemkot Depok, Jawa Barat memasang alat perekam data transaksi online di...

Ular Piton Sepanjang 3 Meter Kagetkan Warga Desa Jingkang Sumedang

SUMEDANG, ruber - Warga Kampung/Desa Jingkang, Kecamatan Tanjungmedar, Kabupaten Sumedang dikagetkan oleh ular sanca atau phyton (piton) sepanjang 3 meter dengan diameter 15 sentimeter...

SUMEDANG, ruber.id – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat H Ridwan Solichin menyosialisasi 4 pilar kebangsaan.

Kegiatan yang dihadiri 35 orang ini dilaksanakan di TKIT Sholahuddin Al-Ayyubi, di Jalan Cut Nyak Dien Nomor 49, Sumedang, Selasa (25/8/2020).

“Kegiatan ini dilakukan dengan tema Citra Bhakti Parlemen Dalam Sketsa Kebangsaan,” kata Kang Rinso kepada ruber.id, Rabu (26/8/2020).

Kang Rinso menjelaskan, 4 pilar kebangsaan ini harus dipahami oleh masyarakat untuk memepersatukan bangsa.

“Pancasila harus menjadi pemersatu, bukan menjadi alat pemecah. Pancasila yang disepakati dan secara hukum disahkan adalah Pancasila 18 agustus 1945,” kata anggota legislatif asal Dapil Jabar IX (Sumedang, Majalengka, Subang) ini.

Kang Rinso menyebutkan, Pancasila adalah gentlemen’s agreement yang menjadi titik temu antara kelompok nasionalis agamais (Islam) dan nasionalis sekuler.

Untuk itu, kata Kang Rinso, Indonesia bukanlah negara agama (Islam), tetapi juga bukan negara sekuler, melainkan negara berketuhanan.

Di mana, tiap agama mendapat tempat yang terhormat, agama dijadikan preferensi, agama dilindungi dan dijalankan di tiap sendi kehidupan berbangsa dan bernegara secara selektif berdasarkan kesepakatan bersama.

“Inilah konsensus bersama yang harus kita patuhi dan taati. Jangan ditarik-tarik secara berlebihan pada titik ekstrem. Misalnya negara agama, negara sekuler apalagi komunisme,” sebutnya.

Kang Rinso mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan dengan standar protokol kesehatan yang ketat dan hanya dihadiri 35 peserta.

“Peserta tetap mematuhi protokol kesehatan, cuci tangan, pakai masker, hand sanitizer, dan jaga jarak,” jelasnya. (R021/Arief Taufik)

Baca Juga: Tak Terkait Masalah, Ini Alasan Musda ke-X Golkar Sumedang Dialihkan ke Bandung

Komentar

loading...

Artikel Terbaru

Pembangunan Gedung Pramuka di Pangandaran Dianggarkan Rp4 Miliar

PANGANDARAN, ruber.id - Anggaran untuk pembangunan Gedung Pramuka di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat senilai Rp4 miliar. Bupati Pangandaran Jeje...

Sumedang Perketat Pengawasan Seiring Meningkatnya Kasus COVID-19

SUMEDANG, ruber.id - Seiring meningkatnya kasus virus corona, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Kabupaten Sumedang akan lebih meningkatkan pengawasan.

Dua Rumah di Pamulihan Sumedang Ludes Terbakar

SUMEDANG, ruber.id - Dua rumah panggung di Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang ludes terbakar, Sabtu (19/9/2020) malam sekitar jam 20.15 WIB.

Ratu Dangdut Elvy Sukaesih Positif COVID-19

NASIONAL, ruber.id - Ratu Dangdut  Elvy Sukaesih positif COVID-19 dan dikabarkan harus menjalani perawatan di rumah sakit. Putri Umi Elvy yaitu...

BJB Pangandaran Ngadigi, Digitalkan Sejumlah Objek Wisata

PANGANDARAN, ruber.id - Bank BJB bekerjasama dengan Pemkab Pangandaran, Jawa Barat dalam pengaplikasian QRIS atau Quick Response Code Indonesian Standard.