GARUT  

Jelang Idul Adha, Satgas PMK Siapkan 5 Titik Checkpoint di Garut

Jelang Idul Adha, Satgas PMK Siapkan 5 Titik Checkpoint di Garut
Kegiatan pengobatan hewan sapi yang terjangkit PMK di beberapa wilayah kecamatan, di Garut. ist/ruber.id

BERITA GARUT, ruber.id – Jelang Idul Adha 1443 Hijriah, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Kabupaten Garut menyiapkan 5 titik checkpoint di Kabupaten Garut.

Hal tersebut terungkap saat Rapat Koordinasi (Rakor), di Aula Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Garut, Jalan Patriot, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jumat, 3 Juni 2022.

Hadir dalam kesempatan tersebut mulai dari camat, utusan OPD terkait, Koramil, Polsek, termasuk Kabag OPS Polres Garut Kompol Iwan Setiawan.

Rapat dipimpin oleh Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Garut Sofyan Yani.

Satgas PMK sendiri dibentuk berdasarkan Keputusan Bupati Garut Nomor 524.31/KEP.237-DISKANAK/2022. Tanggal 23 Mei 2022, yang diketuai langsung oleh Bupati Garut Rudy Gunawan.

Baca juga:  Harga Naik Jelang Idul Adha, Pedagang Sapi di Kota Tasikmalaya Mampu Jual 30 Ekor/Minggu

Siapkan 5 Titik Chechkpoint

Kepala Diskanak Garut, selaku Koordinator Bidang Teknis Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku, Sofyan Yani, mengatakan rakor hari ini membahas langkah-langkah satgas dalam penanganan wabah PMK.

Di mana, wabah ini banyak menyerang hewan ternak di Kabupaten Garut.

“Di antaranya yaitu sosialisasi dan perencanaan tugas ke depan, bagaimana operasionalisasi Satgas itu sendiri. Mulai dari pengamanan-pengamanan penularan dari mulai lalu lintas dari pada ternak,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil rakor tersebut, pihak Satgas PMK telah menetapkan 5 titik checkpoint.

Di mana, lokasi-lokasi yang dijadikan tempat pengecekan ini diperkirakan menjadi lokasi yang rawan, tempat jalur masuknya hewan ternak dari luar Kabupaten Garut.

Baca juga:  Ridwan Kamil Lepas 1784 Pemeriksa Kesehatan Hewan Kurban

“Satu chek point di wilayah Cilawu, terus Limbangan dan Malangbong. Kemudian, daerah Leles dan Kadungora.”

“Selanjutnya, wilayah Cibalong karena merupakan peluang masuknya ternak sapi melalui jalur lintas selatan,” jelasnya.

Pengetatan jalur masuk hewan kurban ini, kata Sofyan, akan dilakukan pihaknya menjelang Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah.

Di mana, Satgas PMK ini nantinya akan mengawasi setiap hewan ternak yang datang dari luar daerah.

“Perlu dipastikan bahwa ternak itu, harus sehat yang dinyatakan oleh sertifikat veteriner atau SKKH (Surat Keterangan Kesehatan Hewan).”

“Apakah sapi itu sehat? Nah itu dinyatakan oleh surat keterangan kesehatan hewan, dan juga dipastikan fisiknya apakah sehat atau nggak,” katanya.

Baca juga:  Jelang Mudik Lebaran, Pemkab Garut Kebut Perbaikan dan Rekonstruksi Jalan

Sofyan menuturkan, pada H-10 menjelang Idul Adha, pihaknya akan memastikan ternak untuk kurban sudah tersedia di kandang-kandang penjual.

Selain itu, para penjual pun harus memastikan bahwa tempat berjualannya telah memenuhi syarat yang ditentukan oleh pihak Satgas PMK.

Populasi Sapi di Garut Dipastikan Memenuhi Kebutuhan untuk Hewan Kurban