Jangan Asal Beli Busi Motor, Perhatikan Hal Ini Dulu agar Tidak Salah Pilih


0
SEBELUM membeli busi, Anda harus tahu jenis mana yang cocok untuk kendaraan Anda. foto: inews

ruber.id — Busi merupakan salah satu komponen mesin yang paling banyak disalahpahami.

Tak sedikit pertanyaan muncul sehingga membingungkan banyak orang, terutana tentang fungsi busi yang sebenarnya.

Nah, sebelum membahas tips memilih busi, berikut ruber.id beberkan penjelasan mengenai busi terlebih dahulu.

Menurut informasi yang ruber.id himpun dari berbagai sumber, busi diibaratkan sebagai jendela dalam mesin atau satu-satunya saksi mata di ruang bakar. Karena, dapat digunakan sebagai alat diagnosa yang dapat diandalkan.

Busi memperlihatkan gejala dan kondisi kinerja mesin. Seorang mekanik yang berpengalaman dapat menganalisa gejala-gejala tersebut untuk melacak akar penyebab masalah mesin, menentukan rasio udara/bahan bakar, dan untuk meningkatkan performa mesin.

Umumnya, busi memiliki dua fungsi utama, yakni untuk membakar campuran udara/bahan bakar dan untuk melepas panas dari ruang pembakaran.

Busi mengalirkan energi listrik yang mengubah bahan bakar menjadi energi penggerak mesin.

Untuk menjadikan percikan api pada celah elektroda busi, diperlukan tegangan listrik yang cukup dari sistem pengapian. Inilah yang disebut kinerja listrik.

Di samping itu, suhu ujung elektroda busi harus dijaga cukup rendah untuk mencegah pengapian dini (preignition), tapi cukup tinggi untuk mencegah pengendapan karbon (fouling). Ini disebut kinerja thermal dan ditentukan oleh angka panas yang dipilih .

Sangat penting untuk diingat bahwa busi tidak menciptakan panas, namun hanya dapat melepas panas.

Sudah jelas ya, busi bekerja sebagai penghantar panas dengan menarik energi panas yang tidak diinginkan jauh dari ruang pembakaran, dan memindahkan panas ke sistem pendingin mesin.

BACA JUGA: Mobil Terasa Goyang saat Jalan Pelan, Inilah Penyebabnya

Melihat berbagai fungsinya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih busi untuk performa mesin yang lebih baik seperti dilansir dari situs Yamaha.

1. Pastikan Ukuran Busi

Anda harus memastikan ukuran busi terutama diameter ulir, panjang ulir dan jangkauan insulator sesuai dengan spesifikasi mesin.

Pasalnya, jika tidak sesuai maka kemungkinan busi akan longgar, overheat, terkena endapan karbon sehingga pengapian tidak sempurna dan bahkan bisa merusak piston.

2. Ketahui Angka Panas Busi

Dalam memilih busi, pastikan angka panas busi yang tepat dan sesuai dengan spesifikasi mesin kendaraan Anda.

Penggunaan busi dengan angka panas terlalu besar atau busi terlalu dingin, maka akan mengakibatkan pengendapan karbon pada busi anda (carbon fouling).

Sebaliknya, apabila angka yang dipakai terlalu kecil atau busi terlalu panas, maka busi akan mengalami overheat dan mengakibatkan misfire (gagal pengapian).

loading...

Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

hate hate
1
hate
confused confused
7
confused
fail fail
4
fail
fun fun
3
fun
geeky geeky
2
geeky
love love
9
love
lol lol
10
lol
omg omg
7
omg
win win
4
win

Comments

komentar