Inovasi Gadis Puskesmas Cigugur Bakal Berkompetisi di Ajang Nasional

Inovasi Gadis Puskesmas Cigugur
Inovasi Gadis Puskesmas Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran masuk TOP 6 juara 3 pada ajang KIJB 2021. ist/ruber.id

BERITA PANGANDARAN, ruber.id – Gerakan Pemeriksaan Iva Tes dan Sadanis Keliling Desa atau Inovasi Gadis yang dipelopori Puskesmas Cigugur di Kabupaten Pangandaran, bakal berkompetisi ke ajang nasional.

Sebelumnya, Kabupaten Pangandaran berhasil masuk TOP 6 juara 3 pada ajang Kompetisi Inovasi Jawa Barat atau KIJB 2021 dalam penyaringan 10 besar.

Penghargaan itu pun diterima Pemkab melalui Sekretaris Daerah Pangandaran Kusdiana dari Pemprov Jawa Barat, Selasa (7/12/2021) di Bandung.

Kepala Puskesmas Cigugur Nana Sutisna mengatakan, pada ajang KIJB 2021 diikuti 27 kabupaten/kota se Jawa Barat.

“Peserta pada ajang itu terdaftar sebanyak 362 inovasi dan setelah itu disaring menjadi 45 besar,” kata Nana, Selasa (7/12/2021).

Baca juga:  Inovasi Gadis di Puskesmas Cigugur Berkompetisi dalam KIJB

Setelah lolos pada 45 besar, Puskesmas Cigugur berkesempatan mengikuti kompetisi 10 besar. Dan akhirnya masuk pada TOP 6 dengan prestasi juara ke 3.

“Setelah lolos pada TOP 6 dengan Juara ke 3, Inovaasi Gadis sekarang bakal berkompetisi ke ajang Nasional,” ujarnya.

Nana menuturkan, Inovasi Gadis merupakan layanan kesehatan terhadap pemeriksaan Iva Tes dan Sadanis kepada perempuan usia 30 tahun sampai 50 tahun.

“Tapi perempuan di bawah 30 tahun yang sudah menikah juga jadi sasaran kami,” tuturnya.

Nana menyebutkan, kesadaran masyarakat memeriksa kesehatan rahim tergolong rendah.

Maka dari itu, pihaknya melakukan pelayanan Iva Tes dan Sadanis ke setiap desa dua kali dalam satu tahun secara terjadwal.

Baca juga:  Penyertaan Modal Bagi PDAM Pangandaran Belum Terealisasi

“Tahun 2017 angka pemeriksaan Iva Tes dan Sadanis di Puskesmas Kecamatan Cigugur mencapai 16% dari target sasaran sebanyak 4.142,” sebutnya.

Padahal, Inovasi Gadis ini jadi hal penting dalam menjaga kesehatan rahim perempuan sebagai upaya meminimalisasi terjadinya kanker rahim.

Kemudian, setelah ada gerakan Inovasi Gadis, pada tahun 2019 angka pemeriksaan Iva Tes dan Sadanis menempati angka 70,58% dari sasaran 4.142.

Nana menambahkan, pelaksana Inovasi Gadis ini dilakukan oleh bidan Puskesmas Cigugur dan bidan praktik mandiri di wilayah kerjanya secara gratis.

“Siapa saja boleh mendapat pelayanan Inovasi Gadis dan tidak ada pungutan biaya,” tambahnya. (R001/smf)