Wednesday, 8 Apr 2020

Innalillahi, 2 Pasien Dalam Pengawasan Corona Meninggal di RSUD Garut

Baca Juga

Anggaran Pembelian Hp Program Sapa Warga di Pangandaran Rp127 Juta

PANGANDARAN, ruber.id -- Pembelanjaan Hp android untuk ketua RW se Kabupaten Pangandaran bersumber dari keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tahun 2019.

Bentuk Kepengurusan di Hotel Redante, IWO Garut Tunjuk Robi sebagai Ketua

Bentuk Kepengurusan di Hotel Redante, IWO Garut Tunjuk Robi sebagai Ketua GARUT, ruber.id -- Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Garut, Jawa Barat melaksanakan rapat anggota...

Usai Jamu Persib Bandung: SUGBK Rusak, Persija Didenda Rp300 Juta

ruberSPORT -- Usai menjamu Persib Bandung di Liga 1 Indonesia beberapa waktu lalu, sejumlah fasilitas di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta dikabarkan rusak. Dilansir dari...

Warga Desa Wargaluyu Keluhkan Kondisi Jalan yang Rusak Parah

SUMEDANG, ruber - Akses jalan yang menghubungkan Kecamatan Tanjungkerta dengan Tanjungmedar dalam kondisi rusak parah, tepatnya di wilayah Salam-Cisempak, Desa Wargaluyu, Kecamatan Tanjungmedar, Kabupaten...

GARUT, ruber.id – Dua Pasien Dalam Pengawasan (PDP) corona virus atau COVID-19 meninggal dunia di RSUD dr. Slamet Garut, Kamis (26/3/2020).

Kepastian ini dikonfirmasi Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Kabupaten Garut Ricky R Darajat.

Ricky membenarkan jika kedua pasien yang meninggal dunia di RSUD Garut ini adalah PDP.

“Benar, meninggal dunia tadi pagi di RSUD dr. Slamet. Satu perempuan dewasa umur 40 tahun, satunya lagi balita perempuan usia 2.5 tahun.”

“Dengan meninggalnya dua PDP tersebut, saat ini, masih ada sembilan warga berstatus PDP yang dirawat,” kata Ricky melalui rilis yang diterima ruber.id, Kamis.

Ricky menjelaskan, meski ada PDP yang meninggal dunia, namun hingga hari ini (Kamis), belum ada pasien positif corona di Kabupaten Garut.

“Kedua pasien yang meninggal dunia ini juga belum dapat dipastikan apakah positif atau negatif COVID-19.”

“Tapi spesimennya sudah dikirim ke laboratorium Jakarta, untuk diperiksa lebih lanjut terkait positif atau negatifnya.”

“Saat ini, kami menunggu hasilnya untuk beberapa hari ke depan,” katanya.

Ricky mengimbau, warga Garut tetap waspada dan mengikuti seluruh anjuran dari Pemkab Garut. (R011/Fey)

BACA JUGA: Dokter di Garut Meninggal Dievakuasi Petugas Pakai APD, Kasus COVID-19 Terus Melonjak

Loading...

Komentar

loading...
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Warga Indramayu Belum Ditemukan, Tim SAR Maksimalkan Pencarian Hari Ini

INDRAMAYU, ruber.id - Memasuki tujuh hari pencarian, Kamsiah, 72, korban tenggelam di Sungai Cimanuk, Indramayu, Jawa Barat belum ditemukan.

Longsor Timpa Rumah Warga di Sumedang Selatan, Sekeluarga Mengungsi

SUMEDANG SELATAN, ruber.id - Tebing longsor menimpa rumah warga di Dusun Kukulu RT 02/05, Desa Sukajaya, Kecamatan Sumedang Selatan, Sumedang.

Kabar Baik! Bupati Garut Bakal Lunasi Utang Warganya ke Bank Emok

GARUT, ruber.id - Kabar baik datang dari Garut, Jawa Barat di tengah pandemi COVID-19 atau wabah corona ini. Ya,...

Dua Warga Cianjur Hanyut di Kali Cijedil, Budi Hilang Terseret Arus

CIANJUR, ruber.id - Budi, 46, warga Kampung Salaerih, Desa Benjot, Cugenang, Cianjur, Jawa Barat tenggelam di Kali Cijedil, Selasa (7/4/2020) sore jam...

Kemenag Minta Warga Pangandaran Tunda Akad Nikah Selama Wabah Virus Corona

PANGANDARAN, ruber.id - Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat meminta masyarakat untuk menunda rencana pelaksanaan akad nikah. Penundaan...