Sabtu, 15 Agu 2020

Ini Alasan Mengapa Jawa Barat Lebih Diminati Investor Dibandingkan DKI Jakarta

Baca Juga

89 Orang Terlacak Kontak Erat dengan Pasien Positif COVID-19 ke 28 di Garut

GARUT, ruber.id - Subdivisi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Garut melakukan tracking dan tracing orang yang memiliki kontak erat dengan kasus...

Liga 1 Indonesia Dijeda karena Corona, Febri: Keselematan Orang Banyak Jauh Lebih Penting

SPORT, ruber.id - Football Lovers di tanah air tentunya sudah sangat merindukan kompetisi Liga 1 Indonesia kembali bergulir. Diketahui,...

[VIDEO+BERITA] Soal Jatah Menteri Jokowi-Ma’ruf, DPP PDI Perjuangan: Jangan Direcoki!

PANGANDARAN, ruber -- Setelah ditetapkan sebagai presiden/wakil presiden terpilih periode 2019-2024, Joko Widodo-Ma'ruf Amin dihadapkan pada jatah menteri di kabinet baru nanti. Ketua Bidang Ideologi...

Polres Banjar Cek Fisik Puluhan Kendaraan Barang Bukti Hasil Kejahatan

KOTA BANJAR, ruber -- Puluhan kendaraan barang bukti hasil tindak kejahatan yang tidak bertuan dan dipinjam pakai oleh personel maupun ASN Polres Banjar, dikumpulkan...

JAKARTA, ruber – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil terus berusaha menggenjot nilai investasi di Jabar. Peluang usaha ditambah iklim investasi di Tanah Pasundan yang cukup mendukung, dinilai jadi salah satu faktor mengapa Jabar jadi provinsi yang cukup ‘menggiurkan’ bagi para investor.

Buktinya, capaian realisasi investasi terbesar saat ini terdapat di Jabar yakni mencapai Rp116,9 triliun. Disusul DKI Jakarta, Jawa Tengah dan Banten. Hal ini tak lepas dari masifnya pembangunan infrastruktur dan secara geografis, Jabar dipandang strategis karena berdekatan dengan ibu kota Jakarta.

Baca Juga : Dony Optimistis Sumedang Jadi Gerbang Pariwisata Jawa Barat

“Ada beberapa alasan khusus yang membuat Jawa Barat terlihat menarik di mata investor, selain letak geografis, juga karena adanya reformasi peraturan,” ungkap Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu di sela acara Mandiri Invesment Forum di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (30/1/2019).

Lebih jauh, Kang Emil menuturkan bahwa Jabar tidak lama lagi bakal memiliki cukup banyak Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), mulai dari sektor industri hingga pariwisata. “Dengan kehadiran KEK, besar kemungkinan investor akan lebih banyak berdatangan, sebab ada beberapa keuntungan yang bisa diperoleh diraih jika berinvestasi di kawasan khusus,” katanya.

Emil mengungkapkan, untuk membentuk instrumen KEK, cukup dengan memiliki lahan seluas 200 hektare, maka sudah bisa dilobi, dan dijadikan KEK untuk industri terpilih. “Kenapa harus KEK? Yang pasti, pajak akan berkurang, lalu infrastruktur KEK akan dibangun oleh pemerintah pusat melalui APBN,” terangnya.

Dengan menerapkan KEK, jalur logistik barang bisa menjadi lebih baik, sehingga anggara logistiknya dapat ditekan. Menurutnya, hal-hal tersebut bakal menjadi keunggulan Jabar di dunia investasi.

“Jadi kurang lebih kombinasi infrastruktur dan kombinasi melalui KEK yang akan saya tawarkan. Sekarang empat KEK di Sukabumi, Pangandaran, Subang dan Majalengka sedang di-push. Semakin banyak  tentu akan semakin bagus,” ungkapnya.

Emil mengakui, pemprov membutuhkan dana cukup besar untuk membangun Jawa Barat, mengingat dana yang bersumber dari APBD tidak mencukupi. Karenanya, sambungnya, dana investasi sangatlah  dibutuhkan.

“Untuk pembentukan satu KEK saja dibutuhkan paling tidak Rp15-20 triliun. Sejauh ini, sudah ada investor dari berbagai negara yang menawarkan diri. Ada dari Korea, juga dari Amerika. Poin pentingnya, Jawa Barat itu diminati investor,” tegasnya. Red

 

loading…


Komentar

loading...

Artikel Terbaru

Hari Ini Ada 12 Warga Sumedang Positif Corona: 7 Tenaga Medis, 2 Situraja, Tomo, Ujungjaya, Rancakalong

SUMEDANG, ruber.id - Hari ini, Sabtu (15/8/2020), Kabupaten Sumedang, Jawa Barat kembali mencatatkan kasus baru pasien positif virus corona.

BPPSDMP Sebut Hasil Bumi di Pangandaran Tak Kalah Dengan Daerah Lain

PANGANDARAN, ruber.id - Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) RI Dedi Nursyamsi menyebut hasil bumi...

Sekolah Tatap Muka di Pangandaran Dimulai Awal September

PANGANDARAN, ruber.id - Pemkab Pangandaran, Jawa Barat berencana memulai kembali pembelajaran tatap muka di sekolah pada awal September 2020.

Dukung Program Bantuan Subsidi Upah Pemerintah, BPJAMSOSTEK Kumpulkan Rekening Peserta

JAKARTA, ruber.id - Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan akan memberikan subsidi kepada pekerja swasta yang telah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK.

Ujang Endin Indrawan Sebut Pelaku UMKM dan IKM di Pangandaran Pejuang Perekonomian

PANGANDARAN, ruber.id - Bakal calon wakil bupati Pangandaran Ujang Endin Indrawan sebut pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) dan IKM (Industri...