22.4 C
Indonesia
Rabu, Desember 1, 2021

Impian Warga Garut Miliki Stadion Sepak Bola Berkelas Segera Terwujud

GARUT, ruber – Impian masyarakat di Kabupaten Garut memiliki stadion sepak bola bertaraf nasional sepertinya akan segera terealisasi. Pemkab Garut sudah menyiapkan lahan di wilayah Ciateul untuk membangun stadion berkelas

Rencananya proyek pembangunan stadion sepak bola di Ciateul akan dimulai tahun ini di atas lahan seluas 12 hektare di Ciateul. Selain bisa menjadi simbol olahraga yang dibanggakan, stadion ini nantinya diharapkan bisa memancing lahirnya pesepakbola andal dari kota dodol.

Untuk diketahui, secara historis Garut merupakan salah satu daerah di Jawa Barat yang sebenarnya cukup getol melahirkan pesepakbola legendaris. Sebut saja Adeng Hudaya yang sempat jadi ikon Persib Bandung di era Perserikatan dan disebut-sebut sebagai salah satu kapten tim terbaik yang pernah dimiliki Maung Bandung. Kemudian Zaenal Arief dan adiknya yang saat ini masih aktif bermain, Yandi Sofyan Munawar.

Kepala Bidang Olah Raga Dispora Garut Tito Sugito mengatakan, Ciateul dipilih jadi kawasan pembangunan stadion sepak bola karena sebelumnya di daerah ini sudah dibangun gelanggang olahraga yang pembangunannya hampir rampung.

“Di kawasan ini terdapat lahan untuk fasilitas olahraga seluas 12 hektare, dan salah satunya diperuntukkan bagi pembangunan stadion sepak bola yang Insya Allah akan dibangun tahun ini,” ucap Tito, Kamis (31/1/2019).

BACA JUGA: Marak Plagiat Foto Produk, Gubuk Komunikasi Gelar Pelatihan kepada Pelaku e-Commerce

Pada 2017 lalu, lanjut Tito, Gubernur Jawa Barat yang saat itu masih dijabat Ahmad Heryawan menjanjikan bantuan dana dari Pemprov Jabar sebesar Rp100 miliar. Tetapi, dana baru teralisasi pada 2017 hanya sebesar Rp17 miliar.

“Dana sebesar itu hanya cukup untuk membangun GOR beladiri dan sporthall di kawasan Ciateul. Hingga kini, pembangunan sporthall-nya masih berlangsung,” katanya.

Maka, Lanjut Tito, pembangunan stadion sepak bola di Ciateul tahun ini menggunakan anggaran yang berasal dari  APBD murni, sebesar Rp 20 miliar. “Jika pemerintah provinsi berniat membantu, ya syukur alhamdulillah. Tapi, Pak Bupati memang sudah berkomitmen, tahun ini membuka anggaran sebesar Rp 20 miliar. Dananya tidak disimpan di Dispora, tapi di Dinas PUPR,” terangnya.

Artinya, lanjut Tito, pembangunan stadion ini  sepenuhnya berada dalam lingkup kewenangan Dinas PUPR Garut, sedangkan Dispora Garut hanya menjalankan tugas dalam hal pendampingan, termasuk berkonsultasi dengan PSSI.

“Dispora Garut telah berkonsultasi dengan Askab PSSI Garut dan Asprov PSSI Jawa Barat. Hal ini memang perlu kami lakukan, agar pembangunan stadion sesuai dengan standar maupun kriteria yang sudah ditetapkan. Kami, tentu saja, tak ingin lepas dari PSSI,” katanya.

Tito berharap, setelah pembangunan stadion sepak bola tuntas, pihaknya bisa merealisasikan rencana pembangunan arena olahraga air atau stadion akuatik di lokasi yang sama. “Insya Allah ke depannya akan ada fasilitas kuatik atau arena olah raga air,” tandasnya. Red

loading…


Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles