EKBIS  

HUT Ke-77 RI, Bio Farma Distribusikan 439 Juta Dosis Vaksin Covid-19

Bio Farma Distribusikan 439 Juta Dosis Vaksin Covid-19

BERITA BISNIS, ruber.id – Sejalan dengan tema HUT Ke-77 RI, Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat, bangsa Indonesia terus bangkit melampaui kondisi pandemi Covid-19. Bio Farma (Persero) hingga saat ini, telah berhasil mendistribusikan 439 juta Dosis Vaksin Covid-19.

Di mana, 432 juta dosis di antaranya telah berhasil disuntikkan untuk membangun imunitas rakyat di seluruh pelosok negeri.

“Indonesia, menjadi negara yang berhasil mengendalikan pandemi Covid 19. Termasuk 5 besar, negara dengan vaksinasi terbanyak di dunia. Dengan 432 juta dosis vaksin telah disuntikkan,” kata Presiden Joko Widodo, pada Pidato Sidang Tahunan di Gedung DPR MPR, 16 Agustus 2022.

Dalam pidatonya, Presiden Joko Widodo menyampaikan tantangan yang Indonesia hadapi sangat berat.

Semua negara, di seluruh dunia, sedang menghadapi ujian.

Krisis kesehatan akibat pandemi Covid-19, belum sepenuhnya pulih. Perekonomian dunia belum sepenuhnya bangkit.

“Ujian ini, tidak mudah bagi dunia dan juga tidak mudah bagi Indonesia. Semua ini harus kita hadapi dengan kehati-hatian dan kewaspadaan.”

Baca juga:  Bank bjb Catatkan Laba Kotor Rp2.6 Triliun, Siap Hadapi Tahun 2022 dengan Optimisme

“Di tengah tantangan yang berat, kita patut bersyukur, Indonesia termasuk negara yang mampu menghadapi krisis global ini.”

“Indonesia, termasuk negara yang berhasil mengendalikan pandemi Covid-19,” kata Jokowi.

Bio Farma Distribusikan 439 Juta Dosis Vaksin Covid-19

Sementara, Direktur Bio Farma Honesti Basyir mengatakan, hingga pertengahan Agustus 2022, Bio Farma berhasil mendistribusikan vaksin COVID-19 sebanyak 439 juta dosis ke 34 Provinsi di Indonesia.

Keberhasilan pendistribusian yang dimulai sejak Januari 2021 sampai 15 Agustus 2022 ini, didukung oleh inovasi yang dihasilkan Bio Farma. Yaitu, program Sistem Manajemen Distribusi Vaksin (SMDV).

SMDV, merupakan suatu sistem penjamin distribusi vaksin yang dapat memberikan informasi mengenai keamanan, keaslian dan kualitas produk selama proses distribusi.

Selain itu, dapat mendeteksi adanya potensi gangguan selama proses distribusi secara cepat.

SMDV ini, memanfaatkan teknologi digital seperti Internet of Things (IoT), Track and Trace, Transport Management System.

Baca juga:  Kasus COVID-19 Pangandaran 68 Orang, Kontak Erat Masih Tinggi

Kemudian, BI Dashboard yang terintegrasi secara bertahap dengan sistem lain di dalam dan di luar distributor vaksin.

Sistem ini dapat dipantau melalui Command Center yang terpusat di Bio Farma.

Sehingga, memudahkan pemantauan distribusi vaksin secara real time.

SMDV, berdampak pada peningkatan jumlah titik distribusi sebanyak 18 kali lipat.

Dari awalnya 34 titik di tingkat provinsi, menjadi 626 titik distribusi di tingkat kabupaten/kota.

Sehingga, semakin cepat vaksin Covid-19 diterima oleh masyarakat dari berbagai pelosok wilayah di Indonesia.

Selain itu, seluruh transaksi distribusi vaksin dapat dipertanggungjawabkan dan dapat terpantau oleh sistem secara real-time.

Mulai dari suhu vaksin selama proses pendistribusian hingga penyimpanan.

“Indonesia, termasuk negara yang cepat dalam mendapatkan vaksin Covid-19. Karena seperti yang kita ketahui bahwa jumlah populasi Indonesia sangat besar.”

Baca juga:  Raih Pendapatan Tinggi, bjb Masuk 10 Bank Terbesar versi Fortune Indonesia 100

“Sehingga, kita perlu segera mengusahakan untuk mendapatkan vaksin Covid-19. Untuk penanganan penyebaran penyakit agar tidak semakin banyak masyarakat yang tertular Covid-19,” ujar Honesti.

Vaksin yang telah didistribusikan ini, merupakan vaksin yang didapatkan Indonesia melalui kerjasama bilateral dan multilateral.

Bio Farma Produksi Vaksin Covid-19

Saat ini, Bio Farma tengah mengupayakan ketahanan nasional melalui kemandirian kesehatan nasional dengan memproduksi vaksin Covid-19 Indonesia.

Vaksin Covid-19 Indonesia, telah melalui tahapan uji klinis tahap 1 di bulan Febuari 2022 dan tahap 2 pada bulan April 2022.

“Bio Farma, saat ini sedang menyelesaikan tahapan uji klinis fase 3 dan telah mendaftarkan uji klinis fase 3. Sebagai rangkaian proses untuk mendapatkan Izin Edar dalam Keadaan Darurat (Emergency Use Authorization/EUA) dari Badan POM,” kata Honesti.

Honesti berharap, vaksin Covid 19 Indonesia ini, nantinya dapat digunakan untuk vaksinasi Booster dan vaksinasi anak. Selain, untuk vaksinasi dosis kesatu dan kedua.