21.4 C
Indonesia
Rabu, September 22, 2021
spot_img

Hari Kedua PSBB & Sehari Jelang Ramadan Aktivitas Pasar Ramai, Ini Kata Bupati Sumedang

SUMEDANG UTARA, ruber.id – Hari kedua PSBB dan sehari menjelang Ramadan, aktivitas pasar, khususnya di wilayah Sumedang masih ramai.

Bupati Sumedang DR. H Dony Ahmad Munir mengakui pelaksanaan hari kedua Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Sumedang belum maksimal.

Khususnya, kata Dony, di aktivitas di pasar masih ditemukan banyaknya warga yang tidak menggunakan masker dan tidak mengikuti protokol kesehatan COVID-19.

Sampai dengan saat ini, pasar yang merupakan salah satu tempat bagi warga berbelanja guna memenuhi kebutuhan pokok pasti ramai oleh warga.

Dan sampai saat ini, mayoritas aktivitas di pasar masih menggunakan pola konvensional dengan berbelanja secara manual.

Karena memang tidak semua pembeli maupun penjual dapat dan biasa melakukan transaksi secara online.

BACA JUGA:  Kang Rinso Ajak Warga Sumedang Pahami 4 Pilar Kebangsaan
BACA JUGA:  Laboratorium IPB University Jadi Tempat Penelitian COVID-19

“Dengan begitu maka khusus bagi para penjual di pasar diimbau, diarahkan untuk menggunakan face shield dan masker,” sebutnya.

Jika tidak memiliki masker, kata Dony, maka petugas pasar dapat memberinya secara gratis.

“Pengetatan penjagaan pasar juga harus lebih dioptimalkan, baik oleh apparat kecamatan, aparat keamanan dan Hiwapa serta Diskoperindag dengan dibantu relawan,” jelasnya.

Selain itu, kata Dony, petugas pasar juga harus memberikan edukasi kepada para penjual dan pembeli di pasar.

Yang dilakukan dengan ramah, untuk melakukan tahap protokol kesehatan COVID-19.

“Bagi penjual di pasar, dianjurkan hanya melayani warga yang memakai masker, sebagai bagian dari edukasi terhadap warga yang berbelanja secara manual,” pintanya.

BACA JUGA:  PCNU Sumedang Dilantik, Ini Pesan Bupati Dony
BACA JUGA:  Hingga Selasa Malam, Gunung Tampomas Sumedang Terbakar

Selain itu, lanjut Dony, bagi warga maupun para penjual di pasar, pada pintu masuk dan keluar pasar akan disediakan toren air bersih dan tempat cuci tangan yang dijaga petugas.

Di mana, ketika penjual atau warga yang berbelanja hendak mencuci tangan, agar melakukan antre secara berjarak.

Setelah aktivitas di pasar berhenti, maka sekitar wilayah pasar juga akan disemprot menggunakan disinfektan.

Dengan catatan, penyemprotan disinfektan tidak boleh terkena barang makanan atau air bersih.

“Untuk saya memerintahkan kepada divisi terkait dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Kabupaten Sumedang agar segera merealisasikan hal ini,” ujarnya. (R003)

BACA JUGA: Wabup Sumedang: Alhamdulillah, Pasien Positif Corona asal Darmaraja Sembuh

BACA JUGA:  Terpeleset saat Mancing, Warga Malangbong Hilang Tenggelam di Sungai Cimanuk

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles