NEWS, ruber.id – Yayasan Bani Syech Nuryayi menegaskan komitmennya dalam mendorong kemajuan umat, khususnya melalui penguatan pendidikan agama dan umum.
Hal tersebut, kembali digaungkan dalam kegiatan halalbihalal yang digelar pada Sabtu (4/4/2026).
Yayasan yang berbasis di Kabupaten Garut, Jawa Barat tersebut dikenal memiliki fokus kuat pada pengembangan pondok pesantren.
Bahkan, sekitar 72% pesantren di Garut disebut memiliki keterkaitan nasab dengan Eyang Nuryayi.
Ketua panitia halalbihalal, Asep Iwa Soemantri menjelaskan, kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi keluarga besar keturunan Eyang Nuryayi. Selain itu, untuk mempererat ikatan kekeluargaan pasca-Idul Fitri.
“Ini momen silaturahmi keluarga besar untuk memperkokoh kebersamaan,” ujarnya.
Selain itu, Asep juga mengingatkan pentingnya menjaga amanah leluhur agar seluruh keturunan tetap berkontribusi positif. Terutama, dalam dunia pendidikan.
Ia menyebutkan, banyak keturunan Eyang Nuryayi yang menjadi pendiri dan pengelola pesantren. Tidak hanya di Garut, tetapi juga di sejumlah daerah lain di Jawa Barat.
Yayasan Bani Syech Nuryayi sendiri, berperan sebagai wadah untuk menjaga konsistensi para keturunan dalam membangun pendidikan yang berorientasi pada pembentukan akhlak. Baik melalui jalur keagamaan, maupun pendidikan umum.
Bupati Garut apresiasi kontribusi Yayasan Bani Syech Nuryayi
Kegiatan tersebut, turut dihadiri Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, yang memberikan apresiasi atas kontribusi yayasan dalam mencetak generasi religius.
“Tugas kita bersama adalah melanjutkan cita-cita para sepuh untuk membangun Garut yang lebih maju dan berkelanjutan,” ungkap bupati.
Bupati juga menyampaikan dukungannya terhadap rencana pengembangan yayasan ke depan. Termasuk, pembangunan panti asuhan lansia dan lembaga pendidikan tinggi.
Sementara itu, Ketua Yayasan Bani Syech Nuryayi, Aceng Abdul Mujib menyampaikan terima kasih atas kehadiran bupati di tengah kesibukannya.
Ia memohon maaf atas kekurangan selama masa kepengurusannya, dan berharap kepengurusan selanjutnya tetap berpegang pada aturan dan nilai yang telah dirumuskan para pendiri.
Asep menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bentuk penghormatan kepada 15 kiai pendiri yayasan. Tradisi silaturahmi tersebut, telah terjaga sejak 1969.
“Yayasan ini menjadi fondasi penting dalam menjaga aset dan keberlanjutan perjuangan para pendiri bagi generasi penerus,” katanya.
Acara dihadiri berbagai tokoh penting, mulai dari jajaran pembina, penasihat, pengurus yayasan, ulama, hingga unsur Forkopimda dan pemerintah setempat.
Dalam rangkaian kegiatan, yayasan juga menyalurkan 100 paket sembako kepada lansia dan anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial. ***







