Gunung Gajah Sumedang, Jadi Pilihan Pecinta Alam Berlibur di Era New Normal

Img wa
MUDA-mudi Sumedang berkemah di Buper Gunung Gajah, Sumedang. dok pemdes guntur mekar/ruber.id

SUMEDANG, ruber.id – Di tengah pandemi COVID-19 yang mengharuskan tidak berkerumun dan jaga jarak menjadikan objek wisata alam terbuka menjadi pilihan.

Di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, objek wisata alam Bumi Perkemahan (Buper) Gunung Gajah bisa jadi pilihan pecinta alam yang sudah rindu hiking dan senang kemping.

BACA JUGA: Misteri di Balik Angkernya Terowongan Tol Cisumdawu di Panyirapan Sumedang, Warga Sering Lihat Penampakan

Buper yang baru dibuka sebulan yang lalu ini berlokasi di Blok Gunung Gajah, Desa Gunturmekar, Kecamatan Tanjungkerta.

Lokasinya cukup mudah diakses. Dari pusat kota Sumedang memiliki jarak tempuh sekitar 30 menit, menggunakan kendaraan roda dua.

Kawasan Buper Gunung Gajah sendiri berada pada elepasi 350 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Baca juga:  Motor Tanpa Lampu Hajar Elf di SPBU Barak Sumedang, 1 Tewas, Satu Kritis

Lokasi perbukitannya juga cukup layak untuk tempat berkemah, karena memiliki pemandangan alam memikat dan masih sangat alami.

Wisatawan bisa melihat langsung pemandangan Gunung Tampomas maupun pusat kota Sumedang.

Sekretaris Desa Gunturmekar Wahyu mengatakan, dalam beberapa pekan terakhir, banyak pecinta alam yang datang untuk menikmati waktu liburannya di Buper Gunung Gajah.

“Buper ini memang baru kami buka. Tapi pengunjungnya, sudah lumayan. Ramainya malam Sabtu dan malam Minggu, banyak pecinta alam yang berkemah di sini,” katanya, Minggu (5/7/2020).

Wahyu menjelaskan, Buper Gunung Gajah berada di lahan seluas 5 hektare.

Pada mulanya, kata Wahyu, hanya tanah kas desa yang dikelola masyarakat sekitar.

Tapi, kata dia, karena memiliki potensi wisata, pihak desa mencoba memanfaatkan lahan ini sebagai salah satu destinasi wisata.

Baca juga:  Sejarah Ratu Kalinyamat, Putri Raja Demak yang Gigih Melawan Portugis

“Maka dari itu, sekarang tanah kas desa ini kami buka sebagai Bumi Perkemahan,” jelasnya.

Untuk pengelolaannya, kata Wahyu, diserahkan kepada karang taruna desa.

Tujuannya, kata dia, untuk memberdayakan para pemuda sehingga dapat mengembangkan usaha.

Sebab, kata dia, jika Buper Gunung Gajah sudah berkembang dan banyak dikunjungi, otomatis para pemuda di wilayah desanya akan mendapatkan penghasilan.

Maka dari itu, lanjut Wahyu, pihak desa akan terus mendorong karang taruna untuk mengembangkan Buper ini hingga menjadi destinasi wisata yang layak untuk dikunjungi.

“Saat ini, fasilitas Buper Gunung Gajah memang masih minim. Tapi, bila pada masa uji coba ini potensinya terlihat, ke depan, kami akan melengkapi segala fasilitasnya,” terangnya. (R003)

Baca juga:  Nenek Ahli Puasa di Sumedang Ditemukan Tidak Bernyawa

BACA JUGA: Sejak Viral di Media Sosial, Sungai Cihonje Sumedang Dipenuhi Pengunjung