GARUT  

Garut Jadi Pilot Project Pembangunan KTN di Jawa Barat

Garut Jadi Pilot Project Pembangunan KTN di Jawa Barat
Pelaksanaan Rapat Grand Opening Kawasan Terpadu Nusantara (KTN) Harumansari Kabupaten Garut di Ruang Rapat Setda. ist/ruber.id

BERITA GARUT, ruber.id – Pemkab Garut bersama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Indonesia (BNPT) menyelenggarakan Rapat Grand Opening Kawasan Terpadu Nusantara (KTN) Harumansari Kabupaten Garut.

Rapat tersebut berlangsung di Ruang Rapat Setda, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jumat, 24 Juni 2022.

Hadir dalam kesempatan ini perwakilan dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Garut.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Suherman menyampaikan, dalam rapat kali ini, pihaknya melakukan koordinasi dan diskusi bersama perwakilan dari SKPD.

Tujuannya, untuk membahas persiapan yang akan dilakukan menjelang Grand Opening KTN Harumansari yang akan diresmikan pada tanggal 2 Juli 2022 mendatang.

Rencananya, Grand Openi ini akan diresmika Kepala BNPT Komjen Pol. Boy Rafli.

“Seluruh SKPD untuk melakukan persiapan, langkah-langkah yang diperlukan. Karena nanti, di sana itu, akan ada Kelompok Usaha Kecil dan Menengah (KUKM). Akan ada penanaman, ya terus juga LH (Dinas Lingkungan Hidup) dimohon untuk mempersiapkan kebersihan. Aparat, yang termasuk di dalamnya ada Dishub dan Kepolisian untuk mengatur dan memplot jalur,” ujarnya.

Baca juga:  Wacana Pemekaran 2020, Warga Cikajang Tolak Gabung DOB Garut Selatan

Selain itu, melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Garut, rencananya akan menyiarkan secara langsung saat kegiatan peresmian berlangsung.

Suherman berharap, Grand Opening KTN Harumansari ini dapat terlaksana dengan baik.

“Jadi, tanggal 2 itu seluruh kecamatan bisa mengakses buka, misalkan lewat virtual dengan link-nya. Saya mohon, barusan itu permintaan supaya nanti seluruh kecamatan melihat kehadiran kegiatan Grand Opening KTN,” ucapnya.

KTN untuk Menanggulangi Tindak Pidana Terorisme

Sementara itu, Kasatgas Sinergisitas BNPT Laksma TNI Joko Sulistyanto menyampaikan, KTN adalah sebuah kawasan yang dibangun oleh pemerintah daerah. Bersama BNPT, yang menjadi leading sektor terkait masalah penanggulangan tindak pidana terorisme.

“Nah kegiatan di sana, adalah peningkatan ekonomi, kemudian nanti ada apa dengan adanya peningkatan ekonomi di dalamnya itu ada peternakan. Lalu perkebunan, pertanian gitu ya, perikanan darat, nah di situ, mungkin ada pariwisata dan edukasi,” ucapnya.

Baca juga:  Wabup Garut Lepas 404 Jemaah Haji Kloter Kedua

Joko menuturkan, KTN ini dibangun di 5 provinsi. Yaitu Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Tengah, dan Nusa Tenggara Barat.

Ia menyatakan, setiap provinsi terdapat 5 kota yang dibangun KTN. Salah satunya, yaitu Kabupaten Garut yang menjadi pilot project di Provinsi Jawa Barat.

“Tiap provinsi ada sekitar 5 kota, di Jawa Barat sendiri ada Garut, Tasikmalaya, Depok, Bekasi. Nah di Jawa Barat kita pilih Garut sebagai pilot project untuk Kawasan Terpadu Nusantara di Jabar. Yang pertama inilah di Garut,” katanya.

Dalam KTN ini, para mitra deradikalisasi akan diberikan kesibukan untuk mengelola sebuah kegiatan ekonomi.

Di antaranya peternakan lebah madu, perkebunan jagung, dan warung NKRI.

Baca juga:  Kader Posyandu di Cigedug Garut Diminta Aktif Beri Pemahaman Pentingnya Warga Menjaga Kesehatan

Menurutnya, kegiatan ini dalam rangka menuju Indonesia Harmoni. Agar para mitra deradikalisasi bisa bersatu padu dengan masyarakat. Sehingga, tidak terpapar kembali paham radikalisme.

“Warung NKRI yang kita buka sarana untuk moderasi berbangsa dan bernegara seperti itu namanya. Jadi, kita nonformal meeting tapi nanti di sana ada entah dari provinsi atau entah dari kecamatan memberikan suatu dialog. Bagaimana berbangsa dan bernegara yang baik, atau bagaimana beragama yang baik,” ucapnya.