Gara-gara Tol Cisumdawu, Jatinangor Sumedang Jadi Langganan Banjir

  • Bagikan
Banjir di Jatinangor Sumedang gara-gara Tol Cisumdawu
Banjir di sejumlah desa di Jatinangor, Sumedang gara-gara Tol Cisumdawu, Jumat (7/1/2022). R003/ruber.id

BERITA SUMEDANG, ruber.id – Gara-gara proyek Tol Cileunyi, Sumedang, Dawuan (Cisumdawu), sejumlah wilayah di Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang jadi langganan banjir.

Banjir kembali menerjang wilayah Jatinangor saat hujan deras yang mengguyur pada Jumat (7/1/2022).

Bahkan kali ini, hujan yang terjadi sejak pukul 14.00-16.00 WIB, menyebabkan tembok masjid dan MTS Al Falah di Desa Cileles, Kecamatan Jatinangor jebol.

Jebolnya tembok ini mengakibatkan air masuk ke dalam masjid hingga membuat karpet Alquran di dalam masjid menjadi basah.

“Wilayah RW 02, Desa Cileles hari ini terimbas banjir kiriman dari Tol Cisumdawu. Tepatnya, dari Desa Cilayung.”

“Areal persawahan, lapang, masjid, MTS, dan pemukiman warga terendam air banjir,” kata Kepala Desa Cileles Duduy Abdul Khalik.

Duduy menjelaskan, anggota DPRD Sumedang, unsur Forkopimda Kecamatan Jatinangor, dan Satker Tol Cisumdawu sempat meninjau ke lokasi proyek.

Di mana, air masuk menuju saluran drainase hingga terus mengalir ke permukiman warga.

Akan tetapi, kata Duduy, hingga saat ini belum ada perbaikan dari pihak manapun.

Banjir di Cipacing

Tak hanya di Cileles, banjir serupa juga menerjang wilayah RW 01, 02 dan 03 Desa Cipacing.

Sumber air berasal dari Sungai Cibeusi yang meluap.

Kondisi ini menyebabkan tembok penahan tebing di bantaran sungai jebol dan membuat air masuk ke msjid.

“Ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa. Tapi, lebih parah kejadian pada 24 Desember, lalu.”

“Di mana saat itu, sebagian warga kami evakuasi ke tempat yang lebih aman. Sementara yang lain siap siaga,” ucap Kepala Desa Cipacing Hj Dedeh Juariyah.

Banjir di Cikeruh

Tak hanya di Desa Cileles dan Desa Cipacing, banjir juga terjadi di Desa Cikeruh.

Banjir di desa ini akibat luapan Sungai Cikeruh.

Banjir terjadi di Dusun Cikeruh Lio RW 08 dan 09.

Di lokasi ini, air banjir menutup akses jalan kabupaten. Tepatnya di Jembatan Taraju, perbatasan antara Desa Cikeruh dan Desa Sayang.

Warga berharap, pemerintah dan stakeholders terkait melakukan penanganan serius, agar ke depan, wilayah Jatinangor tidak terus-terusan menjadi langganan banjir.

Penulis/Editor: R003

  • Bagikan