Gara-gara Pukul Wanita dan Viral di Medsos, Agus Berurusan Dengan Polisi Deh

  • Bagikan
Agus
Ag

SUMEDANG, ruber — Perempuan bernama Ina Gartina warga Kabupaten Sumedang menjadi korban penganiayaan seorang pria bernama Agus Gunawan.

Penganiayaan yang terjadi di Jalan Kebon Kol, Kelurahan Regol Wetan, Kecamatan Sumedang Selatan pada Rabu (22/5/2019) lalu, sempat viral di dunia maya.

Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo membenarkan, bahwa pihaknya kini tengah menangani kasus penganiayaan yang tiba-tiba heboh diperbincangkan di dunia maya tersebut.

“Sebenarnya berawal dari kesalahpahaman antara korban dan terlapor. Kemudian terjadi cekcok mulut sampai akhirnya terjadi pemukulan terhadap korban,” ujarnya.

Hartoyo juga menjelaskan, sesaat setelah kejadian, Ina dan Agus sudah menjalani mediasi di Kantor Polsek Sumedang Selatan untuk menyelesaikan itu secara kekeluargaan.

“Mereka datang ke Polsek itu untuk melakukan mediasi. Sampai di situ harusnya selesai sebetulnya. Tapi kemudian menjadi viral, dan akhirnya kami tarik kembali. Karena itu bukan delik aduan, sehingga polisi masih bisa melanjutkan,” terangnya.

Setelah ditarik kembali kasus tersebut, Ani dan Agus kembali dipanggil ke Mapolres Sumedang untuk ditindaklanjuti.

“Jadi gini, tujuan polisi itu kan ada tiga. Yakni kemanfaatan, keadilan dan kepastian hukum. Nah, untuk kepastian hukumnya, nanti tunggu dalam proses pengadilan. Pelaku ini dikatakan salah atau tidak,” jelasnya.

Sementara itu, Agus mengakui jika apa yang dilakukan olehnya merupakan suatu hal yang tidak seharusnya dilakukan pada seorang perempuan.

Agus juga di depan sejumlah awak media meminta maaf terhadap korban dan keluarganya atas perbuatan yang telah dilakukannya.

“Atas kejadian dan insiden yang terjadi, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya,” sebutnya.

Agus juga memaparkan, jika alasan dirinya terpancing emosi saat itu dikarenakan kalut menghadapi ibunya yang tengah sakit.

“Sebenarnya pada saat kejadian saya sedang kalut karena orang tua sakit dan harus dirawat,” ucapnya. bay

Foto: PELAKU Pemukulan Agus Gunawan saat melakukan perjanjian damai dengan orang tua korban. bay/ruang berita
  • Bagikan