Friday, 3 Apr 2020

Enggan Mundur dari PKH di Pangandaran, Rumah Akan Ditempel Stiker

Baca Juga

Berbekal Snapdragon 712, Vivo Z1 Pro Siap Ramaikan Pasar Smartphone

ruber --  Vivo terus bermanuver dengan produk-produk ponsel pintar unggulannya. Kali ini, perusahaan asal Tiongkok ini berencana akan merilis Z1 Pro. Smartphone ini, dijawalkan akan...

Orang Dalam Risiko di Sumedang 15.292, Hasil Rapid Test Warga Paseh, Darmaraja, dan Buahdua Positif Corona

SUMEDANG SELATAN, ruber.id - Hasil rapid test warga Paseh, Darmaraja, dan Buahdua, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat positif COVID-19. Selain...

Seluruh Awak Pesawat Jatuh di Tasikmalaya Selamat, Ini Identitas Lengkapnya

TASIKMALAYA, ruber -- Seluruk awak pesawat helikopter yang jatuh di Desa Jayaratu, Kecamatan Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (16/3/2019) dalam kondisi selamat. BACA JUGA: Helikopter Jatuh...

Diputusin, Pria Ini Gugat Sang Mantan Balikin Biaya Kencan Rp40 Juta

MAUMERE, ruber -- Dulu, Alfridus Arianto cinta mati pada kekasihnya, Fransiska Noli Liin. Namun, setelah memadu kasih selama 3 tahun, hubungan mereka harus putus...

PANGANDARAN, ruber.id — Pemerintah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, menargetkan graduasi mandiri hingga 10% dari 16.123 keluarga penerima manfaat (KPM) pada Juni 2020 mendatang.

Koordinator Program Keluarga Harapan Kabupaten Pangandaran Ade Ajat Sudrajat mengatakan, Dinsos PMD selaku leading sektor telah berhasil menurunkan angka kemiskinan per bulan Februari 2020 sebanyak 141 KPM graduasi mandiri.

“Angka itu masih akan terus diturunkan hingga mencapai target 1.600 KPM di bulan Juni mendatang,” katanya, Rabu (26/2/2020).

Meskipun terdapat pengurangan angka kemiskinan, namun kerja keras dalam mengentaskan kemiskinan dan penurunan kesenjangan perlu terus ditingkatkan.

Ade Ajat menuturkan, graduasi mandiri itu keluarga penerima manfaat yang sudah bisa lepas dari program bantuan sosial.

Hal itu lantaran penerima manfaat dinilai telah mandiri secara ekonomi serta tidak lagi memenuhi syarat kondisional sebagai KPM PKH.

Namun, kata Ade Ajat, jika tidak tercapai target graduasi secara mandiri, pihaknya akan mengambil langkah dengan memasang stiker di rumah anggota PKH yang sudah dianggap mampu.

Dengan begitu, pihaknya berharap mereka bisa keluar atau mundur dari garis kemiskinan dengan keikhlasan dan kesadaran diri sendiri.

Ade Ajat mengaku, hingga saat ini masih ada beberapa anggota PKH yang sudah mampu secara finansial, namun enggan untuk mundur dari program bansos.

Sementara, yang berhak menjadi anggota PKH adalah mereka para pekerja serabutan dan petani. Kemudian keluarga tidak mampu serta memiliki anak sekolah. (R002/dede ihsan)

BACA JUGA: Sektor Perikanan Diharapkan Mampu Entaskan Kemiskinan di Pangandaran

Loading...

Komentar

loading...
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Sejak Corona Merebak, Miliarder Terkaya di Dunia Ini Tambah Kaya Raya

INTERNASIONAL, ruber.id - Sejak virus corona merebak dan mengancam umat manusia, orang terkaya di dunia, Jeff Bezos makin tambah kaya.

Lagi, Dua Pasien Dalam Pengawasan Corona di Garut Meninggal Dunia

GARUT, ruber.id - Dua Pasien Dalam Pengawasan COVID-19 di Kabupaten Garut, Jawa Barat meninggal dunia, Kamis (2/4/2020). Pusat Informasi...

Hujan Deras Terjang Ciamis: Pohon Tumbang di Rumdin Wabup, Longsor dan Petir Menyambar Rumah Warga

CIAMIS, ruber.id - Hujan deras menerjang Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Kamis (2/4/2020) sore. Akibatnya, bencana alam terjadi di sejumlah titik wilayah di...

Total Positif Hasil Rapid Test Jadi 11 Orang, Warga Terdampak Corona di Sumedang Dapat Bantuan Sosial

SUMEDANG, ruber.id - Hasil rapid test sebelas warga Kabupaten Sumedang positif COVID-19, Kamis (2/4/2020) jam 16.00 WIB. Bupati Sumedang...

FMKKS Sumedang: Dana BOS Bisa Digunakan untuk Pencegahan Corona

SUMEDANG, ruber.id - Pandemi corona membuat berbagai kegiatan dan penyelenggaraan pendidikan yang bersumber dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tidak dapat dilaksanakan.