DPRD Dukung Rencana Pembangunan Sport Center Pangandaran

  • Bagikan
KETUA DPRD Pangandaran Asep Noordin dukung rencana pembangunan sport center di Purbahayu. dede/ruber.id

BERITA PANGANDARAN, ruber.id – Pemkab Pangandaran sedang menyusun rencana pembangunan pusat kegiatan olahraga atau sport center di daerah Purbahayu. Rencana itu didukung oleh DPRD setempat.

Ketua DPRD Pangandaran Asep Noordin mengatakan, pembangunan sport center di kawasan perbukitan Purbahayu tidak hanya untuk kegiatan olahraga. Tapi berfungsi juga sebagai tempat evakuasi.

Hal itu berkaitan dengan adanya potensi bencana yang menurut para ahli dikenal dengan istilah megatrust pantai selatan.

“Kalau pembangunan ini dipandang kurang memiliki urgensi atau dianggap kurang prioritas, ada tujuan lain dari rencana kami membuat sport center,” kata Asep, Jumat (26/11/2021).

Yakni untuk persiapan atau mitigasi bencana. Menurutnya, sport center bisa dijadikan lokasi evakuasi seandainya terjadi hal yang tidak diinginkan di pesisir.

Olahraga Sepakbola Nyaris Tak Terdengar

Denyut olahraga sepakbola di Kabupaten Pangandaran nyaris tak terdengar. Bahkan dapat dikatakan mati suri.

Dampak pandemi Covid-19 juga semakin memperparah lesunya olahraga sepakbola di daerah pesisir selatan Jawa Barat ini.

Beberapa indikator bisa terlihat dari tidak adanya kompetisi atau geliat klub sepakbola di Pangandaran.

Asep mengakui hal tersebut. Dirinya yang juga menjabat sebagai Askab PSSI Pangandaran menyebutkan, ada beberapa persoalan yang dihadapi olahraga sepakbola di daerahnya.

Namun, ke depan ada harapan, seiring dengan meredanya pandemi Covid-19. Kemudian di tingkat provinsi ada penyegaran kepengurusan.

“Mudah-mudahan saja ini membawa angin segar bagi olahraha sepakbola di Kabupaten Pangandaran,” kata Asep.

Asep menuturkan, salah satu permasalahan atau kendala yang krusial adalah, Pangandaran belum memiliki sarana lapangan sepakbola yang memadai untuk dijadikan home base.

“Kita memang belum punya sarana prasarana, terutama stadion atau lapang. Ini memang penting, apalagi lapang sepakbola di desa-desa juga semakin berkurang,” tuturnya.

Namun bukan hanya olahraga sepakbola, rencananya membangun sport center. Dengan adanya itu diharapkan sepakbola di Pangandaran bisa menggeliat kembali.

Selain soal sarana dan prasarana, kata Asep, membenahi atau menggeliatkan sepakbola di Pangandaran juga harus menyasar sumber daya manusia para pengurus, pemain, pelatih dan lainnya.

“Perlu dilakukan penyamaan persepsi, perlu dilakukan harmonisasi agar semua pihak yang memiliki ketertarikan dalam olahraga ini berada dalam satu tujuan yang sama,” terangnya.

Selain itu, kata Asep, juga harus disiapkan atau dibenahi sumber daya manusianya. Dengan demikian harapan bangkitnya sepakbola Pangandaran bisa terwujud. (R002)

  • Bagikan