SPORTS  

Derby Milan: Taktik Agresif vs Pragmatis

Taktik Agresif versus Pragmatis di Inter vs Milan
Derby Milan antara Inter vs AC Milan akan berlangsung Senin (24/11/2025) dini hari pukul 02.45 WIB.

SPORTS, ruber.id – Duel besar bertajuk Derby Milan, Inter vs AC Milan akan tersaji di matchday 12 Serie A 2025/2026, Senin (24/11/2025) dini hari. Kickcoff pukul 02.45 WIB.

Menjelang laga, Pelatih Inter Cristian Chivu memberikan gambaran jelas mengenai pendekatan yang akan dibawa Inter ke lapangan.

Yakni, Inter akan bermain agresif untuk menggempur taktik pragmatis Allegri pada Derby Milan kali ini.

Meskipun tidak mengatakannya secara gamblang, sang pelatih menegaskan filosofi yang ingin dipertahankan timnya.

“Bukan mengubah, tetapi menambahkan,” ungkap Chivu dikutip ruber.id dari akun X jurnalis Italia Pasquale Guarro, Minggu (23/11/2025).

GuarroPas menyebutkan, pernyataan itu muncul, saat Chivu ditanya apakah Inter akan beradaptasi dengan gaya bermain Massimiliano Allegri.

Baca juga:  Brentford Tebus Bek Muda Austria Jannik Schuster dari Salzburg

Allegri sendiri, dikenal dengan taktik pragmatis dan tajam dalam memanfaatkan celah, atau tetap teguh pada identitas agresifnya.

Di satu sisi, Milan di bawah Allegri tampil disiplin, efektif, dan berbahaya dalam transisi.

Di sisi lain, Inter musim ini tampil menyerang, vertikal, dan penuh tekanan tinggi.

Analisis umum menyebut, dengan gaya bermain seperti itu, Inter berpotensi tampil terlalu terbuka. Sehingga, mudah diserang balik.

Namun, Chivu tidak menghindar dari pertanyaan kunci: apakah akan menyesuaikan diri dengan risiko tersebut?

Jawabannya jelas: Inter tidak akan meninggalkan jati dirinya.

Menurut Chivu, yang perlu dilakukan bukan mengubah sistem. Tetapi, menambahkan elemen kerja keras tanpa bola. Terutama, ketika kehilangan penguasaan di sepertiga akhir.

Baca juga:  Bela Florian Wirtz, Klopp: Tukang Kritik Akan Menelan Ucapan Sendiri!

Ia mencontohkan gol Scott McTominay saat Inter menghadapi Napoli, yang lahir dari lemahnya respons defensif.

Inter terlambat turun, posisi berantakan, dan tidak siap menghadapi umpan panjang sederhana dari Spinazzola.

Bagi Chivu, jika Inter ingin terus mempertahankan pressing tinggi dan permainan langsung, sikap dan kesigapan dalam mencegah transisi menjadi hal mutlak.

Gaya itu menuntut fokus penuh, antisipasi yang terus menyala, serta disiplin maksimal dalam menjaga keseimbangan.

Karena itu, kalimat “Bukan mengubah, tetapi menambahkan.” menjadi indikasi kuat bahwa Inter tetap akan menekan tinggi dan berusaha mengambil inisiatif.

Bahkan, terhadap Milan yang dikenal sangat efektif memanfaatkan ruang.

Chivu seolah menegaskan bahwa Inter tidak akan turun terlalu dalam atau menunggu.

Baca juga:  Inter Permanenkan Manuel Akanji Usai Kunci Scudetto

Melainkan, tetap agresif dalam menekan sejak awal sembari menambah ketelitian dalam transisi negatif.

“Dengan kata lain, Inter siap mengambil risiko. Tetapi, dengan persiapan,” kata GuarroPas. ***