SPORTS, ruber.id – Nasib Fabio Grosso sebagai pelatih Fiorentina berada di ujung tanduk setelah La Viola menelan tiga kali kekalahan beruntun di awal musim kompetisi 2026/2027 ini.
Pada tiga laga Serie A, La Viola belum mampu meraih satu pun kemenangan dan menjadi juru kunci dengan nilai 0 besar.
Fiorentina terpuruk di awal musim, Fabio Grosso di ujung tanduk
Dikutip ruber.id dari akun X jurnalis Italia Nicolo Schira, rentetan hasil buruk itu, membuat posisi Grosso mulai berada dalam tekanan.
Rekornya di kasta tertinggi sepak bola Italia, juga menjadi perhatian.
“Mengingat, setiap kali menangani tim Serie A, ia belum mampu membawa timnya meraih kemenangan,” ungkap Schira, Minggu (6/9/2026).
Musim ini, Fiorentina mengawali kompetisi dengan kekalahan telak 0-4 dari AS Roma pada pekan pertama.
Hasil tersebut, menjadi sinyal awal bahwa Grosso menghadapi pekerjaan berat di Florence.
Situasi semakin memburuk pada pertandingan berikutnya.
Bermain di kandang sendiri, Fiorentina justru dipermalukan tim promosi Frosinone dengan skor 0-3.
Kekalahan tersebut, membuat kritik terhadap Grosso semakin deras.
Alih-alih bangkit, Fiorentina kembali menelan hasil negatif pada pertandingan ketiga.
La Viola kalah 1-2 dari Torino di hadapan pendukungnya sendiri, meski sempat unggul 1-0.
Dengan demikian, Fiorentina telah mencatat tiga kekalahan beruntun, kebobolan sembilan gol dan hanya mampu mencetak satu gol.
Start tersebut, jelas jauh dari ekspektasi Fiorentina maupun para suporter.
Catatan Grosso di Serie A pun, kembali menjadi sorotan.
Sebelumnya, ketika menangani Brescia, masa baktinya berlangsung sangat singkat.
“Grosso, hanya memimpin tiga pertandingan sebelum dipecat oleh presiden klub Massimo Cellino,” jelas Schira.
Kini, sejarah buruk itu berpotensi terulang di Fiorentina jika performa tim tak segera mengalami perubahan.
Tekanan terhadap Grosso mulai meningkat dan pertandingan berikutnya akan menjadi ujian penting untuk menentukan masa depannya di kursi pelatih La Viola.
Fiorentina, membutuhkan perubahan secepatnya.
Jika tren negatif terus berlanjut, bukan tidak mungkin Grosso harus kembali menghadapi situasi yang pernah dialaminya bersama Brescia.***






