Curug Sabuk Sumedang, Berwisata sambil Jelajahi Hutan Kaya Oksigen

  • Bagikan
Img
Img

BERITA SUMEDANG, ruber.id – Jika Anda merupakan penyuka curug atau air terjun, maka ketika berkunjung ke
Sumedang, jangan lewatkan objek Wisata Curug Sabuk.

Curug ini terletak di Desa Margamekar, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang.

Curug Sabuk memiliki enam buah curahan air dengan ketinggian yang berbeda-beda. Curahan tertinggi mencapai 70 meter.

Uniknya, terdapat dua curahan air yang berdekatan, membentuk formasi sebagai curug kembar.

Di hari biasa, tak banyak orang berkunjung ke tempat ini. Namun di hari libur, Curug ini selalu ramai dikunjungi wisatawan.

Tak dipungkiri, tempat ini memang sangat menawan dan mampu menyajikan sensasi yang berbeda dibanding wisata alam lainnya.

Perjalanan ke arah curug selepas jalan besar, akan disambut hamparan sawah luas dengan latar bukit-bukit.

Disambung dengan jalan setapak di sisi sungai hingga memasuki hutan yang cukup rapat dengan kondisi jalan menantang dan kian menanjak.

Selanjutnya, ada turunan serta melipir punggung bukit hingga melewati aliran sungai.

Jika beruntung, di perjalanan bisa bertemu dengan hewan-hewan hutan seperti lutung, kera, dan kucing hutan.

Ada beberapa buah air terjun di sini, dengan ketinggian yang berbeda-beda.

Air yang mengalir dari bagian atas curug cukup jernih, dingin dan menyegarkan.

Selain pemandangannya yang memesona, penduduk lokal Margamekar yang berdekatan dengan Curug Sabuk juga sangat ramah.

Sehingga, wisatawan lokal maupun asing tidak merasa sebagai ‘orang asing’ atau tamu di sini.

Dani Rismawan, 35, pengunjung curug, merasa nyaman berada di sekitar curug ini.

“Udaranya sejuk dan bikin betah. Sepertinya kadar oksigen di sini sangat tinggi, sehingga membuat tubuh terasa segar. Selain itu, warga di sini ramah-ramah,” katanya.

Dani menyarankan, bagi mereka yang berniat berkunjung ke Curug Sabuk, sebaiknya menyewa jasa guide dari penduduk lokal, agar bisa menelusuri tiap sudutnya.

“Soalnya, lokasi curug ini di dalam hutan. Untuk sampai ke curug, harus melewati medan alam yang menantang. Mulai dari areal pesawahan, hutan pinus, kebun salak, malah menyeberangi sungai juga, dengan jalan yang menanjak dan menurun,” ungkap Dani.

Untuk mengakses curug cantik ini, memang mau tak mau harus dengan berjalan kaki.

Pastilah melelahkan, namun bakal terobati dengan suasana alam yang asri dan menyegarkan. eta

  • Bagikan