Saturday, 11 Jul 2020

Cukup “Sila Sidakep”, Dokumen Kependudukan Warga Sumedang Diantar Sampai Rumah

Baca Juga

RSUD Pangandaran Bakal Butuh 30 Dokter Umum dan Spesialis, Berminat?

PANGANDARAN, ruber -- Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Dinas Kesehatan Pangandaran Yayan Barlian mengatakan, selain 450 tenaga medis non medis, RSUD Pangandaran juga bakal...

Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Polsek dan Warga Jatinangor Operasi Bersih

JATINANGOR, ruber.id - Polsek Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat melaksanakan kegiatan operasi bersih-bersih, Sabtu (14/3/2020). Kegiatan dalam rangka meningkatkan kebersihan...

Hati-hati! Ini Tanda Sistem Transmisi Matik Konvensional Bermasalah

Hati-hati! Ini Tanda Sistem Transmisi Matik Konvensional Bermasalah ruber.id – Saat ini mobil bertransmisi matik menjadi salah satu pilihan terpopuler untuk beraktivitas sehari-hari. Namun demikian, mobil matik...

Warga Wado Sumedang Masih Lihat Ada Pergerakan Buaya, Ini Kata Satker Waduk Jatigede

SUMEDANG, ruber.id - Warga pesisir Waduk Jatigede, Kabupaten Sumedang, terutama di perairan blok Desa Cisurat, Kecamatan Wado masih melihat adanya pergerakan buaya...

SUMEDANG, ruber.id – Di masa pandemi COVID-19 ini, Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sumedang meluncurkan program Sila Sidakep.

Program ini merupakan pelayanan dokumen kependudukan via online yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Sumedang.

Kepala Disdukcapil Kabupaten Sumedang Achmad Kusnadi menjelaskan, di tengah Pandemi COVID-19 ini pihaknya dituntut untuk tetap bisa melayani masyarakat.

“Upaya yang paling aman yaitu dengan menyelenggarakan pelayanan secara daring atau online,” jelasnya.

Karena alasan ini pula, kata Ahmad, Disdukcapil Sumedang meluncurkan Aplikasi Layanan Sistem Daring Kependudukan yang disingkat SilaSidakep.

Aplikasi ini, kata Ahmad, telah diluncurkan sejak 30 Maret 2020, tepat sepekan setelah penutupan sementara Mal Pelayanan Publik (MPP) Sumedang.

Istilah SilaSidakep sendiri, kata Ahmad, berasal dari bahasa Sunda, yang terdiri dari dua kata.

Yaitu sila atau duduk bersila, dan sidakep atau berpangku tangan.

“Jadi Sila Sidakep ini diartikan sebagai pemohon dokumen cukup duduk manis di rumah, tanpa harus pergi ke kantor pelayanan,” sebutnya.

Istilah ini, kata Ahmad, dipakai untuk mendukung tagar #dirumahsaja yang didengungkan selama masa pandemi COVID-19.

Yang mana, istilah ini agar masyarakat dapat dengan sadar dan mandiri melakukan social atau physical distancing.

“SilaSidakep bukan saja merupakan upaya Disdukcapil, agar dapat melayani penerbitan dokumen kependudukan selama pandemi.”

“Tetapi juga sebagai upaya menerapkan protokol pencegahan penyebaran COVID-19,” terangnya.

Ahmad menjelaskan, dengan aplikasi ini, masyarakat tidak perlu keluar rumah untuk mengurus dokumen kependudukan ke Disdukcapil.

Tapi, cukup di rumah saja dan mengajukan pendaftaran melalui web aplikasi SilaSidakep melalui http://silasidakep.sumedangkab.go.id.

Dalam prosesnya, kata Ahmad, setelah memilih layanan dan mengunggah berkas persyaratan, pemohon dapat memantau perkembangan proses penerbitan dokumen yang dimohon.

Apakah berlanjut ke proses selanjutnya, hingga pengiriman dokumen atau ditolak.

“Aplikasi SilaSidakep bekerja layaknya ban berjalan. Ketika petugas front-office menyatakan permohonan dapat diproses, berkas akan dialihkan ke petugas pemroses.”

“Kemudian berlanjut sampai ke petugas pencetakan dokumen dan terakhir di petugas pengiriman dokumen,” ucapnya.

Selain menerima permohonan dari penduduk, lanjut Ahmad, aplikasi ini juga dapat digunakan untuk mengunggah berkas persyaratan dari Petugas Pendaftaran Penduduk di kecamatan dalam menerbitkan Kartu Keluarga (KK).

“Bila dibandingkan dengan permohonan dokumen kependudukan pada saat sebelum diluncurkan SilaSidakep, total 500 pemohon perhari untuk seluruh layanan dokumen.”

“Sedangkan saat ini, hanya dengan layanan KK dan e-KTP saja, jumlah pemohon sudah hampir sama,” terangnya.

Aplikasi SilaSidakep ini, kata Ahmad, akan sangat mungkin dikembangkan lebih maksimal sesuai kebutuhan.

Selain itu juga akan terus diimplementasikan, bukan hanya pada masa pandemi COVID-19 saja, melainkan juga untuk pelayanan administrasi kependudukan selanjutnya.

“Mudah-mudahan bisa terus dikembangkan. Bukan hanya sekarang saat pandemi saja. Tetapi juga paskapandemi corona ini,” tuturnya. (R003)

BACA JUGA: Selama Pandemi Corona, BNNK Sumedang Tangani 5 Penyalahguna Narkotika

Komentar

loading...

Artikel Terbaru

Tolak RUU HIP, Ribuan Warga Sumedang Bakal Kepung Gedung DPRD Minggu Besok

SUMEDANG, ruber.id - Sebanyak 42 Ormas, OKP, dan perkumpulan lainnya di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat siap mengikuti aksi menolak RUU HIP, Minggu...

Gara-gara Ada Tambahan Positif Corona, Pelajar di Sumedang Belum Bisa ke Sekolah

SUMEDANG, ruber.id - Kembali bertambahnya kasus positif COVID-19 pada masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Kabupaten Sumedang, membuat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)...

Korupsi Infrastruktur, KPK Amankan Dokumen Penting di Kota Banjar

KOTA BANJAR, ruber.id - Penggeledahan Rumah Dinas Wali Kota Banjar dan kantor Dinas PU Kota Banjar, yang dilakukan KPK terkait kasus korupsi...

Agar UMKM di Tasikmalaya Tidak Terpuruk, Ini yang Dilakukan Kementerian Koperasi

TASIKMALAYA, ruber.id - Sebagai upaya menyelamatkan usaha mikro kecil dan menengah agar tidak terpuruk di masa pandemi COVID-19,...

Beredar Video MAF, Pasien Positif COVID-19 di Sumedang: Jagjag Waringkas, Jangan Panik Oke?

SUMEDANG, ruber.id - Setelah diamankan tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Sumedang karena terkonfirmasi positif COVID-19, video MAF beredar di pesan...