Cuaca Dingin, Persawahan Pangandaran Tertutup Kabut

  • Bagikan
Cuaca Dingin Persawahan Pangandaran Tertutup Kabut

BERITA PANGANDARAN, ruber.idCuaca dingin yang masyarakat Pangandaran rasakan dalam sepekan terakhir ini akibat dari fenomena monsoon dingin di Australia.

Fenomena ini akan berlangsung dari bulan Juni hingga puncak musim kemarau atau September nanti.

Cuaca dingin bahkan sampai memunculkan kabut, terutama malam hingga pagi hari.

Pantauan ruber.id, meskipun waktu menunjukkan jam 08.00 WIB, kabut belum tersingkap di persawahan Kampung Bontos, Desa Cintaratu, Parigi.

Warga setempat, Iyus Rusdi, 27, mengaku, sepekan terakhir ini Pangandaran berasa di Bandung.

“Berrr… dingin bos. Berasa di Lembang, Bandung,” katanya kepada ruber.id di persawahan, Ahad (23/6/2019).

Sementara dari informasi yang ruber himpun, Peneliti Cuaca dan Iklim BMKG Provinsi Jawa Barat Muhamad Iid Mujtahiddin menjelaskan, suhu dingin yang terjadi di Jawa Barat. Maupun secara umum di Pulau Jawa, merupakan fenomena wajar.

Baca juga:  DPRD Pangandaran Setujui Pertanggungjawaban APBD 2020

Hal ini, kata dia, menandakan akan datangnya periode musim kemarau.

“Untuk Jawa Barat, periode musim kemarau datang pada bulan Juni. Sengan terlebih dahulu masuk di wilayah sekitar Pantura. Kemudian bergerak ke arah Selatan,” ujarnya.

Iid menuturkan, selain faktor musim kemarau, ada juga pengaruh musim dingin yang terjadi di Australia.

“Saat musim kemarau, angin yang bertiup melewati Jawa Barat adalah angin Pasat Tenggara. Atau Angin Timuran dari arah Benua Australia.”

“Pada bulan Juli, Agustus, September di Australia sedang mengalami puncak musim dingin. Sehingga, suhunya relatif lebih dingin dari musim penghujan,” tuturnya.

Iid menambahkan, berdasarkan pantauan alat pengukur suhu udara, selama bulan Juni 2019 suhu udara terendah tercatat 17 derajat celcius pada Jumat (21/6/2019).

Baca juga:  Pembangunan Dam Parit di Pangandaran Senilai Rp1,2 Miliar

“Dengan karakteriatik cuaca seperti ini, kami mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kondisi badan agar tetap fit.”

“Salah satu di antaranya, selalu mengenakan baju hangat atau jaket saat bepergian ke luar rumah dan mengonsumsi buah-buahan serta sayuran,” katanya. dede ihsan

  • Bagikan