Belajar dari Ketua RT Mendunia, Bupati Dony Perkuat Digitalisasi dan Pengelolaan Sampah di Sumedang

Belajar dari Ketua RT Mendunia, Bupati Dony
Ist/ruber.id

NEWS, ruber.id – Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir mendapat inspirasi dari inovasi pengelolaan lingkungan yang dikembangkan Taufiq Supriadi Yusuf.

Taufiq, merupakan aktivis lingkungan sekaligus Ketua RT 08/RW 04, Malaka Jaya, Duren Sawit, Jakarta Timur, yang kiprahnya dikenal hingga tingkat internasional.

Pertemuan keduanya berlangsung di Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Sabtu (10/10/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Dony memperkenalkan sistem pemerintahan berbasis digital.

Selain itu, Dony juga mengajak Taufiq melihat langsung praktik pengolahan sampah organik di lingkungan PPS.

Rangkaian kunjungan, diawali dengan meninjau Command Center Pemkab Sumedang.

Setelah itu, keduanya melihat fasilitas pengolahan sampah di area belakang PPS. Termasuk, proses pembuatan kompos dan pemanfaatan maggot sebagai pakan ikan yang dibudidayakan di kolam pada saluran air.

Bupati Dony belajar dari ketua RT mendunia

Dony menilai, pengalaman Taufiq menunjukkan bahwa inovasi lingkungan tidak harus selalu dimulai dari program berskala besar.

Langkah sederhana di tingkat masyarakat pun, dapat memberikan dampak luas apabila dikelola secara konsisten dan berkelanjutan.

“Saya bersyukur hari ini kedatangan tamu istimewa, luar biasa, namanya Pak Taufiq. Ketua RT dari Malaka Jaya, Jakarta Timur. Beliau adalah ketua RT yang mendunia,” ujar Dony.

Baca juga:  Warga Pamulihan dan Sumedang Utara Positif Corona, Total Kasus Jadi 96 Orang

Menurutnya, salah satu gagasan menarik yang menjadi inspirasi adalah pemanfaatan saluran air menjadi kolam ikan.

Konsep tersebut, memperlihatkan bagaimana ruang yang tersedia dapat dioptimalkan untuk mendukung pengelolaan lingkungan.

Selain itu, memberikan manfaat tambahan bagi masyarakat.

Dony berharap, berbagai inovasi serupa dapat terus dikembangkan di Sumedang agar pengelolaan sampah tidak berhenti pada proses pembuangan. Tetapi, berlanjut menjadi kegiatan produktif yang memberikan nilai guna.

Di sisi lain, Dony juga menjelaskan pemanfaatan Command Center sebagai pusat integrasi data dan informasi pemerintahan.

Melalui fasilitas ini, pemerintah daerah dapat memantau berbagai sektor. Mulai dari realisasi APBD, pendapatan dan belanja daerah, kondisi infrastruktur, pelayanan kesehatan, hingga pelaksanaan program pembangunan.

Data yang terhimpun menjadi salah satu landasan bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan dan menetapkan prioritas pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Ini big data kami sebagai referensi untuk membuat keputusan. Prinsipnya, good data, good decision, good result. Data yang baik menghasilkan keputusan yang baik dan hasil yang baik,” katanya.

Baca juga:  Rest Area Tol Cisumdawu Ada Kedai Kopi Asli Sumedang

Dony menegaskan, digitalisasi pemerintahan bukan sekadar menghadirkan teknologi. Melainkan juga, membangun sistem kerja yang lebih transparan, responsif, dan akuntabel.

Dengan dukungan data yang terintegrasi, pelaksanaan program dapat dipantau secara lebih terukur sehingga pengambilan keputusan menjadi lebih tepat sasaran.

Taufiq apresiasi Pemkab Sumedang

Sementara itu, Taufiq memberikan apresiasi terhadap upaya Pemkab Sumedang dalam mengolah sampah organik menjadi produk yang bermanfaat.

Taufiq menilai, pendekatan tersebut merupakan langkah nyata untuk mengurangi beban lingkungan sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem.

“Ini keren banget. Memanfaatkan sampah organik untuk kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat. Ini berarti kita ikut menjaga bumi, karena keanekaragaman hayati tetap terjaga,” ungkap Taufiq.

Ia menjelaskan, sampah organik dapat diolah menjadi kompos untuk menyuburkan tanaman. Sementara itu, maggot dapat dimanfaatkan sebagai sumber pakan ikan.

Dengan pola tersebut, sampah tidak lagi dipandang semata-mata sebagai limbah, melainkan sebagai sumber daya yang masih memiliki nilai manfaat.

Menurut Taufiq, penerapan sistem pengolahan seperti ini dapat membangun siklus pemanfaatan sumber daya yang lebih efisien.

Baca juga:  Masih Buka Saat Corona Mewabah, Satpol PP Sumedang Tutup Karaoke di Jatinangor

Selain mengurangi sampah yang berakhir di tempat pembuangan, proses tersebut juga mendukung kebutuhan tanaman dan hewan.

Ia menambahkan, persoalan lingkungan yang dihadapi Jakarta maupun Sumedang memiliki sejumlah kesamaan. Mulai dari perubahan iklim dan polusi udara, hingga ancaman terhadap keanekaragaman hayati.

Karena itu, upaya menjaga bumi perlu dimulai dari lingkungan terdekat, termasuk rumah tangga dan kawasan permukiman.

Pemilahan serta pengolahan sampah sejak dari sumbernya menjadi langkah konkret yang membutuhkan keterlibatan pemerintah dan masyarakat secara bersama-sama.

Taufiq juga mengingatkan bahwa keberhasilan inovasi lingkungan sangat bergantung pada kesinambungan pelaksanaannya.

Pembagian tugas yang jelas, penerapan standar operasional prosedur (SOP), serta partisipasi aktif warga menjadi faktor penting agar program yang telah berjalan tidak terhenti di tengah jalan.

Pertemuan tersebut memperlihatkan bahwa penguatan tata kelola pemerintahan dan pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan.

Pemanfaatan teknologi untuk mendukung keputusan pemerintah, disertai inovasi pengelolaan sampah yang melibatkan masyarakat, menjadi langkah penting dalam membangun daerah yang lebih berkelanjutan.***