Minggu, 20 Sep 2020

Bahas Sistem Pilkada, IPDN Jatinangor Gelar Focus Group Discussion

Baca Juga

Belasan Rumah di 3 Kecamatan di Ciamis Rusak Diterjang Puting Beliung

PAMARICAN, ruber.id - Belasan rumah di tiga kecamatan di Ciamis, Jawa Barat rusak diterjang pohon tumbang dan angin puting beliung, Rabu (26/2/2020)...

Dua Rumah di Sumedang Diterjang Longsor, BPBD Imbau Warga Siaga

Dua Rumah di Sumedang Diterjang Longsor, BPBD Imbau Warga Siaga SUMEDANG, ruber.id -- Dua rumah warga di Dusun Nagrak RT 03/11, Desa Girimukti, Kecamatan Sumedang...

Bocah 13 Tahun Hilang Tenggelam di Sungai Cimanuk Garut

Bocah 13 Tahun Hilang Tenggelam di Sungai Cimanuk Garut GARUT, ruber.id -- Habibi, bocah umur 13 tahun hilang tengelam di Sungai Cimanuk, tepatnya di Kampung...

Anggaran Potong Rumput Minim, 11 Taman di Pangandaran Terancam “Sareukseuk”

PANGANDARAN, ruber -- Biaya potong rumput taman kota dan taman hutan di Kabupaten Pangandaran sangat minim. Kondisi ini membuat 11 taman yang ada di Kabupaten...

JATINANGOR, ruber.id – IPDN kampus Jatinangor melalui Lembaga Riset dan Pengkajian Strategi Pemerintahan menggelar Focus Group Discussion (FGD), Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Kamis (12/3/2020).

FGD mengusung tema Sistem Pemilihan Kepala Daerah (Kajian Teoritik, Empirik dan Futuristik).

Kepala Biro Administrasi, Kerjasama, dan Hukum Baharuddin Pabba, FGD diikuti 120 orang yang terdiri dari perwakilan dosen dan praja IPDN.

Selain itu, dari perwakilan dosen dan mahasiswa/i PTN di Bandung dan sekitarnya.

“FGD digelar dalam rangkaian Dies Natalis ke 64 IPDN. Acara ini akan diselenggarakan tiap triwulan oleh Lembaga Riset dan Pengkajian Strategi Pemerintahan IPDN,” ucapnya.

Baharuddin menjelaskan, latar belakang diangkatnya tema FGD kali ini yakni mengenai sistem pemilihan kepala daerah (Pilkada).

Hal ini, kata Baharuddin, mengacu pada fenomena hiruk pikuk perdebatan sistem pemilihan kepala daerah yang sedang berkembang di Indonesia.

Selain itu, kata Baharuddin, beberapa waktu lalu, Mendagri gencar memikirkan bagaimana sistem pemilihan kepala daerah yang ideal untuk Indonesia.

Hal ini, dilakukan semata-mata demi terciptanya Pilkada yang makin baik dan sukses di Indonesia.

“Semoga dengan adanya FGD ini, dapat memberikan ide-ide atau masukan kepada pemerintah, khususnya terkait IPDN,” katanya.

Kegiatan ini, lanjut Baharuddin, dilaksanakan untuk mendukung dan menguatkan kapasitas dosen IPDN.

Khususnya, dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama penguatan pada bidang penelitian dan pengkajian.

Sementara itu, dalam FGD ini, hadir mewakili Plt Rektor IPDN, Wakil Rektor Bidang Akademik Deti Mulyati.

Didampingi Kepala Lembaga Riset dan Pengkajian Strategi Pemerintahan IPDN Juanda.

Hadir pula, perwakilan pejabat fungsional akademik di lingkungan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

FGD menghadirkan narasumber kompeten dan kredibel di bidangnya masing-masing.

Terdiri dari Guru Besar Riset Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Siti Zuhro.

Kemudian Ketua STIA LAN Bandung Deddy Mulyadi, dan Lektor Kepala Universitas Padjadjaran (Unpad) Mudiyati Rahmatunisa.

Dengan moderator Focus Group Discussion yaitu Lektor Kepala IPDN Baharudin Thahir. (R003)

Baca berita lainnya: Bergerak Maju Menuju Industri 4.0, IPDN Adakan Seminar Nasional

Komentar

loading...

Artikel Terbaru

Sumedang Perketat Pengawasan Seiring Meningkatnya Kasus COVID-19

SUMEDANG, ruber.id - Seiring meningkatnya kasus virus corona, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Kabupaten Sumedang akan lebih meningkatkan pengawasan.

Dua Rumah di Pamulihan Sumedang Ludes Terbakar

SUMEDANG, ruber.id - Dua rumah panggung di Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang ludes terbakar, Sabtu (19/9/2020) malam sekitar jam 20.15 WIB.

Ratu Dangdut Elvy Sukaesih Positif COVID-19

NASIONAL, ruber.id - Ratu Dangdut  Elvy Sukaesih positif COVID-19 dan dikabarkan harus menjalani perawatan di rumah sakit. Putri Umi Elvy yaitu...

BJB Pangandaran Ngadigi, Digitalkan Sejumlah Objek Wisata

PANGANDARAN, ruber.id - Bank BJB bekerjasama dengan Pemkab Pangandaran, Jawa Barat dalam pengaplikasian QRIS atau Quick Response Code Indonesian Standard.

Sudah 4 Orang Meninggal karena COVID-19, Masih Banyak Warga Sumedang Melanggar Prokes

SUMEDANG, ruber.id - Sejak pandemi Covid-19 bulan Maret 2020 lalu, sudah ada empat warga Kabupaten Sumedang, Jawa Barat yang terkonfirmasi virus corona...