Monday, 25 May 2020

Awasi Pemudik dari Zona Merah, 93 Kades di Pangandaran Diminta Laporkan Data Perantau

Baca Juga

Ketat! Kuota CPNS Hanya 235 Orang, Ribuan Warga Sumedang Harus Bersaing dengan Pendaftar asal Luar Daerah

Ketat! Kuota CPNS Hanya 235 Orang, Ribuan Warga Sumedang Harus Bersaing dengan Pendaftar asal Luar Daerah SUMEDANG, ruber.id -- Persaingan untuk menjadi seorang Calon Pegawai...

Balita asal Cianjur Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

CIANJUR, ruber.id - Riko, balita umur 2 tahun yang tenggelam di Sungai Cibala, Cianjur, Jawa Barat ditemukan tim SAR gabungan, Senin (24/2/2020)...

Cegah Corona, DPRD Pangandaran Sediakan Tempat Cuci Tangan di Pasar Pananjung

PANGANDARAN, ruber.id - Di tengah pandemi virus Corona (COVID-19), DPRD Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat sediakan tempat cuci tangan di Pasar Tradisional...

Ada-ada Saja…Gegara Terlilit Utang, Pria Ini Pura-pura Mati

ruber -- Robi Anjal, pria asal Pontianak, Kalimantan Barat, harus berurusan dengan polisi di Kabupaten Sampang, Madura. Gara-garanya, dia pura-pura mati, lalu hidup lagi. Tidak...

PANGANDARAN, ruber.id – Derasnya arus mudik dari zona merah COVID-19 dikhawatirkan akan memperluas penyebaran penyakit yang disebabkan oleh virus Corona.

Pemkab Pangandaran, Jawa Barat melakukan pengawasan dengan mencegat kendaraan di perbatasan wilayah.

Penjagaan perbatasan melibatkan petugas TNI/Polri serta ASN bidang kesehatan dan Dinas Perhubungan Pangandaran.

Pemeriksaan dilakukan di lima titik, di antranya jalur utama perbatasan Kecamatan Padaherang-Banjarsari; Kalipucang-Cilacap Jawa Tengah.

Kecamatan Langkaplancar-Banjaranyar Ciamis; Sindangsari Cimerak-Cikatomas Tasikmalaya; dan Kertamukti Cimerak-Cikalong Tasikmalaya.

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan, pemeriksaan di perbatasan sudah dilakukan sejak Selasa (31/3/2020) kemarin.

Akibat dari merebaknya wabah dahsyat COVID-19 itu, banyak perantau asal Pangandaran kembali ke kampung halamannya.

“Kami tak menuduh para perantau membawa virus, namun berdasarkan data sepekan lalu terjadi lonjakan orang dalam pemantauan (ODP),” katanya, Kamis (2/4/2020).

Maka dari itu, kata Jeje, pihaknya meminta para kepala desa (Kades) untuk mendata para pemudik di wilayahnya masing-masing.

Karena, selama ini data ODP itu berasal dari pemudik yang melapor atas kesadaran mereka sendiri.

Di sisi lain, Jeje meyakini masih banyak perantau yang mudik ke Pangandadan tidak melaporkan diri.

Meski begitu, pihaknya sudah melaporkan ke Gugus Tugas Covid-19 melalui sekretaris daerah (Sekda) agar ada upaya pendataan di 93 desa.

Selain itu, seluruh Kades pun telah dipanggil secara bergiliran selama 5 hari dan diminta untuk melaporkan data yang benar.

Jeje menyebutkan, sejak hari ini (pagi) diberlakukan pengisian formulir disertai kesanggupan isolasi mandiri selama 14 hari bagi pemudik.

Apabila mereka tidak disiplin, kata Jeje, maka akan dijadikan dasar untuk melakukan langkah sesuai Undang-undang.

Terlebih, jaringan pengaman sosial sedang dipersiapkan, terutama program yang mempunyai efek terhadap kebutuhan pokok dengan menggerakkan ekonomi masyarakat. (R002/dede ihsan)

BACA JUGA: 400 Perantau Mudik ke Pangandaran Saat Corona Mewabah

loading...

Komentar

Artikel Terbaru

Update Corona Pangandaran: 5 Orang Kontak Erat Dites Swab, 1 Pemudik Reaktif Rapid Test

PANGANDARAN, ruber.id - Tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat telah melakukan tracing kasus COVID-19. Hal itu menyusul...

Kasus Corona di Garut Terus Bertambah, Total 2585 ODP

GARUT, ruber.id - Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Garut, Jawa Barat merilis adanya tambahan 4 kasus baru ODP.

Korlesting Listrik, Ambulans di Tanjungsari Ludes Terbakar

TANJUNGSARI, ruber.id - Mobil ambulans yang sedang diperbaiki di Dusun Lanjung RT 01/06, Desa/Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang ludes terbakar.

Rumah Pensiunan asal Sumedang Utara Nyaris Ludes Terbakar

SUMEDANG UTARA, ruber.id - Dapur rumah milik Wahyu, 74, di Dusun Kebon Kalapa RT 01/05, Rancamulya, Sumedang Utara, Sumedang ludes terbakar.

Hari Lebaran, Pangandaran Digoyang Gempa 5.1 Magnitudo

PANGANDARAN, ruber.id - Bertepatan dengan hari raya Idul fitri 1441 Hijriyah, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat kembali digoyang gempa, Minggu (24/5/2020).