Saturday, 11 Jul 2020

Anggaran Penanganan COVID-19 di Kota Tasik Tak Transparan, DPRD Akan Buat Nota

Baca Juga

Tahun 2019, di Pangandaran Tercatat 44 Kejadian Kebakaran dengan Kerugian Mencapai 1 M

PANGANDARAN, ruber.id -- Di musim kemarau ini, banyak terjadi peristiwa kebakaran. Di Pangandaran saja, BPBD Kabupaten Pangandaran mencatat sebanyak 44 kejadian kebakaran selama tahun 2019. Berdasarkan...

Messi Jepang Lebih Pilih Gabung Real Madrid Ketimbang Barcelona

SPORT, ruber -- Takefusa Kubo, yang dijuluki Lionel Messi dari Jepang lebih memilih bergabung dengan Real Madrid, ketimbang berlabuh ke Barcelona. BACA JUGA: Pogba Lebih Pilih Gabung Real...

Banjir Lumpur Genangi Jalan Provinsi, Masuk ke Rumah Warga Cisitu Sumedang

SUMEDANG, ruber.id -- Banjir lumpur genangi Jalan Raya Umar Wirahadikusumah di Dusun Bakom, Desa Linggajaya, Kecamatan Cisitu, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Ahad (12/1/2020) pagi. Selain...

Partai Perindo Pangandaran Laporkan KPU ke Bawaslu

PANGANDARAN, ruber -- DPD Partai Perindo Kabupaten Pangandaran melaporkan KPU ke Bawaslu terkait salah cetak nama calon anggota DPRD di surat suara, Senin (22/4/2019). BACA...

TASIKMALAYA, ruber.id — Anggaran bantuan sosial (bansos) dan penanganan pandemi COVID-19 di Kota Tasikmalaya dinilai carut marut.

Bahkan, Pemerintah Kota Tasikmalaya dianggap tidak transparan. Hal itu menimbulkan pertanyaan bagi sejumlah pihak.

Di antaranya Perkumpulan Pedagang Masyarakat Tasikmalaya (Pepmatas) dan Forum Transportasi Masal (Fortal).

Karena itu, Selasa (2/6/2020), Pepmatas dan Fortal melakukan audiensi bersama DPRD Kota Tasikmalaya.

Kepada wartawan, Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H Aslim mengatakan akan membuat nota untuk memanggil dinas terkait dan wali kota.

“Kita akan membuat nota untuk memanggil dinas dan wali kota. Ada kemungkinan memanggil Tim Gugus Tugas,” ujarnya.

BACA JUGA: Update Corona Kota Tasikmalaya: Dalam Dua Pekan Tambah 4 Kasus Positif

Sementara Dewan Pembina Pepmatas dan Fortal, Nanang Nurjamil mengatakan, apa yang disampaikan pejabat publik selama ini tidak sesuai fakta di lapangan.

“Bantuan untuk penanganan COVID-19 carut marut. Harusnya ada manajemen yang jelas,” bebernya.

Nanang juga mempertanyakan mengapa baru sekarang ada koordinasi dengan RT/RW. Padahal, seharusnya dilakukan sejak dulu.

“Seharusnya dari dulu Dinas Sosial memanggil RT/RW atau melakukan safari. Berikan informasi yang jelas,” ungkapnya.

“Misalnya dijelaskan bahwa ada 10 jenis bantuan dalam penanganan COVID-19, namun di Kota Tasik hanya terealisasi 8 bantuan saja. Karena kan untuk kota tidak ada dana desa.”

Karena tidak ada sistem yang jelas, lanjut Nanang, akhirnya RT/RW mengambil kebijakan sendiri.

“Jadi harus jelas ya semuanya. Transparan,” tandasnya.

Nanang menambahkan bahwa dua hari ke depan, DPRD akan memanggil lagi semua pihak terkait.

“Dan kami akan hadir. Biar semua jelas. Transparansi anggarannya. Kalau ada honor dokter, APD dan lain-lain, jelaskan,” ungkapnya.

“Anggaran Rp81 M ini harus jelas bagaimana distribusinya. Harusnya tiap ada kebijakan, informasikan kepada media. Jadi jelas transparansi anggarannya.” (R020/Indra)

Komentar

loading...

Artikel Terbaru

Tolak RUU HIP, Ribuan Warga Sumedang Bakal Kepung Gedung DPRD Minggu Besok

SUMEDANG, ruber.id - Sebanyak 42 Ormas, OKP, dan perkumpulan lainnya di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat siap mengikuti aksi menolak RUU HIP, Minggu...

Gara-gara Ada Tambahan Positif Corona, Pelajar di Sumedang Belum Bisa ke Sekolah

SUMEDANG, ruber.id - Kembali bertambahnya kasus positif COVID-19 pada masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Kabupaten Sumedang, membuat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)...

Korupsi Infrastruktur, KPK Amankan Dokumen Penting di Kota Banjar

KOTA BANJAR, ruber.id - Penggeledahan Rumah Dinas Wali Kota Banjar dan kantor Dinas PU Kota Banjar, yang dilakukan KPK terkait kasus korupsi...

Agar UMKM di Tasikmalaya Tidak Terpuruk, Ini yang Dilakukan Kementerian Koperasi

TASIKMALAYA, ruber.id - Sebagai upaya menyelamatkan usaha mikro kecil dan menengah agar tidak terpuruk di masa pandemi COVID-19,...

Beredar Video MAF, Pasien Positif COVID-19 di Sumedang: Jagjag Waringkas, Jangan Panik Oke?

SUMEDANG, ruber.id - Setelah diamankan tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Sumedang karena terkonfirmasi positif COVID-19, video MAF beredar di pesan...