Sabtu, 8 Agu 2020

Anak Yatim di Pangandaran Segera Didata, Pemkab Akan Berikan Perhatian Khusus

Baca Juga

Pejabat SOPD Banyak yang Bolos Rapat Paripurna, Wabup Sumedang Murka

SUMEDANG, ruber -- Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan murka. Pasalnya, banyak pejabat Struktur Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) tidak menghadiri Rapat Paripurna DPRD Sumedang, Selasa...

Batal Resepsi di Tengah Wabah Corona, Pasutri Ciamis-Bogor Ini Bagikan Alat Kesehatan Usai Akad Nikah

CIAMIS, ruber.id - Di tengah wabah virus corona, berbagai kegiatan yang menimbulkan berkumpulnya banyak orang dilarang pemerintah. Termasuk resepsi pernikahan.

Angka Perceraian di Pangandaran Meningkat Drastis

PANGANDARAN, ruber -- Dalam dua tahun terakhir ini, angka perceraian di Pangandaran mengalami kenaikan. Kenaikannya cukup drastis. Jika pada tahun 2017, tercatat ada 202 kasus...

Jalan Rusak Jadi PR Bupati Garut yang Baru Dilantik

GARUT, ruber -- Bupati dan Wakil Bupati Garut baru saja dilantik pada Rabu (23/1/2019) lalu. Pelantikan Bupati yang belum lama itu, menjadi momen tepat...

PANGANDARAN, ruber.id – Anak yatim di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat masih kurang mendapat perhatian, lantaran selama 4 tahun lebih Pemkab fokus kepada urusan makro.

Di antaranya pendidikan dan biaya berobat gratis, infrastruktur serta penataan kawasan. Sehingga, berbagai urusan mikro semacam perhatian terhadap anak yatim masih kurang.

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengaku, hatinya terketuk untuk memberikan perhatian khusus terhadap anak yatim dan kaum dhuafa.

Selama 4 tahun lebih, kata Jeje, Pemkab fokus terhadap urusan makro. Untuk perhatian urusan mikro diakuinya memang kurang terperhatikan.

“Saya baru ingat, ada yayasan yang mengurus anak yatim piatu di Pangandaran,” kata Jeje di Islamic Center Kecamatan Pangandaran.

Dirinya mengakui, Yayasan Almaa’uuna itu belum tersentuh secara khusus oleh Pemkab Pangandaran. Maka dari itu, pihaknya akan membantu kebutuhan sekolah mereka (anak yatim).

“Perlengkapan sekolah seperti tas, sepatu, buku dan seragamnya kami bantu. Ini saatnya Pemkab hadir di tengah-tengah mereka,” ujarnya.

Bahkan, kata Jeje, di saat menjelang akhir masa kampanye nanti pihaknya akan mendata seluruh anak yatim piatu di Kabupaten Pangandaran.

“Kalau anak yatim piatu disatukan, kami bisa bantu untuk kebutuhan hidup sehari-harinya. Saya kira anggarannya tidak akan terlalu besar,” tuturnya.

Terlebih, pendidikan menjadi hal yang penting bagi anak yatim agar bisa melanjutkan sekolah dan menggapai cita-cita yang diinginkannya.

Bupati Jeje Berikan Santunan kepada Dhuafa dan Anak Yatim

Senin (27/7/2020) malam, Jeje Wiradinata bersama istrinya Ida Nurlaela dan putra keduanya memberikan santunan kepada kaum dhuafa dan ratusan anak yatim.

“Kalau boleh jujur, saya juga ditinggal sama orang tua terasa betul sedihnya. Apalagi mereka yang masih kecil, masih membutuhkan kasih sayang kedua orang tuanya,” ungkapnya.

Jeje menceritakan, dirinya dilahirkan dari keluarga yang sederhana. Lahir dari seorang ibu rumah tangga dan bapak seorang nelayan.

“Sengaja anak saya dibawa ke acara doa bersama dengan dhuafa dan anak yatim. Supaya dia tahu dan merasakan bagaimana jika ditinggal oleh kedua orang tua,” ucapnya.

Dalam acara tersebut, tampak hadir juga sejumlah anggota DPRD Pangandaran dan puluhan masyarakat di sekitar Islamic Center Pangandaran. (R002/dede ihsan)

BACA JUGA: Di Tengah Pandemi Corona, Grand Pangandaran Berikan Bantuan kepada Anak Yatim Piatu

Komentar

loading...

Artikel Terbaru

Hari Ini, 9 Warga Garut Positif Corona

GARUT, ruber.id - Gawat, ada penambahan 9 warga Kabupaten Garut, Jawa Barat terkonfirmasi positif corona, Jumat (7/8/2020). Humas Gugus...

Sopir Truk Kabur Setelah Seruduk 3 Motor di Jatinangor Sumedang, 1 Tewas dan Tiga Luka-luka

JATINANGOR, ruber.id - Truk tangki seruduk 3 sepeda motor di Jalan Raya Bandung-Garut, di Desa Mekargalih, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jumat (7/8/2020)...

BPJamsostek Raih Predikat WTM Untuk Laporan Keuangan dan Pengelolaan Program Tahun 2019

JAKARTA, ruber.id - BPJS Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK diberi amanah untuk mengelola empat program Dana Jaminan Sosial (DJS). Yaitu Jaminan...

Insentif Guru Honorer di Pangandaran Sudah Dicairkan Rp1.9 Miliar

PANGANDARAN, ruber.id - Insentif guru honorer di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat sudah dicairkan, anggarannya sekitar Rp1.9 miliar. Sebelumnya, honor...

Sulit Sinyal, Pelajar di Banjarnegara Belajar Daring di Kuburan

BANJARNEGARA, ruber.id - Sulit sinyal, pelajar tingkat SMP di Desa Pasuruhan, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah belajar di kuburan.