Sabtu, 15 Agu 2020

Akhmad Buhaiti: Pendidikan Islam Harus Dikelola Lebih Bermutu

Baca Juga

“Saya Ikhlas Bantu Tentara yang Sedang Bangun Jalan Desa”

GARUT, ruber.id - Perangkat Desa Wanakerta Dadang Heri Suryadi, 52, ambil bagian dan berperan aktif membantu Satgas TNI dalam pelaksanaan TMMD ke...

Panglima Pemekaran Pangandaran Eka Santosa Sebut Jeje Miliki Banyak Peran

PANGANDARAN, ruber.id - Panglima Pemekaran Kabupaten Pangandaran Eka Santosa menyebut sosok Jeje Wiradinata berperan dalam proses memekarkan daerah...

Korban Tenggelam di Pantai Cipalawah Garut Ditemukan Tewas

GARUT, ruber -- Mulyang, 40, warga Desa Mancagahar, Kecamatan Pamengpeuk, Kabupaten Garut ditemukan tewas, Sabtu (16/3/2019) pagi. Mulyang ditemukan setelah dinyatakan hilang tenggelam di Pantai...

Kapolda Pastikan FPI Jawa Barat Siap Terima Hasil Keputusan MK

SUMEDANG, ruber -- Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Drs Rudy Sufahriadi memastikan Jawa Barat tetap kondusif jelang sidang pendahuluan sengketa hasil Pemilu 2019 di...

PANGANDARAN, ruber – Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangandaran, Akhmad Buhaiti terpilih jadi pengurus Asosiasi Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam (Perma Pendis) Indonesia.

Akhmad Buhaiti mengatakan, Perma Pendis merupakan organisasi profesi level nasional yang menangani kepala madrasah dan tenaga kependidikan.

“Di dalam kepengurusannya terdiri dari guru besar dan dosen manajemen pendidikan islam (MPI) dari berbagai perguruan tinggi agama islam yang mengelola jurusan atau program studi (prodi) MPI,” katanya.

Terlebih, organisasi tersebut baru lahir beberapa waktu lalu dan telah menggelar kongres pertama yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Jumat sampai Minggu (8-10/2/2019) kemarin.

Dalam kesempatan tersebut, Buhaiti menuturkan, rendahnya mutu pendidikan Islam saat ini harus dicarikan solusinya. Argumentasi rasional yang dapat disampaikan, yakni lembaga-lembaga pendidikan Islam bermutu harus dikelola secara bermutu juga.

“Untuk itu diperlukan adanya manajer (pengelola) lembaga pendidikan Islam yang mampu dalam hal tersebut (peningkatan mutu pendidikan Islam),” tuturnya.

Buhaiti menjelaskan, terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan rendahnya mutu pendidikan Islam, di antaranya faktor politik, yakni kebijakan pendidikan, ekonomi, sosial dan budaya.

“Hanya pada masa Undang-undang Sisdiknas ke-3 nomor 20/2003, pendidikan Islam mendapat payung yang jelas, baik pada jenjang formal ataupun non-formal. Namun masih setengah hati,” jelasnya.

Buhaiti menyebutkan, upaya menyiapan calon manajer pendidikan Islam salah satunya dilakukan dengan membuka prodi MPI di perguruan tinggi. “Hingga 2018, data pada Kementerian Agama terdapat 224 Prodi MPI yang sudah mendapat izin penyelenggaraan,” sebutnya.

Tidak hanya itu, untuk memajukan pendidikan Islam di Indonesia, juga perlu adanya kerja sama antara asosiasi profesi manajemen pendidikan Islam dengan pemerintah, masyarakat dan seluruh stakeholder. “Tanpa kesadaran ini, maka mustahil Pendidikan Islam bisa maju,” ujarnya.

Dalam kongres yang berlangsung selama tiga hari itu, dihadiri oleh Ketua Dewan Pakar Perma Pendis Indonesia, Solahudin Wahid yang akrab di sapa Gus Solah.

Kemudian, atas nama Mentreri Agama RI, Prof. Dr. H. Suyitno, M.Ag. mengukuhkan Ketua Umum Asosiasi Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam (Perma Pendis) Indonesia terpilih, yaitu Dr. H. Badrudin, M.Ag, selaku Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN SGD Bandung. (dede ihsan)

 

loading…


Komentar

loading...

Artikel Terbaru

Hari Ini Ada 12 Warga Sumedang Positif Corona: 7 Tenaga Medis, 2 Situraja, Tomo, Ujungjaya, Rancakalong

SUMEDANG, ruber.id - Hari ini, Sabtu (15/8/2020), Kabupaten Sumedang, Jawa Barat kembali mencatatkan kasus baru pasien positif virus corona.

BPPSDMP Sebut Hasil Bumi di Pangandaran Tak Kalah Dengan Daerah Lain

PANGANDARAN, ruber.id - Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) RI Dedi Nursyamsi menyebut hasil bumi...

Sekolah Tatap Muka di Pangandaran Dimulai Awal September

PANGANDARAN, ruber.id - Pemkab Pangandaran, Jawa Barat berencana memulai kembali pembelajaran tatap muka di sekolah pada awal September 2020.

Dukung Program Bantuan Subsidi Upah Pemerintah, BPJAMSOSTEK Kumpulkan Rekening Peserta

JAKARTA, ruber.id - Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan akan memberikan subsidi kepada pekerja swasta yang telah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK.

Ujang Endin Indrawan Sebut Pelaku UMKM dan IKM di Pangandaran Pejuang Perekonomian

PANGANDARAN, ruber.id - Bakal calon wakil bupati Pangandaran Ujang Endin Indrawan sebut pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) dan IKM (Industri...