10 Hektare Sawah Kering di Pangandaran Ditanami Cabai

Img
Img

PANGANDARAN, ruber — Sekitar 10 Ha (Hektare) areal pesawahan yang terbatas ketersediaan sumber air dimanfaatkan petani di Kabupaten Pangandaran untuk ditanami cabai rawit.

BACA JUGA: Pangandaran Jadi KEK, Bandara Nusawiru Berubah Status

Lahan tidur di Dusun Cimanjeti RT 01/02, Desa Jayasari, Kecamatan Langkaplancar, ini sudah tidak bisa ditanami padi sejak beberapa musim terakhir.

Penyebabnya, terhambat dengan  sumber air yang dapat mengairi areal pesawahan milik petani.

Warga sekitar, Idan Hamdani, 32, mengajak warga yang memiliki lahan sawah di lokasi itu untuk ditanami cabai rawit.

“Kami memilih cabai rawit karena tanaman cabai hanya dapat disiram dan tidak terlalu membutuhkan air seperti tanaman padi,” ujarnya kepada ruber, Kamis (10/1/2019).

Baca juga:  Hindari Konflik, Bupati Pangandaran Sosialisasikan Rencana Revitalisasi Pasar Pananjung

Idan menuturkan, penanaman saat ini merupakan yang kedua kalinya. Sebelumnya, mereka sudah pernah menanam sebanyak 500 pohon dan berhasil. 

“Untuk penanaman sekarang kami menargetkan 10.000 pohon. Dan kami optimis jika ini berhasil akan meningkatkan perekonomian masyarakat,” tuturnya.

Idan menyebutkan, masyarakat menanam secara individu, namun kedepan akan dibentuk kelompok agar saat ada permasalahan dapat dicari jalan keluar bersama.

“Kami ingin warga optimis budidaya yang mereka lakukan akan berhasil dan dapat merasakan manisnya penghasilan dari komoditas cabai,” sebutnya. dede ihsan

loading…