Sabtu, 8 Agu 2020

Pemkab Pangandaran Berikan Kelonggaran Bagi Wisatawan Luar Jawa Barat

Baca Juga

Komisi III DPRD Kota Banjar Sidak Proyek Pembangunan Kantor Bapeda, Ini Temuannya

Komisi III DPRD Kota Banjar Sidak Proyek Pembangunan Kantor Bapeda, Ini Temuannya KOTA BANJAR, ruber.id -- Komisi III DPRD Kota Banjar Inspeksi Mendadak (Sidak) ke...

Dua PDP di Sumedang Meninggal Dunia, Berikut Sebaran Warga Reaktif Rapid Test

SUMEDANG, ruber.id - Dua Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat meninggal dunia. Sebelumnya, hasil rapid test...

Hari Pertama TMMD ke 105: Bersama Warga, TNI Gotong Royong Kumpulkan Batu Belah

SUMEDANG, ruber -- Pelaksanaan  TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke 105 di Dusun Jeungjing, Desa Padanaan, Kecamatan Paseh, Kabupaten Sumedang sudah memasuki hari pertama,...

Budidaya Hewan Buas Pemangsa Ternak Ini Menjanjikan, Warga Pangandaran Jadi Jutawan

Budidaya Hewan Buas Pemangsa Ternak Ini Menjanjikan, Warga Pangandaran Jadi Jutawan PANGANDARAN, ruber.id -- Reza Fahmi, 24, warga Dusun Pasirkiara, Desa Karangbenda, Kecamatan Parigi, Kabupaten...

PANGANDARAN, ruber.id – Wisatawan luar Jawa Barat masih keberatan dengan surat keterangan hasil rapid test yang diberlakuan oleh Pemkab Pangandaran.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Pangandaran Agus Mulyana mengatakan, pengunjung dari luar Jawa Barat sangat tinggi.

Hanya saja, mereka masih keberatan dengan persyaratan hasil pemeriksaan rapid test yang harus ditunjukkan di pintu masuk kawasan wisata.

“Kami berharap Pemkab melonggarkan wisatawan luar Jawa Barat. Supaya hunian hotel dan restoran bisa normal kembali,” kata Agus, Minggu (26/7/2020).

BACA JUGA: Hasil Swab 25 Pelaku Usaha Pariwisata Negatif, Pangandaran Zero Kasus COVID-19

Selain mahal, mereka kesulitan untuk mendapatkan hasil pemeriksaan awal COVID-19 di daerahnya. Walaupun ada, bukan untuk perjalanan wisata.

Agus menuturkan, tingkat kunjungan wisata ke Pangandaran terus meningkat pasca Pemkab menerapkan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Meski seluruh objek wisata di daerah selatan Jawa Barat ini sudah dibuka, okupansi hotel dan restoran masih tetap minim.

“Bagi pengunjung asal daerah di Jawa Barat kan bebas rapid test. Mereka banyak yang berwisata ke Pangandaran,” tuturnya.

Agus menyebutkan, protokol kesehatan diwajibkan bagi para pelaku usaha pariwisata. Hal itu upaya menekan penyebaran virus Corona yang masih mewabah.

“Setiap akhir pekan, Pantai Pangandaran dipadati para pengunjung. Baik itu dari wilayah priangan, maupun wisatawan luar Jawa Barat,” sebutnya. (R002/dede ihsan)

BACA JUGA: Sudah Tak Masuk Blacklist, ASITA Siap Promosikan Wisata Pangandaran

Komentar

loading...

Artikel Terbaru

Hari Ini, 9 Warga Garut Positif Corona

GARUT, ruber.id - Gawat, ada penambahan 9 warga Kabupaten Garut, Jawa Barat terkonfirmasi positif corona, Jumat (7/8/2020). Humas Gugus...

Sopir Truk Kabur Setelah Seruduk 3 Motor di Jatinangor Sumedang, 1 Tewas dan Tiga Luka-luka

JATINANGOR, ruber.id - Truk tangki seruduk 3 sepeda motor di Jalan Raya Bandung-Garut, di Desa Mekargalih, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jumat (7/8/2020)...

BPJamsostek Raih Predikat WTM Untuk Laporan Keuangan dan Pengelolaan Program Tahun 2019

JAKARTA, ruber.id - BPJS Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK diberi amanah untuk mengelola empat program Dana Jaminan Sosial (DJS). Yaitu Jaminan...

Insentif Guru Honorer di Pangandaran Sudah Dicairkan Rp1.9 Miliar

PANGANDARAN, ruber.id - Insentif guru honorer di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat sudah dicairkan, anggarannya sekitar Rp1.9 miliar. Sebelumnya, honor...

Sulit Sinyal, Pelajar di Banjarnegara Belajar Daring di Kuburan

BANJARNEGARA, ruber.id - Sulit sinyal, pelajar tingkat SMP di Desa Pasuruhan, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah belajar di kuburan.