Wednesday, 8 Apr 2020

Warga Sumedang Positif Corona Terlihat Sehat, 1834 ODP dari Jakarta Diminta Isolasi Diri

Baca Juga

Lagi, Ajat Doglo Dipanggil KPK Terkait Mahar Politik Pilkada 2013

Lagi, Ajat Doglo Dipanggil KPK Terkait Mahar Politik Pilkada 2013 KOTA BANJAR, ruber.id -- Ajat Doglo yang memiliki nama lengkap Soedrajat Argadireja kembali memenuhi panggilan...

Pemkab Serahkan 5 Hektare Tanah Hibah Untuk Pembangunan Markas Kodim di Pangandaran

Pemkab Serahkan 5 Hektare Tanah Hibah Untuk Pembangunan Markas Kodim di Pangandaran PANGANDARAN, ruber.id -- Pemkab Pangandaran, Jawa Barat menyerahkan sertifikat tanah untuk pembangunan Markas...

Pemprov Diminta Perhatikan Hak Pendidikan Penyandang Disabilitas di Selatan Cianjur

CIANJUR, ruber - Pemkab Cianjur cukup berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat membangun Sekolah Luar Biasa (SLB) di Cianjur karena jumlahnya yang masih terbatas, terutama...

Sampah Numpuk di TPA Pasirbajing, Pemkab Garut Dinilai Abaikan Sistem Daur Ulang

Garut, ruber --  Pemerintah Kabupaten Garut telah mengabaikan sistem daur ulang sampah. Akibatnya, sampah menggunung di perkotaan, bahkan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pasirbajing,...

SUMEDANG, ruber.id – Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat terus bertambah. Totalnya saat ini sebanyak 1834 orang.

ODP bertambah seiring warga yang bekerja di Jakarta pulang kampung ke Sumedang.

Per hari ini, Rabu (25/3/2020) total ODP di Sumedang sebanyak 1834.

Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir melalui Kabag Humas dan Keprotokolan Pemkab Sumedang Asep Tatang Sujana menyebutkan, total ODP itu dibagi menjadi dua kategori.

Kategori pertama yakninODP berisiko yang datang dari wilayah terkonfirmasi COVID-19, tapi tidak ada gejala sebanyak 1702 orang.

“Untuk ODP bergejala yaitu orang yang datang dari wilayah terkonfirmasi corona, dan ada gejala sebanyak 132 orang,” ucapnya melalui rilis yang diterima ruber.id, Rabu.

Selain itu, kata Asep, satu warga positif COVID-19 dan saat ini menjalani isolasi di RSUD Sumedang, dan satu lainnya masih berstatus Pasien Dalam Pengawasan.

Asep menjelaskan, situasi dan kondisi terkait penyebaran COVID-19 ini perlu terus diwaspadai.

Karena, kata Asep, sebagaimana telah diinformasikan sebelumnya, ada satu warga Sumedang yang terpapar di Bandung, teridentifikasi positif COVID-19.

“Pasien positif corona ini sebelumnya tidak menunjukkan gejala,” jelasnya.

Asep menambahkan, melonjaknya ODP berisiko ini terjadi karena teridentifikasi adanya warga di beberapa kecamatan.

Terbanyak Kecamatan Cisarua, Tomo, Paseh, Cibugel, Jatinunggal, Ujungjaya, yang bermata pencaharian di Jakarta pulang kampung.

“Mereka yang baru tiba dari Jakarta ini telah kami minta untuk melakukan isolasi diri. Melakukan pemantauan secara mandiri, dan membatasi interaksi sosial untuk jangka waktu 14 hari ke depan.”

“Jika mengalami keluhan demam, sakit tenggorokan, dan batuk untuk segera berkunjung ke fasilitas kesehatan terdekat,” harapnya. (R003)

BACA JUGA: 1807 ODP Corona di Sumedang Diminta Ikuti Anjuran Pemerintah

Loading...

Komentar

loading...
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Warga Indramayu Belum Ditemukan, Tim SAR Maksimalkan Pencarian Hari Ini

INDRAMAYU, ruber.id - Memasuki tujuh hari pencarian, Kamsiah, 72, korban tenggelam di Sungai Cimanuk, Indramayu, Jawa Barat belum ditemukan.

Longsor Timpa Rumah Warga di Sumedang Selatan, Sekeluarga Mengungsi

SUMEDANG SELATAN, ruber.id - Tebing longsor menimpa rumah warga di Dusun Kukulu RT 02/05, Desa Sukajaya, Kecamatan Sumedang Selatan, Sumedang.

Kabar Baik! Bupati Garut Bakal Lunasi Utang Warganya ke Bank Emok

GARUT, ruber.id - Kabar baik datang dari Garut, Jawa Barat di tengah pandemi COVID-19 atau wabah corona ini. Ya,...

Dua Warga Cianjur Hanyut di Kali Cijedil, Budi Hilang Terseret Arus

CIANJUR, ruber.id - Budi, 46, warga Kampung Salaerih, Desa Benjot, Cugenang, Cianjur, Jawa Barat tenggelam di Kali Cijedil, Selasa (7/4/2020) sore jam...

Kemenag Minta Warga Pangandaran Tunda Akad Nikah Selama Wabah Virus Corona

PANGANDARAN, ruber.id - Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat meminta masyarakat untuk menunda rencana pelaksanaan akad nikah. Penundaan...