Monday, 6 Apr 2020

Warga Indramayu Temukan Fosil Gajah Purba, Awalnya Hendak Dijadikan Batu Akik hingga Tungku Masak

Baca Juga

Kedapatan Bawa Sabu, Donat Ditangkap Polisi di Jatinangor

Kedapatan Bawa Sabu, Donat Ditangkap Polisi di Jatinangor SUMEDANG, ruber.id -- Riki Rustandi, 35, alias Donat, warga Desa Linggar, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat...

Gasak Rumah Guru di Jatinangor Sumedang, Keberadaan Pencuri Ini Terdeteksi Via Sinyal Ponsel

SUMEDANG, ruber – Kediaman seorang guru honorer di Dusun Cisempur, RT 03/09, Desa Cisempur, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Lukman Proyitno, disatroni maling pada Minggu...

Rusak dan Berlubang, Jalan Nasional di Pangandaran Membahayakan

PANGANDARAN, ruber -- Kondisi jalan nasional di Kabupaten Pangandaran dalam kondisi rusak. Akibat kerusakan tersebut, banyak pengguna jalan yang mengalami kecelakaan tunggal karena melintas jalan...

Gigi Kuning? Kembalikan Warna Putihnya dengan Cara Mudah Ini

Gigi Kuning Bisa Diatasi dengan Cara Mudah Ini ruber.id -- Sebagian orang menganggap bahwa merawat gigi cukup dilakukan dengan menggosok gigi. Padahal, jika tidak seimbang...

Warga Indramayu Temukan Fosil Gajah Purba, Awalnya Hendak Dijadikan Batu Akik hingga Tungku Masak

INDRAMAYU, ruber.id — Warga Dusun Ciwado, Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat temukan fosil gajah purba.

Hewan vertebrata, jenis stegodon atau gajah purba ini ditemukan warga di lembah Sungai Cilalanang yang sangat terjal.

Warga Desa Cikawung penemu fosil hewan purba ini yaitu Unang Herman.

Ia, menemukan fosil gajah purba ini saat melakukan aktivitas di sekitar objek wisata alam Ciwado.

Pada mulanya, Unang membiarkan temuan tersebut berserakkan di atas tanah.

Tapi kemudian, temuan itu diambil dan dibawa pulang ke rumahnya karena ada keinginan untuk digosok menjadi batu akik.

“Warga di sini tidak tahu kalau itu fosil. Dan dibiarkan saja di lembah. Batu diangkat dan dibawa pulang, setelah ada keinginan untuk dibuat batu akik,” kata Unang.

Keinginan membuat akik ini, kata Unang, diurungkan dan ia menyimpan batu tersebut di pos wisata Ciwado.

Ia baru mengetahui temuannya itu merupakan fosil hewan yang berumur jutaan tahun ini setelah bertemu Turidi.

Lalu, Unang memperlihatkannya kepada Turidi, yang merupakan fotografer asal Jakarta.

Karena ketidaktahuan warga, banyak yang menjadikan fosil tulang berukuran panjang ini untuk tungku memasak di dapur.

Hingga akhirnya, temuan ini disampaikan kepada Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Indramayu.

Dari hasil konsultasi dengan DR Lutfi Yondri, peneliti utama di Balai Arkeologi Bandung, sudah dapat dipastikan sebagai fosil hewan vertebrata jenis stegodon atau gajah purba.

Ketua TACB Kabupaten Indramayu Dedy S Musashi menyebutkan, fosil yang ditemukan di Ciwado ini memiliki panjang 32 sentimeter dan lingkar tulang 22 sentimeter.

Tim TACB Indramayu bersama Cagar Budaya Disparbud Kabupaten Indramayu kemudian menyusuri lokasi sekitar temuan dengan radius 1 kilometer.

Dari hasil survei awal, kata Dedy, tim juga menemukan serpihan tulang dan taring hewan sejenis.

Termasuk, kata Dedy, banyak ditemukan molusca yang banyak menempel di dinding batu.

Untuk sementara, kata Dedy, temuan fosil ini diamankan terlebih dahulu di lokasi yang aman.

Sehingga, lanjut Dedy, terhindar dari pemburu fosil ilegal.

Terkait dengan temuan ini, TACB Indramayu juga sudah melaporkan kepada Balai Arkeologi Bandung dan Balai Pelestarian Cagar Budaya di Banten.

Dari laporan ini, kemudian akan ditindaklanjuti ke Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran.

Ditanya mengenai usia fosil tersebut, Dedy mengaku belum dapat diketahui sebelum dilakukan penelitian lebih lanjut.

Akan tetapi, lanjut Dedy, berdasarkan literasi yang ada menyebutkan masa hidup gajah purba diperkirakan pada masa pleistocen awal afau sekitar 1.5 juta tahun yang lalu.

Selain di Indramayu, tim geologi juga menemukan fosil stegodon di Kabupaten Majalengka.

Di Majalengka, tim menemukan berupa gading dengan ukuran panjang mencapai 3 meter.

Kabarnya, temuan serupa juga ditemukan di situs Semedo Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. (R003/IJnews)

Baca berita lainnya: Tiga Benteng Pengintai Zaman Jepang Ditemukan di Pantai Dadap Indramayu

Loading...

Komentar

loading...
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Elite Pro Academy, Asa PSSI Lahirkan Generasi Emas Sepakbola Indonesia

SPORT, ruber.id - Elite Pro Academy yang diprogramkan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) bertujuan untuk melahirkan generasi emas sepakbola Indonesia.

Kapten Persib: Penghentian Liga Indonesia Tahun Ini Lebih Berat dari 2015

SPORT, ruber.id - Kapten tim Persib Bandung Supardi Nasir menilai penghentian kompetisi tahun ini lebih berat dibanding tahun 2015.

Sudah 23.000 Perantau Mudik ke Garut, Bupati: yang dari Jakarta Please Jangan Mudik Dulu

GARUT, ruber.id - Bupati Garut Rudy Gunawan meminta perantau dari Jakarta dan wilayah zona merah COVID-19 lainnya untuk tidak mudik dulu.

Cegah Corona, Forkopimda Banyuresmi Garut Jaga Ketat Wilayah Perbatasan

GARUT, ruber.id - Cegah virus corona, Forkopimda Kecamatan Banyuresmi, Garut, Jawa Barat memperketat mobilitas warga. Penjagaan ketat dilakukan di...

Kakek Kamsiah Belum Ditemukan, Pencarian Korban Tenggelam di Sungai Cimanuk Dilanjut Besok

INDRAMAYU, ruber.id - Pencarian Kamsiah, 72, kakek yang tenggelam di Sungai Cimanuk, Indramayu akan dilanjutkan esok hari. Hingga hari...