27.4 C
Indonesia
Selasa, Oktober 19, 2021
BJB KPRBJB KPRBJB KPR

Wajib Tahu, Istilah Seputar Dunia Fashion

BERITA FASHION, ruber.id – Untuk seseorang yang baru saja membaca artikel fashion mungkin akan dibuat bingung dengan istilah-istilah fashion yang tidak familiar.

Bagi yang baru membaca artikel fashion namun dibuat kebingungan akan beberapa istilah, kali ini ruber.id akan membahasnya.

Casual

Casual adalah istilah dalam dunia fashion yang sering digunakan.

Gaya berpakaian casual adalah gaya berpakaian yang santai dan identik dengan baju kaos, celana jeans, sneakers atau sandal.

Vintage

Gaya vintage atau gaya lawas adalah gaya yang menampilkan kesan masa lampau.

Warna yang mendominasinya adalah warna-warna pudar.

Model pakaian ini juga mengacu pada model-model zaman dahulu atau lawas yang terlihat unik, jauh dari kekinian dan antik.

BACA JUGA:  Inspirasi Gaya Kasual ala Lisa Blackpink

Retro

Istilah retro lebih merujuk pada gaya fashion di tahun 70-an hingga 90-an.

Retro berasal dari kata retrospective yang artinya barang/pakaian yang baru dan terinspirasi dari gaya fashion di era tahun sebelumnya.

Gaya retro dalam dunia fashion memang hampir serupa dengan vintage yang menampilkan kesan lawas.

Bedanya, gaya retro ini lebih kontemporer dengan warna-warna yang gemerlap.

Edgy

Istilah dalam dunia fashion lainnya yang sering muncul yaitu edgy style yang merujuk pada mode penampilan berkarakter kekinian.

Ciri khas dari penampilan gaya edgy ini biasanya menunjukkan karakter yang garang.

Karena, banyak memadukan warna gelap atau hitam.

Selain itu, edgy style juga biasanya menawarkan hal-hal yang lebih inovatif.

BACA JUGA:  Ide Busana Warna Merah

Chic

Chic berasal dari kata atau bahasa Prancis, yakni chique yang artinya keanggunan dan keterampilan.

Di dunia fashion istilah chic ini menggambarkan penampilan seseorang yang nampak bergaya dan modis.

Gaya chic juga memiliki kebebasan dalam mengembangkan kreasinya dalam bergaya.

Karena, tidak terikat dengan suatu tren apapun.

Monochrom

Monokrom adalah degradasi tone suatu warna dasar yang tidak bercampur dengan warna dasar lainnya.

Oleh karena itu, tidak hanya warna hitam dan putih saja yang dikatakan sebagai monokrom.

Melainkan, warna lainnya juga yang terdiri dari satu tone warna.

Penulis: Eka Kartika Halim/Editor: Bam

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles