28.4 C
Indonesia
Jumat, September 17, 2021
spot_img

Tiga Pendaki Gunung Tampomas Tanpa Identitas Ditemukan Tidak Bernyawa

KETUA Komunitas Pecinta Alam SCBR Ridwan Feri Permana di Gunung Tampomas, Sumedang. bay/ruang berita

SUMEDANG, ruber — Basarnas Jawa Barat baru saja menerima laporan ada tiga pendaki Gunung Tampomas, Kabupaten Sumedang tewas diduga tersambar petir pada Minggu (3/3/2019) siang.

Kepala Bagian Humas dan Keprotokolan Basarnas Jawa Barat Joshua Banjarnahor mengatakan, keberadaan para pendaki tersebut berada di Pos 4 Gunung Tampomas, tepatnya di Desa Cibeureum, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang.

“Kami dapat info dari Ferdi anggota Sumedang Mandiri Rescue, bahwa tiga orang pendaki tersambar petir di Pos 4 Gunung Tampomas Cimalaka, Sumedang,” ujarnya kepada ruber.

Setelah mendapat informasi tersebut, lanjut Joshua, Basarnas Bandung langsung turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan.

BACA JUGA:  Gusdurian Sumedang Bantu Guru Ngaji Terdampak Corona
BACA JUGA:  Alhamdulillah, 3 Pasien Positif Corona asal Regol Wetan Sumedang Sembuh

Dan menerjunkan 1 tim rescue untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan.

“Data ketiga korban belum diketahui. Tim rescue sudah meluncur ke lokasi ke Gunung Tampomas,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Lingkungan Hidup Karang Taruna Cibeureum sekaligus Ketua Komunitas Pecinta Alam Sobat Cibeureum (SCBR) Ridwan Feri Permana, 28, menyebutkan dirinya menilai korban disinyalir tidak safety ketika hendak melakukan pendakian.

“Saya mendapat informasi itu tadi, saya perhatikan dari foto yang saya dapat mereka terlihat seperti pemula. Karena untuk pemula kadang dari segi perlengkapan kurang. Disana kelihatan tidak pake alas, ya perlengkapan hiking mereka minim,” jelasnya.

Selain itu, Ridwan juga menerima informasi dari warga setempat jika korban sudah terlihat pucat saat melakukan pendakian menuju gunung Tampomas.

BACA JUGA:  Pernikahan Dini di Sumedang Capai 1%, Psikolog: Membahayakan Diri Anak

“Tapi kata warga yang melihat, korban pas naik juga kelihatan pucat dan kayak yang memaksakan. Jadi saya mengira mereka meninggal karena kedinginan,” katanya.

BACA JUGA:  Jadi Saksi Kerusuhan di Wamena, 8 Warga Sumedang Senang Bisa Kembali ke Kampung Halaman

Namun demikian, Ridwan memaparkan kondisi dari Gunung Tampomas berdasarkan pengalamannya selama menjajal gunung yang berketinggian 1684 MDPL tersebut.

Menurutnya, hal yang paling dikhawatirkan dari Gunung Tampomas adalah jalurnya yang licin. Sementara kondisi suhu udaranya masih terbilang normal, tidak seperti gunung-gunung lain.

“Menuju Gunung Tampomas itu ada tiga jalur pendakian. Yaitu Narimbang di Kecamatan Conggeamg, Sama Cibereum dan Padayungan di Kecamatan Cimalaka. Dan untuk menuju ke puncak itu ada 7 pos. Yang paling terjal itu ya dari pos 4 kesana, dibawah sanghiyang lawang,” tuturnya.

BACA JUGA:  Malam Takbiran di Jatinangor: Tidak Ada Takbir Keliling, Ratusan Kendaraan Diputar Balik

Tak hanya itu, berdasarkan pantauan ruber, berdasarkan informasi dilapangan, ketika Korban tersebut merupakan warga Indramayu. Dan untuk identitas sendiri masih belum diketahui dikarenakan korban tidak membawa kartu identitas. bay

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles