Tiba-tiba Mata Merah? Ini Beberapa Penyebab dan Cara Mengatasinya

SERING memakai lensa kontak juga dapat menyebabkan mata merah. ilustrasi/ruber.id

Tiba-tiba Mata Merah? Ini Beberapa Penyebab dan Cara Mengatasinya

ruber.id — Apakah Anda pernah mengalami mata tiba-tiba berwarna merah?

Umumnya, mata merah menandakan ada sesuatu yang terjadi baik dengan mata tersebut atau di bagian tubuh lainnya.

Banyak kondisi yang dapat menyebabkan mata kemerahan. Mungkin Anda berpendapat bahwa mata merah karena iritasi, namun ternyata ada banyak penyebab yang mengakibatkan mata merah.

Informasi yang berhasil dihimpun ruber.id, ada beberapa penyebab mata merah. Salah satunya adalah alergi.

Ternyata, reaksi alergi tidak hanya membuat mata terasa gatal dan berair, tapi juga memicu kemerahan yang semakin parah jika Anda menguceknya.

Hal yang bisa memicu reaksi paling umum adalah debu, serbuk sari, bulu hewan peliharaan dan deterjen.

Untuk mengatasinya, Anda harus memercikan mata dengan air atau gunakan kompres dingin.

Penyebab lainnya yakni pink eye. Pink eye adalah istilah non medis untuk konjungtivitis (infeksi bakteri), virus, atau alergi yang menyebabkan mata merah terang, bengkak, berkaca-kaca dan gatal.

Baca juga:  Mual saat Haid? Tak Perlu Khawatir, Ini Penyebab dan Cara Meredakannya

Jangan terburu-buru ke dokter. Kompres dingin bisa membantu meringankan kemerahan dan membuat mata Anda terasa lebih baik.

Perhatikan kebersihan tangan dan tidak berbagi handuk atau make up agar tidak menyebar ke orang lain di rumah.

Terlaku banyak minum alkohol juga bisa menyebabkan mata merah. Apabila Anda minum alkohol kemudian pada saat itu atau keesokan harinya mata Anda berwarna merah terang, itu berarti Anda mengalami efek alkohol pada mata.

Tak perlu khawatir, karena tetes mata dapat membantu mengurangi kemerahan, dan saat alkohol meninggalkan sistem tubuh, pembuluh darah akan kembali normal.

Selain itu mata merah bisa karena kurang tidur. Penyebab yang satu ini cukup sering dialami orang. Mata yang lelah dapat membuat mata menjadi merah.

BACA JUGA: Wajah Glowing Nggak Harus Mahal, Cobain Pakai Bahan Alami Ini

Harus Anda tahu, kurang tidur bisa menurunkan jumlah oksigen yang sampai ke mata, sehingga menyebabkan pembuluh darah di dalamnya melebar dan tampak merah.

Baca juga:  Catat! Makanan dan Minuman Ini Sebaiknya Tidak Disimpan di Freezer

Cara mengatasinya adalah dengan lebih banyak tidur, dan kompres dingin untuk mengurangi ketidaknyamanan.

Penyalebab lainnya adalah stye, benjolan merah kecil yang terbentuk di kelopak mata atau tepi bawah mata setelah kelenjar minyak di sana tersumbat.

Untungnya, stye tidak mempengaruhi penglihatan Anda. Namun, stye hampir sama seperti jerawat, jika Anda menyentuhnya bisa memperburuk keadaan. Jangan mencoba untuk memencetnya.

Jika Anda sering terkena hal ini, kunjungi dokter mata yang mungkin memberikan resep antibiotik.

Selain itu, penyebab paling lumrah mata merah adalah iritasi lensa kontak. Penggunaan lensa kontak dapat menghalangi oksigen dari jangkauan mata, membuat mata merah dan teriritasi.

Mengatasi masalah ini, Anda harus mengikuti petunjuk perawatan lensa, bersihkan dengan benar, dan lepaskan sebelum tidur.

Untuk mengurangi kemerahan dan iritasi, Anda bisa menggunakan tetes mata.

Bagi Anda yang rutin berolahraga, berhati-hatilah. Karena terlalu banyak berolahraga bisa mengakibatkan perdarahan subconjunctival.

Ini terjadi ketika pembuluh darah di bawah permukaan mata pecah, dan darah terperangkap dan membentuk lapisan merah terang di mata putih.

Baca juga:  Jangan Makan Pedas saat Stres, Akibatnya Bisa Lebih Parah

Kondisi tersebut juga bisa disebabkan bersin kuat atau batuk. Bahkan, muntah bisa memicu pendarahan, karena bisa langsung trauma pada mata. Mata merah biasanya memudar selama beberapa minggu.

Terakhir, penyebab mata merah adalah glaukoma. Sebenarnya, gaukoma merupakan serangkaian penyakit yang merusak saraf optik. Hal itu terjadi bila terlalu banyak tekanan di mata karena penumpukan cairan.

Gejala pertama dari glaukoma adalah kemerahan, penglihatan kabur, melihat lingkaran cahaya di sekitar lampu, dan rasa sakit di mata.

Namun Anda harus ekstra hati-hati karena glaukoma berpotensi menyebabkan kebutaan. Jadi, sebaiknya konsultasikan dengan spesialis mata untuk memeriksanya.

Sekadar diketahui, biasanya glaukoma berlangsung perlahan, tapi jika timbul kemerahan, penglihatan kabur, dan sakit kepala dan atau mual, segera konsultasi ke dokter.

Sudah tahu kan penyebab mata merah? Kira-kira Anda masuk yang mana? Semoga lekas pulih yaa! red