Terobosan Bupati Pangandaran, Rekrutmen CPNS Bagi Putra Daerah Dipermudah

  • Bagikan
Img
ASN baru di Kabupaten Pangandaran dilantik di lapangan Alun-alun Parigi. dede/ruber.id

PANGANDARAN, ruber.id – Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata melakukan terobosan agar putra daerah berpeluang menjadi peserta atau Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) hingga lulus.

Belakangan, rekrutmen CPNS yang terjadi di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat didominasi pendaftar dari luar daerah.

Sehingga, kesempatan putra daerah untuk berkompetisi lulus dalam pencalonan pun masih dinilai rendah.

Alasan tersebut menjadi motivasi Jeje dalam rekrutmen CPNS mendatang 80% harus diikuti warga Pangandaran.

Jeje mengatakan, beberapa kali Pangandaran mendapat kuota CPNS, kebanyakan peserta yang lolos dalam administrasi hingga jadi Aparatur Sipil Negara (ASN) itu warga luar daerah.

Karena itu, Pemkab akan menggelar bimbingan atau pelatihan tes CPNS gratis bagi warga Pangandaran.

“Itu salah satu teknisnya supaya warga Pangandaran mendominasi dalam kompetisi CPNS,” kata Jeje, Jumat (24/7/2020).

Dirinya berharap gagasan tersebut bisa menjadi pemutus mata rantai Sarjana pengangguran di Kabupaten Pangandaran.

Secara teori pranata sosial, kata Jeje, apabila orang tuanya sebagai petani, nelayan atau penderes, mereka bercita-cita anaknya menjadi pegawai.

“Mewujudkan pranata sosial yang baik, salah satu di antaranya memberikan peluang agar masyarakat menikmati sekolah gratis, kesehatan gratis dan mudah menjadi pegawai,” ujarnya.

Jeje menuturkan, tujuan pemekaran daerah pesisir selatan Jawa Barat ini salah satunya dapat dinikmati warga Pangandaran dengan meningkatkan kesejahtraan.

“Variabel kesejahteraan, di antaranya masyarakat harus berpenghasilan tetap atau menjadi pegawai, baik ASN atau swasta,” tuturnya.

Jeje menyebutkan, selama 4 tahun lebih menjabat sebagai bupati dirinya banyak menerbitkan kebijakan dan fokus terhadap pembangunan.

“Dasar atau pondasi menuju kesejahtraan sudah kami lakukan, dari mulai sarana pra-sarana dan infrastruktur,” sebutnya.

Jeje menambahkan, agar pola kebijakan yang sudah dilakukan berkesinambungan dengan arah kebijakan yang akan dilakukan, maka harus ada titik sambung.

“Titik sambung kebijakan yang harus menjadi perhatian ke depan adalah membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berkualitas,” tambahnya. (R001/smf)

BACA JUGA: Sudah Tak Masuk Blacklist, ASITA Siap Promosikan Wisata Pangandaran

  • Bagikan