Teknik Pengereman Motor Skutik di Turunan Panjang Biar Rem Tidak Blong

Teknik Pengereman Motor Skutik di Turunan Panjang Biar Rem Tidak Blong
Foto ilustrasi from Pexels Istockphoto

BERITA OTOMOTIF, ruber.id Teknik pengereman motor skutik di turunan panjang biar rem tidak blong. Ini penting diketahui karena salah satu masalah motor matic adalah rem. Terutama jika sering melewati turunan panjang.

Tak jarang, rem motor blong saat melewati jalan turunan yang panjang. Hal itu pun yang kerap menjadi penyebab kecelakaan motor.

Secara konstruksi, sistem pengereman tipe matic dan motor tipe lain sebenarnya sama.

Yakni ada yang menggunakan tromol dan ada yang menggunakan cakram dengan ukuran. Yang sudah disesuaikan dengan bobot dan kemampuan mesin motornya.

Nah, jika teknik pengereman salah, maka akan terjadi rem blong. Untuk itu, bagi Anda pengendara motor matic, pahami beberapa hal mengenai rem pada sepeda motor berikut ini seperti dikutip dari Otosia.

Engine Break

Pada motor tipe transmisi manual seperti motor sport dan semi otomatis. Seperti motor bebek, ketika gas ditutup penuh, secara otomatis engine brake akan muncul.

Baca juga:  Chip Baru Samsung Bakal Kalahkan iPhone 12

Perlu diketahui, engine brake berasal dari putaran roda yang masih menyambung dengan putaran mesin.

Di mana, putaran mesin lebih rendah dibanding putaran roda belakang. Sehingga akan terasa efek menahan motor.

Untuk motor tipe ini, jika tuas kopling ditekan atau persneling pada tipe bebek ditekan. Putaran mesin tidak akan berpengaruh dengan roda belakang. Sehingga, saat melalui turunan, motor akan meluncur tanpa hambatan.

Namun pada motor matic, jika teknik pengereman salah maka akan terjadi rem blong.

Kampas dan Minyak Rem

Pengendara motor harus tahu bahwa batas suhu kerja dari komponen sistem pengereman. Yaitu, kampas dan minyak rem.

Nah, pengereman terjadi karena dampak dari memperbesar gesekan antara kampas rem dan permukaan cakram maupun tromol.

Untuk memperbesar gesekan itu yakni dengan menggunakan mekanis (kawat) atau hidrolik (oli rem).

Baca juga:  Logo Baru Telkomsel, Ini Makna dan Penjelasannya

Akibat benda yang bergesekan akan terjadi mudah panas. Kalau ini terus menerus terjadi maka panas akan melampaui batas suhu kemampuan kerja dari rem.

Akibatnya, kinerja kampas turun dan kemampuan oli rem untuk meneruskan tekanan juga akan turun drastis. Sehingga terjadilah rem blong.

Sementara itu untuk motor matic, sebenarnya didesain untuk digunakan di perkotaan dengan jalan datar cenderung lebih banyak.

Hanya saja, karena minat masyarakat dan kebutuhan, maka banyak ditemukan pengguna motor skutik di wilayah pengunungan.

Teknik Pengereman di Wilayah Pegunungan

Bagi Anda yang memiliki matic dan berada di wilayah pegunungan, ada tiga teknik penting yang wajib dietahui agar teknik pengereman saat menggunakan motor di jalanan menurun panjang lebih efektif.

Pertama, Anda perlu mempertahankan adanya engine brake di motor matic dengan cara gas dipancing dibuka sedikit. Sehingga terasa putaran roda belakang nyambung dengan putaran mesin. Anda bisa mengulanginya jika terasa terlepas.

Baca juga:  Ini Alasan Mengapa Kaca Spion Motor Bawaan Lebih Lebar

Saat gas dibuka sedikit, itu tidak akan menyebabkan pertambahan kecepatan pada motor matic sehingga Anda tidak perlu kuatir.

Dengan melakukan itu, akan membantu kerja rem untuk sedikit memberi efek menahan agar tidak meluncur bebas dan ini akan efektif jika di kecepatan rendah.

Kemudian, Anda harus menjaga suhu rem agar tidak kepanasan dengan menggunakannya bergantian.

Anda bisa lebih banyak memakai rem depan karena lebih mudah dingin. Tapi tetap harus bergantian dengan rem belakang.

Ingat, gunakan kecepatan rendah di awal turunan agar kerja rem tidak berlebihan.

Terakhir, beri waktu tambahan istirahat untuk komponen rem kembali dingin ke suhu sekitar. Walaupun sudah bergantian, selain menghindari warna tromol berubah.

Nah, itulah beberapa teknik pengereman motor skutik di jalan turunan yang panjang agar tidak terjadi rem blong. Semoga bermanfaat!

Editor: R004