Friday, 3 Apr 2020

Tega Bener! Masih Miskin, Belasan KPM di Garut Malah Sudah Digraduasi

Baca Juga

Seleksi Calon Pimpinan Baznas Sumedang, 10 Peserta Kembalikan Formulir

Seleksi Calon Pimpinan Baznas Sumedang, 10 Peserta Kembalikan Formulir SUMEDANG, ruber.id -- Hingga hari ini, Kamis (17/10/2019), 10 orang pendaftar calon pimpinan Baznas Kabupaten Sumedang,...

Polres Sumedang Ringkus Begal yang Rampas Motor di Jatinunggal

JATINUNGGAL, ruber.id - Suhana, 35, alias Muning diringkus jajaran Satreskrim Polres Sumedang, Jawa Barat. Warga Dusun Rancamaya, Desa Ciherang,...

Jalin Sinergitas, Pemkot Tasik Adakan Pertemuan Kemitraan dengan Pers

Jalin Sinergitas, Pemkot Tasik Adakan Pertemuan Kemitraan dengan Pers TASIK KOTA, ruber.id -- Pemerintah Kota Tasikmalaya mengadakan pertemuan kemitraan dengan pers di Saung SS, Jumat...

Prabowo Gagal Datang, Pendukung di Sumedang Gigit Jari

SUMEDANG, ruber -- Dijadwalkan akan melakukan orasi politik di Kabupaten Sumedang, capres nomor urut 02 Prabowo Subianto gagal menyapa pendukungnya. Orasi politik yang dijadwalkan akan...

BANJARWANGI, ruber.id – Belasan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sembako di Desa Talagasari, Kecamatan Banjarwangi, Garut, Jawa Barat terkena graduasi.

Graduasi atau naik kelas/dicabut ini, membuat KPM kaget ketika proses penggesekan di agen, saldo kartu KKS kosong.

Rupanya, setelah diusut oleh TKSK dan agen, belasan KPM ini sudah digraduasi.

Agen BNI 46 Desa Talagasari Abdul Sobur mengaku prihatin dengan dicabutnya bantuan terhadap belasan KPM ini.

Padahal, kata Abdul, setelah dicek ke lapangan, KPM itu masih tergolong miskin.

“Ketika kami cek ke lapangan, sebenarnya belum saatnya mereka kena graduasi. Karena kondisi ekonominya masih sangat mengkhawatirkan,” kata Abdul, Rabu (27/2/2020).

Abdul berharap, pihak berwenang agar melihat dulu ke lapangan sebelum melakukan graduasi kepada KPM.

“Saya mohon ada koordinasi dulu, supaya yang kena graduasi sesuai dengan kenyataan di lapangan,” ucapnya.

Belasan KPM yang terkena graduasi ini diketahui ketika pencairan sembako pada Januari 2020.

Hal ini membuat KPM terpaksa gigit jari saat tahu bahwa kartu KKS mereka bersaldo nol alias kosong.

“Mereka tidak tahu bahwa bulan lalu, sudah tidak bisa menerima bantuan lagi.”

“Ketika datang ke agen, tiba-tiba kartunya tidak terdaftar. Ketika kami konsultasikan, ternyata mereka sudah digraduasi,” katanya.

Sementara itu, Pendamping Bansos Sembako Kecamatan Banjarwangi, Endang Ruslan Ependi mengaku tidak tahu adanya graduasi belasan KPM ini.

“Saya juga dari awal belum paham, belum mendengar ada graduasi. Tapi, setelah pencairan ada data tidak terdaftar.”

“Saya cari solusinya di kecamatan dan kabupaten ternyata kena graduasi,” katanya.

Endang mengaku heran, karena dari awal tidak ada sosialisasi terlebih dahulu perihal adanya graduasi KPM. (R011/Fey)

Baca berita lainnya: Tentukan Jenis Pangan, Tikor Banjarwangi Garut Musyawarah dengan Agen dan KPM

Loading...

Komentar

loading...
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Sejak Corona Merebak, Miliarder Terkaya di Dunia Ini Tambah Kaya Raya

INTERNASIONAL, ruber.id - Sejak virus corona merebak dan mengancam umat manusia, orang terkaya di dunia, Jeff Bezos makin tambah kaya.

Lagi, Dua Pasien Dalam Pengawasan Corona di Garut Meninggal Dunia

GARUT, ruber.id - Dua Pasien Dalam Pengawasan COVID-19 di Kabupaten Garut, Jawa Barat meninggal dunia, Kamis (2/4/2020). Pusat Informasi...

Hujan Deras Terjang Ciamis: Pohon Tumbang di Rumdin Wabup, Longsor dan Petir Menyambar Rumah Warga

CIAMIS, ruber.id - Hujan deras menerjang Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Kamis (2/4/2020) sore. Akibatnya, bencana alam terjadi di sejumlah titik wilayah di...

Total Positif Hasil Rapid Test Jadi 11 Orang, Warga Terdampak Corona di Sumedang Dapat Bantuan Sosial

SUMEDANG, ruber.id - Hasil rapid test sebelas warga Kabupaten Sumedang positif COVID-19, Kamis (2/4/2020) jam 16.00 WIB. Bupati Sumedang...

FMKKS Sumedang: Dana BOS Bisa Digunakan untuk Pencegahan Corona

SUMEDANG, ruber.id - Pandemi corona membuat berbagai kegiatan dan penyelenggaraan pendidikan yang bersumber dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tidak dapat dilaksanakan.