Tuesday, 7 Apr 2020

Heboh, Tangis Ketakutan Terdengar di SMAN 3 Kota Tasikmalaya

Baca Juga

Rumahnya Habis Dilalap si Jago Merap, Warga Sukajaya Dapat Bantuan dari Polres Sumedang

Rumahnya Habis Dilalap si Jago Merap, Warga Sukajaya Dapat Bantuan dari Polres Sumedang SUMEDANG, ruber.id -- Rumah panggung berukuran 4x6 meter persegi di Dusun Gunung...

Impor Sampah Bermasalah Akibat Aturan Hidup yang Salah

OLEH: Rianny Puspitasari CITIZENJOURNALISM, ruber.id -- Beberapa waktu lalu, Indonesia diramaikan dengan polemik impor sampah yang masuk ke Indonesia. Namun mengandung bahan berbahaya sehingga akhirnya...

Organda Garut Imbau Pengemudi Transportasi Daring Tidak Pakai Atribut Dulu

GARUT, ruber -- Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Garut mengimbau untuk sementara para pengemudi transportasi daring tidak memakai atributnya dulu. Pasalnya, selama regulasi tentang jasa...

Pilkades Serentak 2019: Pemkab Pangandaran Anggarkan Rp1.5 Miliar, Kurangnya Jadi Tanggungan Desa

PANGANDARAN, ruber -- Tahapan pelaksanaan pilihan kepala desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Pangandaran akan dimulai. Untuk pelaksanaannya, Pemkab Pangandaran menganggarkan Rp1.5 miliar. Sisa kekurangannya akan...

Heboh, Tangis Ketakutan Terdengar di SMAN 3 Kota Tasikmalaya

TASIK KOTA, ruber.id — Suara tangis ketakutan terdengar saling bersahutan di Kampus SMAN 3 Kota Tasikmalaya, Selasa (17/12/2019) pagi.

Suara tersebut berasal dari anak-anak yang sedang dikhitan masal di salah satu ruang kelas di sekolah tersebut yang sudah disulap menjadi ruang khitan.

Pantauan ruber.id, terlihat ada yang harus digendong sambil dibujuk orang tuanya. Ada juga yang terus memeluk ibunya karena takut memasuki ruang khitan.

Kepala SMAN 3 Kota Tasikmalaya Anda Sujana mengatakan, kegiatan khitanan masal ini rutin diadakan setiap dua tahun sekali sejak tahun 1997.

“Kebetulan pada tahun ini bertepatan dengan HUT SMAN 3 yang ke-37,” ungkapnya.

Kali ini, sebanyak 40 anak dari berbagai wilayah di Tasikmalaya mengikuti kegiatan khitanan masal ini.

Sumber dananya berasal dari intern sekolah, sumbangan sukarela alumni, orang tua siswa dan kencleng siswa, serta sumberdana lainnya yang sifatnya sukarela.

“Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian sosial sekolah terhadap masyarakat sekitar,” ujarnya.

Kegiatan khitanan masal ini juga diapresiasi Walikota Tasikmalaya Budi Budiman yang hadir sekaligus membuka acara tersebut.

“Ini sebagai wujud nyata untuk membantu masyarakat yang kurang mampu,” ungkap Budi.

Selain untuk meringankan beban orang tua, lanjut Budi, sunat juga merupakan kewajiban bagi setiap laki-laki muslim.

BACA JUGA: Wakil Walikota Tasik Tekankan agar Masyarakat Taat Membayar Pajak

“Juga dilihat dari segi kesehatan banyak sekali faedahnya. Bukan hanya umat muslim, non muslim pun sekarang sudah mengetahui manfaat khitan,” ungkapnya.

“Semoga tahun depan bisa lebih banyak lagi pesertanya dan pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.”

Sahlan, 45, salah satu orang tua asal Kawalu mengucapkan banyak terima kasih karena anaknya, M Naufal, 5, bisa mengikuti kegiatan khitan masal.

“Kegiatan ini banyak sekali manfaatnya. Sangat membantu. Semoga bisa kegiatan ini terus eksis diadakan,” ungkapnya.

Selain dikhitan, menurut Sahlan, anaknya juga diberi bingkisan dan uang santunan.

“Alhamdulillah, sudah dikhitan gratis, anak saya juga dapat bingkisan dan uang lumayan besar,” ujarnya senang. ayana

Loading...

Komentar

loading...
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Rentan Terpapar Corona, 100 Jurnalis di Depok Jalani Rapid Test

DEPOK, ruber.id - Seratus jurnalis yang aktif melakukan peliputan di wilayah Depok, Jawa Barat menjalani tes rapid test, Senin (6/4/2020).

Pamsimas di Sumedang Selatan Ditutup Warga, Ini Alasannya

SUMEDANG SELATAN, ruber.id - Masyarakat di Lingkungan RT 05/04 tutup Pamsimas di Desa Sukagalih, Sumedang Selatan, Sumedang, Senin (6/4/2020).

Di Sumedang Utara, Bantuan untuk Pedagang di Sekolah Sudah Disalurkan

SUMEDANG UTARA, ruber.id - Bantuan sembako dari Pemkab Sumedang, Jawa Barat sudah dibagikan kepada para pedagang di sekolah.

Warga Sumedang Tewas Tersambar Petir

UJUNGJAYA, ruber.id - Kiki Arta, 59, warga Duaun Pasir Tengah RT 01/05, Desa Keboncau, Kecamatan Ujungjaya, Sumedang tewas tersambar petir, Senin (6/4/2020)...

Ada Lapak Asik, BPJamsostek Sumedang Pastikan Layanan Klaim JHT Normal Selama Pandemi COVID-19

SUMEDANG, ruber.id - BPJamsostek (Badan Penyelanggara Jaminan Sosial Ketenegakerjaan) Kantor Cabang Sumedang memastikan setiap pelayanan pencairan klaim Jaminan Hari Tua (JHT) berjalan...