EKBIS  

Starbak, Dirintis Mahasiswa STIE Sumedang Jadi Bisnis Menjanjikan

Img
Img

SUMEDANG, ruber.id — Sarjana martabak atau Starbak merupakan produk martabak yang memiliki ukuran mini serta berbagai varian rasa unik.

TONTON VIDEO LIPUTANNYA, VISIT: Starbak, Sarjana Martabak: Rasanya Enak, Harganya Pas

Jika dibandingkan dengan martabak pada umumnya, Starbak berbeda dengan martabak lainnya yang hanya menyediakan rasa itu-itu saja.

Selain itu, varian rasa unik yang disediakan antara lain silverquin, nutela, greentea, tiramisu, dan rasa lainnya membuat martabak yang satu ini beda dari yang lain.

Bisnis martabak ini dimiliki oleh salah seorang mahasiswa STIE Sumedang jurusan manajemen semester akhir, Elfan Tawekal.

Elfan mengaku, sejak dibuka kali pertama pada 18 Agustus 2018, Starbak kini kian digemari.

“Ide pertama membuat usaha ini yaitu mengikuti unit kegiatan mahasiswa kewirausahaan dan saya termotivasi, ini juga tak luput dari dukungan teman-teman,” katanya kepada ruber.

Baca juga:  Kangen Mama Papa di Sumedang, Rossa: Gak Berani Pulang Takut Bawa Virus Corona

Sementara itu, kata Elfan soal resep, ia memiliki resep dari keluarga. Resep ini turun temurun.

“Saya Memiliki resep martabak ini turun temurun dari orang tua. Karena sudah memiliki ilmu dalam hal kewirausahaan yang saya pelajari, jadi saya pun memutuskan untuk membuka usaha sarjana martabak ini,” sebutnya.

Starbak sendiri, kata Elfan, merupakan produk martabak berukuran mini dengan berbagai varian rasa dan harga relatif murah. Starbak dijual mulai dari Rp5.000 hingga Rp12.000,” tambahnya.

Starbak yang berlokasi di Jalan Angkrek nomor 24, Kabupaten Sumedang ini buka mulai jam 16.00 WIB dan tutup jam 22.00 WIB.

Elfan menjelaskan Sarjana martabak saat ini memiliki pelanggan dari berbagai kalangan seperti mahasiswa dan pelajar.

“Selain martabak, kami juga memiliki menu lain yaitu minuman berbagai rasa di antaranya greentea, vanilalate, cappucino dan varian rasa lainnya.”

Baca juga:  Pendapatan Pedagang Menurun Selama Pandemi Corona, Retribusi Pasar Tradisional di Pangandaran Diberhentikan

“Harga yang ditawarkan yaitu Rp8.000. Soal omset, tiap hari kami mampu menjual hingga 50 pcs, dan untuk minuman lebih dari 30 pcs.”

“Khusus untuk malam minggu dan hari-hari libur tertentu, penjualan Starbak bisa mencapai 80 pcs dan minuman hingga 40 pcs,” jelasnya.

Elfan mengaku, awalnya, saat kali pertama merintis usaha ini, ia memliliki masalah dalam hal modal dan produk yang dijual belum begitu laku.

Tapi, kata Elfan, berkat kerja keras dan ketekunan, serta dukungan orang tua dan teman-temannya, akhirnya, usaha yang dirintisnya ini mulai membuahkan hasil.

“Berkat dukungan semuanua, saya tetap semangat dan terus terinspirasi. Allhamdullilah, omset penjualan pun sekarang terus naik,” sebutnya.

Sementara itu, martabak sarjana saat ini sudah mulai terkenal di Sumedang.

“Tak hanya saya yang menjalankan bisnis ini, saya dibantu oleh beberapa teman dan ditempatkan di beberapa bagian. Yaitu keuangan, promosi, produksi, stok barang.”

Baca juga:  Ribuan UMKM di Pangandaran Berpotensi Dongkrak Ekonomi Rakyat

“Untuk media promosi kami memaksimalkan media sosial Facebook, Instagram dan WhatsApp,” akunya.

Salah seorang pelanggan Starbak Dwi Yanti menyebutkan, ia sudah lama menjadi pelanggan setia sarjana martabak ini.

“Yang saya suka dari sarjana martabak ini adalah memiliki rasa yang enak, harganya ekonomis meskipun ukurannya kecil tetapi bisa membuat perut kenyang,” katanya.

Pelanggan lainnya, Rida Eldiana mengatakan sejak pertama ada, ia sudah menjadi pelanggan setia Starbak.

“Alasan saya menjadi pelanggan setia karena martabak sarjana ini memiliki harga yang terjangkau, sehingga bisa dibeli oleh pelajar dan mahasiswa seperti saya,” katanya.

Selain itu, kata Rida, martabak ala Starbak juga kekinian. Baik dari tampilan, toping, hingga rasanya.

“Menu martabak favorit saya adalah keju tiramisu dan minuman favorit saya red valvet,” ujarnya. agoeng